27.6 C
Denpasar
Saturday, February 4, 2023

Pembinaan Lifter Semakin Membaik Usai Porprov Bali

KLUNGKUNG – Cabor angkat besi Porprov Bali XV/2022 sudah menyelesaikan semua pertandingan di Balai Budaya Ida Dewa Istri Agung Kanya. Hasilnya adalah Badung berhasil mengunci gelar juara umum setelah mengemas dua emas dan satu perak.

Gianyar berada di posisi kedua dengan meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Cabor angkat besi menjadi cabor yang dipertandingkan pertama kalinya secara resmi di Porprov Bali. Bersama angkat berat dan sepak bola pantai.

Total ada delapan kabupaten/kota yang mengirimkan lifternya di angkat besi, mingus Bangli. Porprov Bali bisa menjadi ajang bagi Pengprov PABSI Bali untuk melakukan seleksi atlet untuk Pra-PON tahun depan. Ketum Pengprov PABSI Bali I Wayan Bun Setiadi yang diwawancarai kemarin mengungkapkan jika perkembangan angkat besi di Bali sudah semakin lebih baik.

Terlebih dengan adanya Porprov Bali dan angkat besi sudah dipertandingkan secara resmi. Cabor ini kebetulan menjadi salah satu cabor olimpiade yang tidak pernah dipertandingkan di Porprov Bali edisi sebelumnya.

Baca Juga:  Tim Basket Sumut Keok Dilumat Tim Basket Bali di Kejurnas U-15 di Bangka Belitung

Padahal lifter Bali sempat menjadi andalan Indonesia. Misalnya saja Ni Luh Sinta Darmariani dan I Ketut “Banat” Ariana.

“Dulu kan susah sekali untuk mencari bibit-bibit baru. Sekarang sudah mulai lebih baik dan mudah karena ada di Porprov Bali dan sejak setahun terakhir, kami membuat sentralisasi untuk lifter muda di GOR Lila Bhuana. Disanalah lifter-lifter ini dibina,” jelasnya.

Namun tidak serta merta peraih emas di Porprov Bali kali ini melenggang mulus untuk mewakili Bali di Pra-PON 2023. Sebab pria yang akrab disapa Obit tersebut masih akan melakukan seleksi untuk menentukan lifter terbaik di Pra-PON. Apalagi lanjutnya, akan ada penyesuaian kelas dan tidak semua kelas dipertandingkan di pra-PON.

“Porprov ini masih tahap awal. Masih ada seleksi berikutnya. Saya juga bersyukur banyak atlet muda mau terjun di angkat besi. Saya ingin pembinaan yang sudah kami lakukan dalam satu tahun ini bisa menunjukkan prestasi yang signifikan di berbagai kejuaraan nasional,” bebernya.

Baca Juga:  Madura United vs Bali United : Ridho Bisa Mengunci Mantan!

 

Salah satu atlet muda yang memilih terjun ke dunia angkat besi adalah I Kadek Satya Kamajaya. Kebetulan di Porprov Bali kali ini, dia turun di kelas 55 kg putra dan berhasil mempersembahkan emas untuk Buleleng setelah berhasil mengangkat beban dengan total angkatan seberat 123 kg.

Dia menuturkan, baru satu tahun terakhir di berkecimpung di angkat besi setelah mengikuti jejak sang paman yang merupakan peraih emas SEA Games 2017, Malaysia, I Ketut Ariana. Alasannya mengikuti jejak Banat pun sederhana. Karena dia ;tidak memiliki kegiatan di rumah.

” Daripada tidak  ada kegiatan, ikut om aja latihan. Disamping itu, saya ikut di angkat besi juga dikarenakan tidak ada temannya yang fokus di olahraga. Makanya saya memilih  turun di angkat besi,” tutupnya. (alit binawan/radar bali)

 

 



KLUNGKUNG – Cabor angkat besi Porprov Bali XV/2022 sudah menyelesaikan semua pertandingan di Balai Budaya Ida Dewa Istri Agung Kanya. Hasilnya adalah Badung berhasil mengunci gelar juara umum setelah mengemas dua emas dan satu perak.

Gianyar berada di posisi kedua dengan meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Cabor angkat besi menjadi cabor yang dipertandingkan pertama kalinya secara resmi di Porprov Bali. Bersama angkat berat dan sepak bola pantai.

Total ada delapan kabupaten/kota yang mengirimkan lifternya di angkat besi, mingus Bangli. Porprov Bali bisa menjadi ajang bagi Pengprov PABSI Bali untuk melakukan seleksi atlet untuk Pra-PON tahun depan. Ketum Pengprov PABSI Bali I Wayan Bun Setiadi yang diwawancarai kemarin mengungkapkan jika perkembangan angkat besi di Bali sudah semakin lebih baik.

Terlebih dengan adanya Porprov Bali dan angkat besi sudah dipertandingkan secara resmi. Cabor ini kebetulan menjadi salah satu cabor olimpiade yang tidak pernah dipertandingkan di Porprov Bali edisi sebelumnya.

Baca Juga:  Super Friends Denpasar Jaring Tim Futsal Terbaik dalam Turnamen My Stadium Cup

Padahal lifter Bali sempat menjadi andalan Indonesia. Misalnya saja Ni Luh Sinta Darmariani dan I Ketut “Banat” Ariana.

“Dulu kan susah sekali untuk mencari bibit-bibit baru. Sekarang sudah mulai lebih baik dan mudah karena ada di Porprov Bali dan sejak setahun terakhir, kami membuat sentralisasi untuk lifter muda di GOR Lila Bhuana. Disanalah lifter-lifter ini dibina,” jelasnya.

Namun tidak serta merta peraih emas di Porprov Bali kali ini melenggang mulus untuk mewakili Bali di Pra-PON 2023. Sebab pria yang akrab disapa Obit tersebut masih akan melakukan seleksi untuk menentukan lifter terbaik di Pra-PON. Apalagi lanjutnya, akan ada penyesuaian kelas dan tidak semua kelas dipertandingkan di pra-PON.

“Porprov ini masih tahap awal. Masih ada seleksi berikutnya. Saya juga bersyukur banyak atlet muda mau terjun di angkat besi. Saya ingin pembinaan yang sudah kami lakukan dalam satu tahun ini bisa menunjukkan prestasi yang signifikan di berbagai kejuaraan nasional,” bebernya.

Baca Juga:  Klasemen Sementara Perolehan Medali Porprov Bali XV/2022

 

Salah satu atlet muda yang memilih terjun ke dunia angkat besi adalah I Kadek Satya Kamajaya. Kebetulan di Porprov Bali kali ini, dia turun di kelas 55 kg putra dan berhasil mempersembahkan emas untuk Buleleng setelah berhasil mengangkat beban dengan total angkatan seberat 123 kg.

Dia menuturkan, baru satu tahun terakhir di berkecimpung di angkat besi setelah mengikuti jejak sang paman yang merupakan peraih emas SEA Games 2017, Malaysia, I Ketut Ariana. Alasannya mengikuti jejak Banat pun sederhana. Karena dia ;tidak memiliki kegiatan di rumah.

” Daripada tidak  ada kegiatan, ikut om aja latihan. Disamping itu, saya ikut di angkat besi juga dikarenakan tidak ada temannya yang fokus di olahraga. Makanya saya memilih  turun di angkat besi,” tutupnya. (alit binawan/radar bali)

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru