DENPASAR, radarbali.id – Kemenangan Timnas Indonesia U23 di Piala Asia 2024 terutama saat meladeni tantangan Yordania tak terlepas pula peran “Komang Teguh is crusial” begitulah kata pertama yang keluar dari mantan pelatihnya saat Komang masih bermain bola di umur 12-15 tahun.
Mantan pelatihnya tersebut adalah I Gde Mahatma Dharma alias Dede, pria yang kini menjadi Pelatih Kepala di Bali United U-18.
Meski hampir menyentuh 10 tahun, ingatan Dede terhadap mantan anak asuhnya tersebut ternyata masih membekas di kepalanya. “Ya lumayan sempat latih dia (Komang) dari U-12 - U-15 sebelum dua masuk SMA di Ragunan,” ujarnya (22/4/2024)
Saat itu, Dede sempat melatih Komang untuk dua kali kesempatan. Pertama saat event Danone U-12 di Denpasar dan kemudian lanjut di SSB Putra Tresna Denpasar. Salah satu yang dinget tentang Komang selain memilik teknik yang baik adalah bentuk badannya yang lebih tinggi dari rekan-rekannya dulu.
“Dari segi postur, Komang Teguh paling tinggi diantara teman-teman sebayanya. Ini (menunjukan foto seperti di gambar) waktu di Denpasar selection U-12. Dari segi teknik juga salah satu yang terbaik,” ingat Dede.
Untuk posisi dalam pertandingan dulu dan sekarang, Dede menyebut memang tak perubahan. Komang Teguh memang konsisten bermain sebagai stoper atau kadang-kadang di holding midfielder. Begitu juga dalam setiap penampilannya, Komang Teguh selalu menjadi pembeda.
Salah satunya ketika Putra Tresna menjadi juara di ajang Menpora Cup Bali kala itu. Komang muncul menjadi salah satu pilar terbaik yang pernah ada di SSB Putra Tresna.
Saat itu, SSB Putra Tresna bertemu dengan PERST Tabanan. Jelang berakhirnya pertandingan, Putra Tresna masih tertinggal 1-0.
“Namun last minute, kami dapat corner kick. Komang Teguh maju dan mencetak gol penyeimbang kedudukan. Dilanjutkan adu pinalti dan Putra Tresna keluar sebagai pemenangnya untuk melaju ke putraran nasional,” kenang Dede.
Ternyata tak hanya di situ. Di tahun berikutnya, final Menpora CUP juga mempertemukan Putra Tresna dengn Mandala United. Saat itu lagi-lagi Putra Tresna tertinggal 1-0.
Nah, lima menit terakhir, Komang Teguh melakukan solo run kemudian melakukan crossing yang gagal diantisipasi dengan baik oleh kiper lawan.
Bola rebound berhasil dimanfaatkan oleh Dedi Nova dan hasilnya draw. Saat adu pinalti, Putra Tresna kembali keluar sebagai pemenangnya.
Sama halnya ketika Komang mencetak satu-satunya gol ke gawang Australia dan mempertebal keunggulan melawan Yordania. Tak heran jika Dede menyebut Komang selalu muncul saat laga krusial.
“Harapan saya, Komang Teguh bisa konsisten dengan prestasinya saat ini yang bisa masuk dan berperan besar di Tim Nasional. Bagi saya, dia adalah pemain low profile dengan teknik, taktik, fisik dan mental yang sangat baik,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan