Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jelang Lawan PSM Makassar, Arema FC Fokus Benahi Pertahanan dari Skema Bola Mati dan Serangan Balik

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 3 Oktober 2025 | 13:48 WIB
BENAHI PERTAHANAN - Pemain Arema memanfaatkan jeda internasional untuk membenahi pertahanan dari skema bola mati dan serangan balik jelang bertemu PSM Makassar
BENAHI PERTAHANAN - Pemain Arema memanfaatkan jeda internasional untuk membenahi pertahanan dari skema bola mati dan serangan balik jelang bertemu PSM Makassar


RADAR BALI - Jeda kompetisi Super League 2025 yang panjang karena adanya FIFA Match Day Oktober dimanfaatkan sepenuhnya oleh Arema FC.

Keputusan PT I-League untuk menunda seluruh pertandingan pekan kedelapan hingga akhir Desember 2025 memberikan waktu luang bagi Arema FC.

Sejatinya, tim berjuluk Singo Edan ini akan menjamu Persita Tangerang pada 5 Oktober.

Namun, laga tersebut digeser menjadi Selasa, 30 Desember 2025, menjadikan Arema baru akan berlaga lagi pada 19 Oktober saat menghadapi PSM Makassar.

Jeda hampir tiga minggu ini menjadi kesempatan berharga untuk mengevaluasi diri setelah performa yang mengecewakan.

Pelatih Marcos Vinicius Santos Goncalves mengakui bahwa fokus utama timnya adalah memperbaiki kelemahan yang sangat krusial: antisipasi skema bola mati dan serangan balik.

Meskipun Arema FC mengawali musim dengan menjanjikan—bahkan sempat memuncaki klasemen berkat ketajaman striker Brasil, Dalberto Luan Belo—performa mereka langsung merosot.

Dalam empat laga terakhir, mereka tak pernah menang, dengan catatan dua kekalahan dan dua hasil imbang.

Kekalahan tragis di kandang sendiri dari Dewa United dan Persib Bandung membuat posisi mereka melorot ke peringkat 10 klasemen sementara, hanya terpaut empat poin dari zona degradasi.

Momok Bola Mati dan Serangan Balik yang Terus Menghantui

Menurut Marcos Santos, salah satu kelemahan terbesar timnya adalah antisipasi bola mati.

Gol-gol penentu kekalahan dan hasil imbang di tiga laga terakhir mereka semuanya berasal dari skema tendangan pojok.

Saat takluk dari Dewa United, gol pertama Alex Martins lahir dari sundulan yang memanfaatkan sepak pojok.

Lalu, ketika kalah dari Persib Bandung, gol Federico Barba di menit akhir juga berasal dari tendangan penjuru.

Skenario serupa terulang saat ditahan imbang Persis Solo, di mana gol penyeimbang Kastaneer yang memupus kemenangan sudah di depan mata lagi-lagi tercipta dari skema bola mati.

Selain itu, pertahanan Arema juga terlihat rapuh dalam menghadapi skema serangan balik.

Meski sudah mendatangkan empat bek asing baru untuk mengatasi kelemahan musim lalu, koordinasi lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Transisi dari menyerang ke bertahan sering kali lambat, meninggalkan celah di area pertahanan yang mudah dieksploitasi oleh lawan.

Hal ini terlihat jelas saat Arema kebobolan di babak kedua setelah kehabisan energi, menunjukkan masalah inkonsistensi fisik dan mental yang juga diakui pelatih Santos.

"Kami akan memanfaatkan waktu jeda untuk memperbaiki beberapa aspek permainan. Masih banyak laga tersisa, kami ingin kembali ke jalur kemenangan," kata Marcos Santos.

Tantangan Berat dari PSM Makassar

Jeda ini menjadi sangat krusial mengingat lawan mereka berikutnya adalah PSM Makassar, tim yang dikenal sangat efektif dalam serangan balik dan skema bola mati.

PSM sering mengandalkan serangan cepat dari sayap, memanfaatkan kecepatan full-back dan winger lincah seperti Lucas Dias dan Gala Pagamo.

Bahkan, 66 persen serangan PSM Makassar berasal dari sisi tersebut. 

Meskipun produktivitas gol PSM tidak terlalu tinggi di awal musim, mereka punya ketajaman dalam set piece.

Gol kemenangan PSM Makassar atas Persija Jakarta, misalnya, dicetak dari tendangan bebas dan sundulan.

Kemampuan pemain seperti Abu Kamara dan Alex Tanque dalam memanfaatkan umpan-umpan silang akan menjadi ancaman nyata bagi lini belakang Arema.

Kelemahan ini harus segera dibenahi, apalagi Arema sudah membeli empat bek asing baru demi memperbaiki pertahanan.

Musim lalu, sektor pertahanan juga menjadi momok bagi Arema yang kebobolan 51 gol.

Kedatangan tujuh bek dari Argentina dan Brasil harus dimanfaatkan Arema untuk memperkuat sektor pertahanan.***

Editor : Ibnu Yunianto
#persib bandung #dewa united #Marcos Santos #psm makassar #Dalberto Luan Belo #Super League #arema fc