RADAR BALI - Persija Jakarta tengah menghadapi situasi sulit.
Euforia kemenangan penting atas Arema FC pada Sabtu (8/11/2025) di Stadion Kanjuruhan langsung berganti menjadi kekhawatiran.
Pasalnya, Macan Kemayoran dipastikan akan tampil pincang saat menjamu Persik Kediri pada Kamis (20/11/2025) mendatang.
Setidaknya, dua pilar utama di lapangan dan tiga sosok di bench pelatih harus menepi akibat sanksi larangan bertanding.
Absennya dua pemain kunci, Jordi Amat dan Allano Lima, tentu menjadi pukulan telak bagi tim Ibu Kota.
Keduanya adalah bagian vital yang selama ini menopang struktur permainan tim.
Bek naturalisasi Jordi Amat dipastikan tidak bisa tampil karena menerima kartu merah di pengujung laga kontra Arema, setelah wasit mengeluarkan dua kartu kuning dalam waktu berdekatan.
Sesuai regulasi Super League, kartu merah otomatis menghukum pemain absen satu pertandingan.
Ketidakhadiran Jordi akan sangat terasa, mengingat perannya sebagai komandan dan pengatur lini belakang.
Sementara itu, situasi di lini depan juga memburuk dengan absennya Allano Lima.
Pemain asal Brasil bernomor punggung 17 ini harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan karena akumulasi empat kartu kuning musim ini.
Kartu kuning terbaru didapat saat melayangkan protes keras kepada wasit di masa injury time laga Arema.
Sesuai Pasal 57 ayat 3 regulasi, empat kartu kuning dalam empat laga berbeda wajib berbuah larangan bermain.
Dampaknya, daya dobrak Persija berpotensi menurun drastis karena kehilangan salah satu motor serangan sayap yang eksplosif dan kerap menjadi pembeda.
Pelatih Kepala dan Dua Asisten Pelatih Persija Ikut Absen
Krisis pemain diperburuk dengan absennya tiga sosok di jajaran kepelatihan, termasuk pelatih kepala.
Mauricio Souza harus absen mendampingi tim karena hukuman akumulasi kartu kuning.
Juru taktik asal Brasil itu mendapatkan kartu kuning saat melawan Borneo FC dan kembali mendapatkannya saat berjumpa Arema FC.
Berdasarkan Pasal 58 ayat 12 regulasi, akumulasi dua kartu kuning bagi ofisial di dua laga berbeda menyebabkan larangan mendampingi tim pada pertandingan berikutnya.
Tak hanya itu, dua asisten pelatih Souza, Italo Bartole Resende dan Gerson Rodrigus Rios, juga dipastikan absen.
Keduanya diganjar kartu merah menyusul keributan dengan ofisial tim pelatih Arema FC di akhir pertandingan.
Dengan demikian, tiga sosok kunci di bench tidak akan mendampingi tim saat Persija menjamu Persik.
Tentu saja, kehilangan dua pemain utama dan tiga sosok pelatih bukanlah situasi ideal bagi Persija.
Macan Kemayoran saat ini tengah berada dalam tren positif setelah meraih empat kemenangan beruntun dan tengah memburu posisi papan atas klasemen.
Kondisi Persik Kediri
Dari kubu lawan, Persik Kediri justru memiliki waktu untuk memulihkan diri.
Pelatih Ong Kim Swee memutuskan meliburkan skuadnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Persebaya di Gresik.
"Saya rasa pemain amat kepenatan. Kami berikan waktu beberapa hari untuk libur," ujar Ong Kim Swee.
Pelatih asal Negeri Jiran itu mengatakan bahwa skuadnya akan kembali menjalani latihan sebagai langkah persiapan awal untuk dua pertandingan sebelum libur kompetisi kembali.
Ia juga menyoroti satu evaluasi penting, yakni ketidakmampuan timnya memaksimalkan keunggulan jumlah pemain.
Dalam laga kontra Persebaya, Persik gagal mencetak gol kemenangan meski bermain menghadapi 10 pemain Persebaya selama beberapa waktu.
"Ini pertama kali kita bermain dengan 10 pemain (lawan yang berkurang) dan kita agak terburu-buru. Tentu harus kita perbaiki dalam pertandingan seterusnya jika berlaku pada situasi yang sama," ungkap Ong.
Laga Persija kontra Persik Kediri yang akan digelar setelah jeda internasional FIFA Matchday ini menjadi tantangan besar bagi Persija untuk mempertahankan tren positif tanpa kekuatan penuh.***
Editor : Ibnu Yunianto