Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PSM Makassar Klaim Satu Poin Dirampas Wasit saat Jamu Malut United

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 22 Desember 2025 | 18:02 WIB
TENSI TINGGI- Pemain PSM Makassar berlatih jelang pertandingan di Super League.
TENSI TINGGI- Pemain PSM Makassar berlatih jelang pertandingan di Super League.

RADAR BALI – PSM Makassar harus menelan pil pahit saat menjamu Malut United di Stadion Gelora BJ Habibie, Minggu (21/12/2025).

Laga pekan ke-15 Liga 1 2025/2026 tersebut berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan tim tamu, namun menyisakan ketidakpuasan tentang keputusan wasit di menit-menit akhir laga.

Momen paling kontroversial terjadi pada menit ke-83. Penyerang sayap PSM Rizky Eka Pratama dijatuhkan di kotak terlarang setelah mendapat tarikan di bagian leher oleh gelandang Malut United, Wbeymar Angulo.

Wasit Yoko Suprianto awalnya tanpa ragu menunjuk titik putih karena insiden terjadi tepat di depan matanya.

Namun, saat Yuran Fernandes sudah bersiap mengeksekusi penalti, wasit asal Jawa Barat tersebut memutuskan untuk mengecek Video Assistant Referee (VAR).

Setelah peninjauan, Yoko secara mengejutkan membatalkan keputusan penalti tersebut.

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menilai timnya layak mendapatkan setidaknya satu poin dari laga ini. Ia menyayangkan keputusan wasit yang menganulir penalti tersebut.

"Menurut kita, pelanggaran itu adalah penalti. Sayangnya, mungkin mereka (wasit) berpikir lain. Saya pikir kita layak untuk satu poin di pertandingan ini," ujar Trucha dalam konferensi pers usai laga.

Meski kecewa dengan keputusan penalti, Trucha tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja umum Yoko Suprianto yang masih berusia 26 tahun. Menurut pelatih asal Republik Ceko ini, memimpin laga antara dua tim besar bukanlah tugas yang mudah.

"Bagi saya hari ini secara keseluruhan wasit bertugas dengan baik. Dia memiliki talenta dan saya harap dia melakukan kerja yang baik di pertandingan selanjutnya," ungkapnya.

Kendati demikian, Trucha memberikan catatan keras mengenai penggunaan VAR. Ia meminta pihak terkait untuk meninjau ulang bagaimana keputusan diambil melalui teknologi tersebut.

"Mungkin ini (melibatkan VAR) yang harus mereka perhatikan ulang. Mereka harus lihat di mana yang salah di situ," tambahnya.

Dominasi Statistik yang Sia-sia

Secara teknis, PSM Makassar tampil mendominasi. Berdasarkan statistik pertandingan, Pasukan Ramang unggul dalam segala lini:

Tembakan: 15 (PSM) vs 10 (Malut United)

Peluang: 9 vs 6

Crossing: 15 vs 2

Penguasaan bola: 60 vs 40

Kekalahan ini terjadi akibat gol cepat David da Silva pada menit ke-2 (tepatnya 1 menit 24 detik) yang memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan PSM di awal laga.

Trucha mengakui bahwa efektivitas menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini. "Kita memberikan mereka peluang di menit awal dan mereka mencetak gol dengan mudah. Sebaliknya, kita tidak mengonversi banyak peluang yang kita miliki," pungkas pelatih berusia 54 tahun tersebut.

Hasil ini membuat PSM Makassar tertahan di peringkat tujuh klasemen sementara dengan 19 poin.

Sementara itu, Malut United sukses merangsek naik ke posisi keempat dengan koleksi 28 poin, selisih satu poin dengan Persija Jakarta yang menempati peringkat ketiga.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Video Assistant Referee (VAR) #david da silva #Malut United #psm makassar #skor #jadwal #video assistant referee #Malut United FC #psm #PSM Makassar vs Malut United #psm vs malut united #tomas trucha