Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Persebaya Pesta 4 Gol, Persijap Akui Kalah Efektif

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 29 Desember 2025 | 04:34 WIB
Mihailo Perovic mencoba lolos dari hadangan pemain Persijap Jepara dalam laga di Stadion GBT Minggu malam.
Mihailo Perovic mencoba lolos dari hadangan pemain Persijap Jepara dalam laga di Stadion GBT Minggu malam.

RADAR BALI – Persebaya Surabaya menutup kalender kompetisi tahun 2025 dengan hasil gemilang.

Menjamu Persijap Jepara dalam laga tunda pekan kelima Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu petang, tim berjuluk Bajol Ijo tersebut sukses menggulung tamunya dengan skor telak 4-0.

Kemenangan ini membawa Persebaya merangkak naik ke posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 22 poin.

Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Persijap yang tengah berjuang lolos dari zona degradasi.

Persijap memberikan ancaman lebih dulu pada menit ke-9 melalui Elvis Sakyi. Umpan silang yang dilepaskannya ke area pertahanan Persebaya masih mampu diantisipasi dengan baik oleh Leo Lelis.

Green Force kemudian mulai mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama hadir pada menit ke-13 lewat sisi kiri. Bruno Moreira mengirimkan umpan matang kepada Francisco Rivera. Setelah satu sentuhan kontrol, Rivera langsung melepaskan tembakan ke tiang dekat, namun bola masih melebar dari gawang Persijap.

Persijap kembali mengancam pada menit ke-19. Carlos França melepaskan tendangan keras dari sisi kanan, namun bola membentur mistar gawang dan menjauh dari area pertahanan Persebaya.

Tujuh menit berselang, Persebaya akhirnya membuka keunggulan. Francisco Rivera dilanggar di dalam kotak penalti dan wasit menunjuk titik putih.

Bruno Moreira yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Persebaya unggul 1-0 atas Laskar Kalinyamat.

Persebaya menggandakan keunggulan pada menit ke-38. Berawal dari situasi tendangan sudut, Leo Lelis mampu memenangi duel udara dan menyundul bola ke tiang dekat gawang Persijap. Skor berubah menjadi 2-0.

Meski sempat berlangsung alot di awal laga, jalannya pertandingan mulai berubah memasuki babak kedua. Kedua tim bermain terbuka dan saling melancarkan jual beli serangan.

Namun, hingga 15 menit awal paruh kedua, belum ada peluang yang benar-benar mengancam gawang masing-masing tim.

Melihat kebuntuan tersebut, Caretaker Pelatih Persebaya Uston Nawawi bergerak cepat melakukan perubahan strategi.

Dia memasukkan tiga tenaga baru sekaligus: Gali Freitas, Mihailo Perović, dan Catur Pamungkas untuk menggantikan Koko Ari, Diego Mauricio, dan Malik Risaldi.

Masuknya para pemain tersebut terbukti menjadi pembeda. Gali Freitas mulai menebar ancaman pada menit ke-70 saat mengirim umpan kepada Francisco Rivera, meski tembakannya masih melambung.

Lima menit kemudian, giliran Mihailo yang gagal memanfaatkan umpan matang Gali dalam sebuah skema serangan balik cepat.

Gempuran bertubi-tubi Green Force akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-80. Melalui kerja sama apik di sisi kanan, Gali Freitas mengirimkan umpan manis ke mulut gawang.

Francisco Rivera yang berdiri di posisi tepat langsung mencocor bola untuk mengubah skor menjadi 3-0.

Belum puas dengan tiga gol, Persebaya menggenapkan kemenangan pada menit ke-85.

Kapten tim Bruno Moreira mengirimkan umpan terukur dari sisi kiri yang sukses disambut oleh Mihailo Perović.

Tanpa pengawalan berarti, Mihailo menuntaskan peluang tersebut dan memastikan kemenangan Persebaya menjadi 4-0 hingga peluit panjang ditiup oleh wasit Yudi Nurcahya.

Pelatih Persijap Jepara Divaldo Alves secara sportif mengakui keunggulan tuan rumah.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, perbedaan mencolok dalam laga ini adalah tingkat efektivitas dalam memanfaatkan peluang.

"Persebaya hari ini lebih efektif daripada kami, ini jadi pelajaran buat tim saya. Mereka mampu memaksimalkan transisi serangan yang berujung gol," ujar Divaldo.

Divaldo menambahkan bahwa timnya sebenarnya sempat tampil rapi dan kompak di lini tengah serta belakang pada babak pertama.

Namun, kegagalan mengonversi momentum menjadi gol membuat mental tim goyah saat Persebaya mulai meningkatkan tekanan.

"Kalau kami kebobolan, apalagi di papan bawah, akan lebih susah bangkit. Jadi kami harus lebih rapi, lebih pintar, dan tidak kebobolan lagi ke depannya," tegasnya.

Senada dengan sang pelatih, pemain Persijap Dicky Kurniawan juga menyesali kegagalan timnya memanfaatkan peluang emas, terutama di babak pertama.

Dia berjanji akan melakukan evaluasi bersama tim pelatih agar hasil serupa tidak terulang di laga berikutnya.

Kemenangan meyakinkan ini menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya untuk menatap putaran selanjutnya di tahun 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. 

Ini adalah menangan pertama Persebaya dalam lima pertandingan terakhir. Saat ini, Persebaya bercokol di peringkat 6 dengan 23 poin, berselisih 1 poin dengan PSIM Yogyakarta.

Sebaliknya, Persijap mencatat empat kali kalah dan sekali seri dalam lima pertandingan terakhir. Laskar Kalinyamat kini bercokol di posisi 17 dengan 9 poin, berselisih 2 poin dengan Persis Solo yang menjadi juru kunci. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#Francisco Rivera #Koko Ari Araya #Bruno Moreira #Mihailo Perovic #Malik Risaldi #gali freitas #diego mauricio #carlos franca #Super League #Persebaya #Leo Lelis #Persebaya vs Persijap Jepara #persijap jepara