RADAR BALI - Berambisi keluar dari zona merah, Persis Solo kini tengah menunjukkan manuver serius di bursa transfer paruh musim kompetisi 2025/2026.
Terpuruk di jurang degradasi menjadi alarm keras bagi manajemen Laskar Sambernyawa untuk segera melakukan perombakan besar-besaran.
Kehadiran sang pemilik, Kaesang Pangarep, yang turun langsung memantau sesi latihan dan berdialog dengan suporter, menjadi sinyal kuat bahwa perubahan besar sedang disiapkan demi menyelamatkan marwah klub kebanggaan warga Solo ini.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa manajemen tengah merancang strategi untuk mendatangkan 12 amunisi baru, yang terdiri dari kombinasi lima pemain asing dan tujuh talenta lokal.
Dari deretan nama yang muncul ke permukaan, dua sosok yang paling mencuri perhatian adalah gelandang serang Dewa United Stefano Lilipaly dan winger enerjik milik Borneo FC, Maicon de Souza.
Selain itu, Persis juga dikaitkan dengan winger PSS Sleman Terens Puhiri, bek Malut United Nilson Junior, dan striker Union Berlin Marin Ljubičić.
Namun, memindahkan Marin dari Bundesliga ke Super League akan menjadi pekerjaan berat karena klub raksasa Schalke 04 dikabarkan juga meminati jasa pemain Kroasia ini.
Maicon de Souza sendiri bukanlah nama sembarangan di musim ini. Sejak didatangkan dari klub Malta, Naxxar Lions FC, pemain asal Brasil ini langsung nyetel dengan atmosfer sepak bola Indonesia.
Selama putaran pertama, ia menjadi nyawa di lini serang Borneo FC, membentuk kemitraan solid bersama Mariano Peralta. Meski catatan golnya tidak setinggi striker murni, kreativitas Maicon di sektor sayap lewat kemampuan dribel di atas rata-rata seringkali menjadi kunci pembuka pertahanan lawan.
Keinginan Persis untuk meminang Maicon tentu didasari oleh statistik impresifnya yang membantu Borneo FC menutup paruh musim di peringkat kedua klasemen. Maicon tidak hanya menawarkan kecepatan, tetapi juga fleksibilitas taktis yang memungkinkan pelatih melakukan rotasi di tengah laga.
Namun, langkah Persis di bursa transfer tidak selalu mulus. Rencana Milomir Seslija mendatangkan Febri Hariyadi dari Persib Bandung dikabarkan kandas, lantaran sang pemain justru disebut lebih dekat dengan Semen Padang FC.
Langkah agresif ini disambut hangat oleh kelompok suporter Ultras 1923. Mereka meminta pembelian pemain kali ini harus dipantau langsung oleh pemilik klub agar kegagalan transfer di masa lalu tidak terulang kembali.
Bagi pendukung Persis, harapannya sederhana: siapapun yang datang, baik itu Maicon, Lilipaly, atau nama lain seperti Terens Puhiri dan Marin Ljubičić, mereka harus hadir sebagai solusi nyata di lapangan, bukan sekadar pelengkap daftar skuad. Kini, publik sepak bola Solo tengah menanti, mampukah manuver transfer ini menjadi titik balik bagi Laskar Sambernyawa untuk melesat naik dan menjauhi ancaman degradasi?
Editor : Ibnu Yunianto