RADAR BALI - Semen Padang FC berhasil membawa pulang satu poin dalam laga tandang yang dramatis melawan Bali United FC pada pekan ke-18 Super League 2025/2026.
Meski pertandingan berakhir seri 3-3, pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, meyakini timnya memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan andai tidak terkendala badai cedera di tengah laga.
Bermain di markas Serdadu Tridatu, tim berjuluk Kabau Sirah ini tampil menggebrak sejak menit awal. Laga baru berjalan lima menit, Angelo Meneses sukses membobol gawang tuan rumah.
Dominasi Semen Padang berlanjut pada menit ke-12 lewat gol Jaime Giraldo, yang menandai debut manisnya bersama tim. Keunggulan 2-0 ini bertahan hingga peluit babak pertama dibunyikan.
Dejan memuji performa anak asuhnya yang tampil fantastis di paruh pertama. Selain itu, Semen Padang mengukir catatan impresif sebagai tim pertama musim ini yang mampu menyarangkan tiga gol ke gawang Bali United.
Titik Balik Akibat Cedera dan Keputusan Wasit
Memasuki babak kedua, momentum pertandingan mulai bergeser. Dejan menyoroti cederanya tiga pilar utama yang memaksa perubahan strategi secara darurat.
Gelandang serang Kianz Froese harus ditarik keluar, disusul kekhawatiran atas kondisi striker Firman Juliansyah dan penyerang sayap Armando Oropa.
"Kami harus mengganti Kianz Froese bukan karena kemauan taktik, tapi karena kendala cedera. Kalau tidak ada cedera, saya yakin kesempatan menang sangat besar," ujar Dejan dalam konferensi pers usai laga.
Selain faktor teknis pemain, Dejan juga melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit. Ia merasa timnya dirugikan setelah dua gol Semen Padang dianulir. "Jangan lupa ada dua gol kami yang dianulir wasit. Lucu. Skor akhirnya 3-3, tapi saya pikir kami bisa menang," tegasnya.
Drama Enam Gol
Bali United bangkit di babak kedua melalui gol Jens Raven (54') dan Mirza Mustafic (69') yang menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Tuan rumah bahkan sempat berbalik unggul 3-2 lewat aksi Thijmen Goppel pada menit ke-75.
Namun, semangat juang Kabau Sirah tidak padam. Ripal Wahyudi muncul sebagai penyelamat lewat tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-79, memastikan skor berakhir imbang 3-3.
Meski gagal menang, Dejan tetap mensyukuri keberhasilan mencuri poin di Bali. Ia menegaskan bahwa wajah Semen Padang kini telah berubah dan siap memberikan perlawanan sengit di sisa musim ini.***
Editor : Ibnu Yunianto