RADAR BALI - PSIM Jogja resmi memperkenalkan bek tengah asal Belanda, Jop van der Avert, sebagai rekrutan anyar pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/26.
Kehadiran pemain berusia 25 tahun itu menjadi langkah strategis manajemen bersama pelatih kepala Jean-Paul van Gastel untuk memperkuat kedalaman skuad, khususnya di sektor pertahanan.
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna menjelaskan bahwa keputusan merekrut Jop tidak diambil secara mendadak.
Evaluasi tim pelatih terhadap performa tim pada beberapa laga terakhir menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan tambahan pemain di lini belakang.
“Pelatih kepala menggarisbawahi pentingnya kedalaman skuad, terutama di lini pertahanan. Di beberapa game terakhir, contohnya saat melawan Persebaya, kami sangat kekurangan opsi pemain belakang,” ujar Razzi dikutip dari psimjogja.id.
Profil dan Fleksibilitas Jop van der Avert
Jop van der Avert dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut. Selain berposisi utama sebagai bek tengah, pemain berkaki kidal dengan tinggi 186 cm ini juga memiliki kemampuan bermain sebagai bek sayap kiri.
Fleksibilitas itu membuatnya menjadi opsi tambahan yang berharga bagi PSIM Jogja dalam menghadapi padatnya jadwal kompetisi.
Pengalaman Jop juga menjadi pertimbangan utama. Alumnus akademi NAC Breda ini sempat memperkuat FC Dordrecht di Liga Belanda sebelum melanjutkan karier di kompetisi Asia bersama klub Liga 2 Korea Selatan, Cheongju FC.
Menariknya, Jop pernah menghadapi tim yang dilatih Jean-Paul van Gastel saat sang pelatih masih berkarier di Belanda.
“Kualitas Jop menurut kami cukup baik karena ia punya pengalaman di Belanda dan terakhir di Korea.
Coach Van Gastel juga sudah sedikit banyak mengetahui karakter permainannya karena pernah berhadapan langsung,” tambah Razzi.
Evaluasi Pertahanan dan Perombakan Skuad
Langkah manajemen untuk bergerak cepat membenahi lini pertahanan dipicu oleh hasil buruk di beberapa laga terakhir, termasuk saat menghadapi Persebaya Surabaya.
Krisis bek tengah menjadi persoalan serius setelah cederanya Yusaku Yamadera dan hukuman kartu merah yang diterima Franco Ramos.
Sebagai bagian dari perombakan skuad untuk memberi ruang bagi pemain asing baru, PSIM Yogyakarta resmi melepas penyerang sayap Kasim Botan pada Kamis (29/1/2026). Pemain berusia 28 tahun itu dilepas ke sesama klub Super League, Semen Padang.
"Pertimbangan utamanya adalah kebutuhan jam terbang karena di posisinya saat ini, persaingan di PSIM memang sangat ketat," kata Razzi.
Peluang Debut Melawan Persis Solo
Manajemen PSIM membuka peluang bagi Jop untuk menjalani debut pada laga terdekat menghadapi Persis Solo, Jumat (6/2).
Secara administrasi, proses kepindahan pemain Belanda tersebut dipastikan tidak menemui kendala.
“Tinggal melihat kondisi fisiknya, apakah sudah siap atau masih perlu waktu,” jelas Razzi terkait peluang bermainnya Jop di laga bertajuk Derby Mataram tersebut.
Selain sektor bek tengah, manajemen juga disebut-sebut sedang mengincar kiper Persib Bandung Adam Przybek guna memperkokoh sektor pertahanan secara menyeluruh.
Meski berstatus pemain asing, Adam saat ini merupakan kiper ketiga di Persib di bawah Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana.***
Editor : Ibnu Yunianto