RADAR BALI – Atlet speed skating asal Amerika Serikat, Jordan Stolz, memulai misinya memburu empat medali emas dengan cara yang spektakuler.
Pada Rabu malam, 11 Februari 2026, Stolz berhasil memenangkan medali emas nomor 1.000 meter putra di Milano Speed Skating Stadium sekaligus memecahkan rekor Olimpiade.
Pemuda berusia 21 tahun tersebut mencatatkan waktu 1:06.28, menghapus rekor sebelumnya dan unggul 0,50 detik dari rival utamanya Jenning de Boo.
Skater asal Belanda itu meraih perak dengan waktu 1:06.78. Sementara medali perunggu diamankan oleh atlet China Ning Zhongyan dengan catatan waktu 1:07.34.
Kemenangan ini menjadi sangat emosional karena disaksikan langsung oleh legenda balap lari es Amerika Serikat, Eric Heiden.
Stolz menjadi atlet putra AS pertama yang meraih emas di cabang speed skating sejak Olimpiade Vancouver 2010.
"Anda bisa memenangkan Piala Dunia sebanyak yang Anda mau, tetapi bisa menang di sini yang hanya ada empat tahun sekali, rasanya sungguh tak terlukiskan," ujar Stolz.
Amerika Serikat Kuasai Figure Skating
Selain kesuksesan di lintasan kecepatan (speed skating), Amerika Serikat juga menunjukkan dominasi di disiplin artistik, Figure Skating.
Berikut adalah update hasil dari Mediolanum Forum:
Emas Beregu (Team Event): Amerika Serikat resmi meraih medali emas setelah mengumpulkan total 69 poin, unggul tipis satu poin dari Jepang (68 poin) yang harus puas dengan medali perak.
Italia (60 poin) melengkapi podium dengan medali perunggu di hadapan publik sendiri.
Dominasi Ilia Malinin: Bintang muda AS, Ilia Malinin, menjadi kunci kemenangan timnya. Ia memenangkan sesi free skating dengan skor 200.03, mengungguli Shun Sato dari Jepang.
Malinin juga memimpin klasemen sementara di nomor tunggal putra per 12 Februari setelah penampilan luar biasa di short program.
Ice Dance: Pasangan Prancis, Laurence Fournier Beaudry dan Guillaume Cizeron, meraih medali emas.
Pasangan AS, Madison Chock dan Evan Bates, membawa pulang medali perak, disusul Piper Gilles dan Paul Poirier dari Kanada dengan medali perunggu.
Dominasi Tuan Rumah dan Hasil Final Lainnya
Hingga Jumat dini hari (13/2), sejumlah pertandingan final lainnya menunjukkan persaingan ketat di berbagai disiplin:
Ski Alpine: Federica Brignone (35) asal Italia mencetak sejarah sebagai juara Olimpiade tertua di nomor Women's Super-G.
Speed Skating Putri: Francesca Lollobrigida menambah emas untuk Italia di nomor 5.000 meter.
Short Track: Atlet Belanda, Xandra Velzeboer, memenangkan emas 500 meter putri, namun Arianna Fontana (Italia) mencetak sejarah dengan medali peraknya, menjadikannya atlet short track paling berprestasi sepanjang masa (13 medali).
Luge: Tim Jerman tampil sempurna untuk meraih emas di nomor Mixed Team Relay.
Snowboard Cross: Alessandro Hämmerle (Austria) berhasil mempertahankan gelarnya secara beruntun (back-to-back gold).
Menuju Final Skeleton dan Biathlon
Perhatian dunia kini beralih ke final besar berikutnya, yaitu nomor Skeleton Putra dan Biathlon 15km Putra yang dijadwalkan berlangsung hari ini (13/2/2026).***
Editor : Ibnu Yunianto