RADAR BALI - Persib Bandung tengah bersiap menghadapi tantangan berat pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/26.
Menjamu Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari 2026, Maung Bandung harus tampil tanpa diperkuat dua pilar pentingnya.
Gelandang Julio Cesar dan Marc Klok kemungkinan besar absen dalam laga penentu tersebut. Keduanya masih dalam pengawasan intensif tim medis akibat cedera.
"Julio sedang pemulihan, cedera daerah lutut ya. Kira-kira mungkin dua mingguan lebih ya. Marc Klok juga," ujar Dokter Tim Persib Wira.
Meski kehilangan Cesar dan Klok, Persib mendapatkan kabar baik dengan pulihnya Beckham Putra.
Gelandang muda tersebut dinyatakan siap kembali merumput setelah sebelumnya menepi karena cedera. "Beckham sudah pulih. Kalau Julio (Cesar) kemungkinan kecil (main)," tambahnya.
Selain kondisi Beckham, tim medis juga memberikan perkembangan terkait kebugaran pemain anyar yang didatangkan Pelatih Bojan Hodak di paro musim.
Bek Layvin Kurzawa, striker Sergio Castel, dan bek Dion Markx dilaporkan dalam kondisi yang terus membaik.
Khusus untuk Kurzawa, fokus utama saat ini adalah peningkatan level kebugaran agar siap bersaing di kompetisi Asia.
Persib saat ini tertinggal agregat tiga gol setelah menelan kekalahan pada leg pertama di markas Ratchaburi FC, 11 Februari lalu.
Walau membawa beban defisit gol yang cukup besar, Bek Persib Frans Putros menegaskan bahwa timnya belum mengibarkan bendera putih.
Putros memastikan seluruh penggawa Pangeran Biru akan bekerja ekstra keras demi membalikkan keadaan atau melakukan remontada.
Baginya, dukungan dari Bobotoh di stadion akan menjadi faktor pembeda yang membakar semangat pemain.
"Tentu saja tidak mudah melihat hasil yang kami dapatkan di Ratchaburi. Namun, tidak ada yang mustahil," tegas Putros.
Ia meyakini bahwa dengan keyakinan yang dimiliki seluruh staf dan pemain, peluang untuk lolos ke fase berikutnya masih terbuka lebar.
"Saya pikir, seluruh tim, staf, semua orang di sini masih percaya kita bisa melewatinya," pungkasnya.***
Editor : Ibnu Yunianto