RADAR BALI - Legenda hidup snowboard Kanada, Mark McMorris, akhirnya menuntaskan penantian panjangnya dengan meraih medali emas Olimpiade pertamanya di nomor Slopestyle Putra pada ajang Milano Cortina 2026, Rabu (18/2).
Bertanding di Livigno Snow Park, McMorris mencatatkan sejarah sebagai atlet snowboard pertama yang berhasil meraih medali di empat edisi Olimpiade berturut-turut (2014, 2018, 2022, dan 2026).
Meski telah menginjak usia 32 tahun, McMorris membuktikan bahwa kematangan mental dan pengalaman adalah kunci di olahraga ekstrem.
Setelah meraih medali perunggu pada tiga edisi sebelumnya, ia tampil habis-habisan untuk mengubah warna medalinya menjadi emas di Italia.
Pertandingan final berlangsung dramatis. Juara bertahan asal Tiongkok, Su Yiming, sempat memimpin jalannya kompetisi hingga putaran kedua (Run 2) dengan skor tinggi 92,50.
Namun, McMorris yang tampil di putaran terakhir (Run 3), menyuguhkan performa yang nyaris tanpa celah.
Trik Penentu Kemenangan
McMorris mengombinasikan teknik rail yang sangat teknis dengan lompatan udara spektakuler.
Puncaknya, ia mengeksekusi trik Backside Triple Cork 1620 dengan pendaratan yang sangat halus.
Aksi tersebut membuat juri memberikan skor tertinggi 94,33, yang tidak mampu dikejar oleh rival lainnya hingga kompetisi berakhir.
Hasil Final Snowboard Slopestyle Putra:
Mark McMorris (Kanada): 94,33 (Emas)
Su Yiming (Tiongkok): 92,50 (Perak)
Marcus Kleveland (Norwegia): (Perunggu)
Bangkit dari Kecelakaan
Kemenangan ini terasa semakin manis mengingat McMorris sempat mengalami kecelakaan mengerikan saat sesi latihan hanya dua minggu sebelum kompetisi dimulai.
Meski didera cedera, ia berhasil menempati posisi ketiga di babak kualifikasi sebelum akhirnya meledak di partai final.
Keberhasilan McMorris menahan gempuran rider muda seperti Su Yiming (21) dan Marcus Kleveland (26) mempertegas posisinya sebagai salah satu atlet snowboard terbaik sepanjang masa.
Dengan tambahan medali emas ini, Kanada terus memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen umum Olimpiade Musim Dingin 2026.***
Editor : Ibnu Yunianto