Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jadwal 4 Laga Krusial Persebaya saat Puasa: Dari Persijap Hingga Persib dan Borneo

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 19 Februari 2026 | 16:04 WIB
Leo Lelis saat membobol gawang Persijap di paro pertama musim kompetisi Super League 2025 2026.
Leo Lelis saat membobol gawang Persijap di paro pertama musim kompetisi Super League 2025 2026.

RADAR BALI - Rasa sakit akibat kekalahan di kandang sendiri bukan sekadar kehilangan poin, melainkan tamparan keras bagi harga diri tim sebesar Persebaya.

Hasil pahit tersebut langsung menyulut emosi seluruh skuad, dan salah satu yang paling merasakannya adalah bek Leo Lelis.

Kekalahan tipis 1-2 saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-21 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bung Tomo terasa sangat perih.

Selain terjadi di depan Bonek dan Bonita, hasil minor itu memutus rangkaian rekor 13 pertandingan tak terkalahkan milik Bajol Ijo.

Pemain asal Brasil Leo Lelis menegaskan bahwa tim tidak ingin larut dalam penyesalan.

Menjelang laga pekan ke-22 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2), ambisi menebus kegagalan menjadi motivasi utama.

"Kekalahan adalah hal yang tidak menyenangkan. Kami menantikan pertandingan berikutnya agar dapat mengubah situasi dan meraih tiga poin untuk membawa suasana positif bagi tim secepat mungkin," ujar pemain berusia 32 tahun tersebut.

Leo menambahkan bahwa jawaban terbaik dari sebuah kekalahan adalah bekerja lebih keras.

Saat ini, intensitas latihan meningkat dan komunikasi antar pemain diperkuat untuk memastikan Persebaya pulang dengan poin penuh dari markas lawan.

Persebaya dijadwalkan melakoni empat pertandingan dengan jadwal yang sangat rapat dalam rentang waktu dua pekan.

Perjalanan dimulai dengan laga tandang menghadapi Persijap Jepara pada 21 Februari.

Setelah itu, tim harus segera kembali untuk melakoni tiga laga kandang beruntun, yakni menjamu PSM Makassar pada 25 Februari, menghadapi rival klasik Persib Bandung pada 2 Maret, dan ditutup dengan laga melawan Borneo FC pada 7 Maret mendatang.

Dengan jeda hanya tiga hingga lima hari antar laga, aspek pemulihan menjadi kunci utama, terutama karena aktivitas bertanding beririsan dengan ibadah puasa para pemain.

Menanggapi situasi ini, dokter tim Persebaya Ahmad Ridhoi telah menyiapkan skema khusus untuk menjaga kebugaran pemain. Fokus utama tim medis terletak pada manajemen energi, nutrisi, dan waktu istirahat.

"Saat Ramadan, pemain tetap berlatih dan bertanding dengan intensitas tinggi. Karena itu, kami atur pola makan saat sahur dan berbuka supaya kebutuhan kalori dan cairan tetap terpenuhi," kata dokter Ahmad Ridhoi.

Tim medis juga melakukan pemantauan harian yang ketat terhadap kondisi fisik pemain untuk memastikan tidak ada penurunan massa otot yang signifikan.

Selain itu, pengecekan kadar hidrasi guna menjaga keseimbangan cairan tubuh, hingga pengawasan kualitas tidur untuk menjamin waktu istirahat yang cukup di tengah perubahan pola aktivitas.

"Recovery jadi kunci. Jarak pertandingan yang mepet menuntut pemain cepat pulih. Setelah pertandingan, kami maksimalkan pemulihan dalam 24 hingga 48 jam pertama," pungkasnya. (*)

Editor : Ibnu Yunianto
#persib bandung #Ramadan 2026 #berita Persebaya #klasemen persebaya #borneo fc #psm makassar #Jadwal Arema FC #BRI Super League #Jadwal Persebaya #Persebaya Surabaya #puasa #Bajol Ijo #Bernardo Tavares #bonek #Persebaya #Leo Lelis #persijap jepara #bhayangkara fc #Persijap vs Persebaya