RADAR BALI - Masa depan Marcus Rashford di Manchester United (MU) kini berada di ujung tanduk.
Penyerang asal Inggris tersebut dilaporkan menjadi prioritas utama perburuan pemain baru Barcelona di bursa transfer akhir musim.
Dalam perjanjian peminjaman saat ini, klub asal Catalunya tersebut memiliki opsi untuk mempermanenkan Rashford dengan nilai 26 juta poundsterling atau sekitar Rp 591 miliar.
Namun, performa gemilang Rashford di Spanyol membuat angka tersebut kini jauh di bawah harga pasar yang mencapai 50 juta poundsterling.
Media Spanyol Sport melaporkan bahwa agen Rashford, Arturo Canales, telah bertemu dengan Direktur Olahraga Barcelona Deco.
Pertemuan tersebut membahas skema finansial yang memungkinkan Barcelona bisa mempermanenkan Rashford.
Bahkan keduanya dikabarkan akan melakukan negosiasi lanjutan untuk mengupayakan Barcelona bisa memboyong Rashford secara permanen dengan harga lebih murah.
Jika Barcelona mengaktifkan klausul sebelum tenggat 30 Juni, MU berisiko kehilangan potensi pemasukan sekitar 25 juta poundsterling (sekitar Rp 580 miliar) dari valuasi pasar Rashford saat ini.
Kebangkitan di Bawah Asuhan Hansi Flick
Keputusan meminjamkan Rashford ke Barcelona pada musim panas 2025 terjadi setelah sang pemain tersisih dari skuad utama di era Ruben Amorim.
Hubungan yang tidak harmonis membuat Rashford sempat dibuang dengan status pinjaman ke Aston Villa sebelum akhirnya mendarat di Camp Nou.
Di bawah arahan pelatih Barcelona Hansi Flick, Rashford justru menemukan kembali sentuhan emasnya.
Dalam 34 pertandingan di berbagai event, Rashford mencetak 10 gol dan 13 assist. Jumlah gol itu terhitung fantastis untuk seorang gelandang serang.
Rashford sendiri secara terbuka mengakui bahwa dirinya merasa sangat nyaman dan seperti berada di rumah sendiri selama berkarier di Spanyol.
Sinyal ini memperkuat spekulasi bahwa sang pemain akan mendorong kepindahan permanen ke Catalunya.
Ulang Flop Scott McTominay
Situasi Rashford tersebut memicu kekhawatiran terulangnya insiden Scott McTominay.
Manchester Merah sebelumnya melepas McTominay ke Napoli seharga 25,7 juta poundsterling untuk memenuhi regulasi Profit and Sustainability Rules (PSR) Premier League demi mendatangkan Manuel Ugarte.
Namun, keputusan tersebut berbuah penyesalan. McTominay justru moncer di Napoli dengan meraih gelar Serie A dan mencetak 23 gol serta 10 assist dari 70 penampilan. Kontribusi signifikan tersebut membuat McTominay menyabet penghargaan MVP liga.
Sedangkan Manuel Ugarte justru kesulitan menembus skuad utama di bawah tiga pelatih berbeda (Erik ten Hag, Ruben Amorim, dan Michael Carrick) dengan kontribusi gol yang minim.
Dilema Michael Carrick
Pelatih MU Michael Carrick dikabarkan ingin membawa pulang Rashford untuk musim 2026/27 jika ditunjuk sebagai pelatih kepala secara permanen.
Namun, dengan keinginan kuat Barcelona dan performa apik Rashford di La Liga, posisi Setan Merah sangat tidak nyaman.
Manajemen MU kini harus memilih: menerima dana transfer yang dianggap terlalu murah atau mengambil risiko kehilangan pemain binaan akademi tersebut secara cuma-cuma jika kesepakatan buntu.***
Editor : Ibnu Yunianto