RADAR BALI - Persija Jakarta akan menjamu Dewa United FC dalam laga pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (15/3/2026) pukul 20.30 WIB.
Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim yang tengah mengusung misi berbeda di sisa musim kompetisi.
Berikut adalah tiga fakta menarik yang melatarbelakangi pertemuan kedua tim:
1. Sama-Sama Gagal Menang di Laga Terakhir
Kedua kesebelasan menatap laga ini dengan modal yang kurang maksimal.
Persija Jakarta baru saja bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC, hasil yang membuat langkah mereka sedikit tertahan dalam pengejaran takhta klasemen.
Kondisi lebih sulit dialami Dewa United yang sedang terpuruk dalam tren negatif.
Pekan lalu, tim asuhan Pelatih Jan Olde Riekerink ini harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dengan kekalahan telak 0-2 di kompetisi domestik.
Selain itu, mereka juga menelan kekalahan 0-1 dari wakil Filipina, Manila Digger FC, di ajang antarklub Asia.
Kegagalan memetik poin penuh di laga-laga sebelumnya membuat motivasi bangkit menjadi tema utama dalam duel di JIS nanti.
2. Ambisi Juara vs Status Klub Medioker
Musim ini memperlihatkan perbedaan nasib yang mencolok bagi kedua klub.
Persija Jakarta sedang dalam misi besar mengejar gelar juara setelah musim lalu hanya mampu finis di peringkat ketujuh.
Saat ini, Macan Kemayoran bertengger di posisi ketiga dengan 51 poin, menempel ketat Borneo FC dan Persib Bandung di jalur perburuan gelar.
Sebaliknya, Dewa United justru mengalami penurunan performa yang signifikan.
Sempat menyandang status sebagai klub kelas Asia yang membanggakan, kini mereka harus rela terlempar ke papan tengah di peringkat ke-10.
Dewa United musim ini lebih terlihat sebagai tim medioker yang sedang berjuang menemukan konsistensi di tengah gempuran jadwal padat.
3. Krisis Kebugaran vs Lini Depan Pincang
Kendala teknis membayangi kedua pelatih menjelang kick-off. Pelatih Persija Mauricio Souza harus memutar otak karena lini depan timnya sedang pincang.
Penyerang muda Mauro Zijlstra diragukan tampil akibat cedera paha, sementara striker Alaaeddine Ajaraie masih dalam pemantauan tim medis.
"Mauro, sayangnya di hari Minggu dia shooting terus dia cedera di paha depan. Karena itu, dia tidak bisa tampil di pertandingan ini lawan Borneo," ucap pelatih asal Brasil itu.
Situasi semakin pelik bagi tuan rumah karena gelandang Allano Lima dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning.
Di sisi lain, Dewa United juga dihantui risiko kelelahan ekstrem karena hanya memiliki waktu istirahat tiga hari setelah melakoni laga hidup-mati di Asia sebelum harus meladeni Persija.
Pelatih Jan Olde Riekerink bahkan sempat menyoroti fokus pemain belakangnya yang menurun.
"Kami harus lebih waspada terhadap serangan balik. Gol yang terjadi di menit ke-20 pada laga internasional kemarin menunjukkan kurangnya kesadaran pemain dalam mengantisipasi bola panjang," ujar juru taktik asal Belanda tersebut.
Pertandingan ini diprediksi akan berjalan ketat mengingat Persija membutuhkan poin penuh untuk menjaga asa juara.
Sementara Dewa United ingin membuktikan bahwa mereka masih memiliki taji di hadapan publik Jakarta.***
Editor : Ibnu Yunianto