RADAR BALI - Dewa United Banten FC akan menghadapi laga penentuan saat menjamu klub asal Filipina, Manila Digger FC, pada leg kedua perempat final AFC Challenge League.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Sport Center Kelapa Dua, Tangerang, Kamis (12/3/2026) malam.
Laga ini menjadi momen krusial bagi Banten Warriors untuk menjaga asa melangkah lebih jauh di kompetisi antarklub Asia tersebut mengingat Dewa United saat ini tertinggal agregat 1-0 setelah hasil leg pertama di Filipina.
Situasi tersebut membuat tim tuan rumah harus mampu membalikkan keadaan jika ingin memastikan tempat di babak semifinal.
Bermain di hadapan pendukung sendiri tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Dewa United karena dukungan penuh dari para suporter diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal dan meraih hasil yang dibutuhkan.
Menjelang pertandingan penting tersebut, gelandang Dewa United Alexis Messidoro menyampaikan optimisme tim.
Messidoro menilai bahwa seluruh pemain menunjukkan sikap positif sepanjang masa persiapan menjelang laga penentuan ini dan menegaskan bahwa tim memiliki semangat besar untuk mengejar ketertinggalan.
"Saya rasa kami menjalani pekan persiapan dengan baik. Kami semua sangat antusias dan fokus untuk membalikkan keadaan," ujar gelandang pemilik nomor punggung 28 itu.
Pemain asal Argentina itu menambahkan bahwa kerja keras yang dilakukan selama sesi latihan dalam sepekan terakhir diharapkan dapat diterapkan secara maksimal ketika pertandingan berlangsung.
Perjalanan Dewa United Banten FC di perempat final AFC Challenge League memang harus menghadapi ujian berat setelah takluk tipis 1-0 dari Manila Digger FC pada leg pertama di Rizal Memorial Stadium, Manila, Kamis (5/3/2026) malam.
Kala itu, gol tunggal pemain Manila Digger, Kenji Nishioka, pada menit ke-21 melalui skema serangan balik menjadi pembeda hasil akhir meski Dewa United sempat tampil lebih dominan pada babak kedua.
Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink menilai pertandingan leg pertama sebagai benturan dua filosofi permainan yang berbeda.
Sosok asal Belanda ini memahami karakter lawan yang memiliki daya juang tinggi meski secara postur tidak selalu unggul.
Riekerink mengakui timnya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit pertama untuk menyesuaikan diri dengan pola permainan lawan yang mengandalkan bola-bola panjang dan kekuatan duel.
Namun, pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut tetap melihat banyak hal positif yang bisa menjadi modal menghadapi leg kedua di kandang.
Menurutnya, meskipun tertinggal 0-1, target utama tim tetap tidak berubah karena tugas pertama mereka adalah mencetak gol untuk menyamakan agregat dan kemudian memenangkan pertandingan.
Filosofi permainan Dewa United yang bertumpu pada kolektivitas tim, penguasaan bola, serta sirkulasi permainan yang dinamis diharapkan dapat berjalan sepanjang laga besok.
Pelatih yang akrab disapa Coach Jan ini yakin jika gaya tersebut dapat dimainkan secara konsisten sejak menit awal, Dewa akan terus menciptakan peluang.***
Editor : Ibnu Yunianto