RADAR BALI - Jeda kompetisi BRI Liga 1 selama dua pekan menjadi momentum krusial bagi pelatih Persebaya Bernardo Tavares untuk merombak kekuatan tim.
Pelatih asal Portugal tersebut memilih fokus pada pemulihan kebugaran sekaligus penguatan mental pemain setelah melewati jadwal pertandingan yang sangat padat.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Tavares mengakui bahwa kekalahan telak 1-5 saat bertandang ke markas Borneo FC pada laga terakhir memberikan dampak psikologis yang cukup berat bagi skuad Green Force.
Masa rehat ini pun dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi total agar para pemain bisa bangkit dari kekecewaan dan kembali dengan motivasi yang lebih tinggi.
"Kami memutuskan untuk memberikan waktu kepada para pemain sebelum kembali mempersiapkan diri. Target kami adalah kembali lebih kuat, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental," jelas Tavares.
Ia meyakini bahwa kekalahan besar kemarin harus menjadi pelajaran berharga yang membangkitkan tekad para pemain untuk memperbaiki diri di sisa musim.
Meski kompetisi sedang libur, Tavares memastikan anak asuhnya tidak sepenuhnya berhenti berlatih.
Bersama staf pelatih, ia telah menyusun program latihan khusus yang sangat terstruktur.
Para pemain dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang masing-masing dipantau secara ketat oleh anggota staf teknis untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai rencana.
Setiap penggawa Persebaya juga dibekali dengan modul latihan individu yang wajib dijalankan secara disiplin.
Hal ini bertujuan agar saat tim kembali berkumpul untuk latihan kolektif, intensitas fisik mereka tidak melorot dan siap untuk langsung tancap gas.
Tavares menegaskan akan ada pemeriksaan kondisi fisik secara detail pada hari pertama latihan bersama nanti.
Persiapan matang ini menjadi harga mati mengingat lawan yang akan dihadapi berikutnya adalah Persita pada 4 April 2026.
Laga ini diprediksi akan berjalan sengit karena kedua tim sedang bersaing ketat di papan klasemen.
Persebaya saat ini masih tertahan di posisi ketujuh dengan koleksi 39 poin dari 25 pertandingan.
Kemenangan atas Persita menjadi target utama untuk memangkas jarak poin. Persita sendiri saat ini nangkring di peringkat kelima dengan 41 poin, atau hanya terpaut dua angka dari Persebaya.
Jika berhasil mengamankan poin penuh, posisi Pelatih Persita Carlos Pena dan anak asuhnya terancam digusur oleh armada Bernardo Tavares yang berambisi menembus papan atas.***
Editor : Ibnu Yunianto