Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sisi Lain Kemarau Kering di Tabanan : Harga Gabah Melambung Tembus Rp 7.800 per Kg

J
Penulis: Juliadi Radar Bali❯
PANEN BAGUS : Petani panen padi di persawahan Tabanan. (Juliadi/Radar Bali)
PANEN BAGUS : Petani panen padi di persawahan Tabanan. (Juliadi/Radar Bali)

Advertisement

Musim kemarau yang berjalan bersamaan dengan fenomena cuaca panas El Nino mulai berdampak signifikan terhadap komoditas pertanian di Tabanan. Harga gabah di tingkat penggilingan beras melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp 7.700 hingga Rp 7.800 per kilogram (kg).

INI menjadi “berkah” di sisi yang berbeda. Angka tersebut berada jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kg.

Advertisement

Petani muda asal Desa Bengkel, Kecamatan Kediri yang juga mengelola usaha penggilingan beras, Pande Putu Widia Paramarta mengungkapkan bahwa lonjakan harga gabah melampaui HPP pemerintah ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.

"Ini lonjakannya lumayan karena sudah jauh di atas HPP. Harga Rp 7.700 sampai Rp 7.800 per kg itu berlaku di tingkat penggilingan beras," ujarnya pada Selasa (25/8/2026).

Advertisement

Menurutnya, ada beberapa faktor utama yang memicu melambungnya harga gabah. Salah satunya adalah musim kemarau panjang yang membuat pasokan dan distribusi air irigasi ke sawah terganggu.

Kondisi tersebut memaksa sebagian petani beralih menanam palawija ketimbang padi. Alih fungsi tanam sementara ini marak terjadi di kawasan Selemadeg Timur, Selemadeg, hingga Selemadeg Barat, sehingga pasokan gabah lokal dari petani menurun drastis. Terlebih lagi, saat ini wilayah Tabanan belum memasuki musim panen raya.

Saat ini, pasokan gabah di Tabanan selama musim kemarau dominan dipasok dari wilayah utara, yakni Kecamatan Penebel. Pasalnya, debit dan pasokan air di kawasan tersebut relatif masih melimpah meski di tengah kemarau.

"Jadi musim kemarau ini sangat memengaruhi harga gabah. Di satu sisi, cuaca panas sebenarnya menguntungkan petani karena proses pengeringan gabah jadi lebih maksimal," bebernya.

Guna menjaga operasional penggilingan beras tetap berjalan di tengah minimnya pasokan lokal, ia mengaku harus mendatangkan gabah dari luar pulau, yakni Lombok, NTB.

"Secara kualitas, gabah atau padi dari Lombok hampir sama dengan Bali. Hanya saja harganya jadi lebih mahal karena ada tambahan biaya transportasi pengiriman," pungkasnya.[*]

Advertisement

Artikel Terkait

Jamin Stabilitas Harga sesuai HET, BULOG Bali Distribusikan Beras SPHP dan Premium ke Ritel Modern

Jamin Stabilitas Harga sesuai HET, BULOG Bali Distribusikan Beras SPHP dan Premium ke Ritel Modern

Perum BULOG Kantor Wilayah Bali terus memperkuat upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi masyarakat melalui perluasan distribusi beras ke berbagai jaringan ritel modern

Kemarau Panjang Diprediksi hingga Januari, Ribuan KK di Jembrana Masih Krisis Air Bersih

Kemarau Panjang Diprediksi hingga Januari, Ribuan KK di Jembrana Masih Krisis Air Bersih

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengungkapkan, distribusi air bersih untuk 1.048 Kepala Keluarga (KK) terdampak masih dilakukan secara bergiliran.

Pekak 84 Tahun Bikin Heboh, Dikira Sudah Padam, Bakar Sampah di Kebun Berujung Kebakaran

Pekak 84 Tahun Bikin Heboh, Dikira Sudah Padam, Bakar Sampah di Kebun Berujung Kebakaran

Api yang semula dianggap sudah padam justru memicu kebakaran lahan di Lingkungan Kebon, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer