
TABANAN, RadarBali.id – Musibah bencana alam masih terus menghantui wilayah Kabupaten Tabanan. Memasuki musim hujan yang melanda sejak akhir Oktober hingga awal November 2026, sejumlah kejadian bencana alam terpantau masif terjadi di berbagai titik.
Baca Juga: Banjir Langganan Terjang Sengkidu Manggis, Belasan Rumah Terendam, Peranti Elektronik Rentan Rusak
Setelah sebelumnya tiga rumah dilaporkan terkena longsor di wilayah perumahan Puskopad II, BSI Sanggulan Indah, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, musibah susulan kembali terjadi.
Baca Juga: Tebing Longsor Terjang Parkiran DTW Pura Kehen Bangli, Dua Kios Rata dengan Tanah
Akibat guyuran hujan lebat yang melanda Kabupaten Tabanan pada Senin, 1 November 2026 dan Selasa, 2 November 2026, puluhan titik pohon tumbang serta tanah longsor tak terhindarkan.
Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, setidaknya tercatat delapan kejadian bencana yang tersebar di beberapa kecamatan. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Baturiti menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni mencapai enam titik longsor dan pohon tumbang, sementara sisanya tersebar di kecamatan lain.
Dampak terparah dirasakan di Banjar Kerobokan, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti. Tanah longsor disertai pohon tumbang menutup total akses jalan keluar dari Banjar Sekar Gula menuju Banjar Kerobokan. Akibatnya, warga setempat sempat terisolasi selama sekitar 16 jam karena jalur tersebut sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan.
Bencana longsor di titik ini terjadi pada Senin, 1 November 2026 pukul 21.10 Wita. Material tanah dan pepohonan yang menutup badan jalan tergolong sangat tebal, sehingga proses pembersihan membutuhkan waktu panjang dan baru rampung pada Selasa, 2 November 2026 siang sekitar pukul 13.00 Wita.
Selain di Desa Mekarsari, bencana di Kecamatan Baturiti juga menerjang Banjar Antapan, Desa Antapan. Di lokasi ini, tanah longsor sempat menutup akses jalan serta menimpa rumah warga sekitar.
Sementara itu, di Banjar Apit Yeh, Desa Bangli, pohon tumbang dan longsor membuat jalanan lumpuh total. Kondisi berbeda terjadi di Banjar Pacung, Desa Baturiti, di mana bahu jalan amblas dan menyebabkan badan jalan menyempit, sehingga kendaraan yang melintas harus diberlakukan sistem buka tutup.
Pohon tumbang juga dilaporkan menimpa bangunan di kawasan Air Panas WET, Desa Apuan. Sejumlah titik lain di Desa Antapan dan Apuan turut masuk dalam daftar laporan darurat akibat cuaca ekstrem tersebut.
Camat Baturiti, Ni Luh Mahadi Santi Dewi, mengatakan bahwa penanganan tanah longsor di wilayahnya melibatkan sinergi antara BPBD Tabanan, TNI, Polri, masyarakat, serta instansi terkait. Mengingat tebalnya material, proses pembersihan bahkan turut dibantu oleh armada pemadam kebakaran.



