Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PDAM Tabanan Naikkan Tarif Per Oktober 2023, Ini Alasannya

Juliadi Radar Bali • Selasa, 19 September 2023 | 00:05 WIB
NAIK ONGKOS PER OKTOBER 2023: Suasana sosialisasi kenaikan tarif air minum kepala para pelanggan di Gedung Kesenian I Ketut Mario Tabanan. (juliadi/radar bali)
NAIK ONGKOS PER OKTOBER 2023: Suasana sosialisasi kenaikan tarif air minum kepala para pelanggan di Gedung Kesenian I Ketut Mario Tabanan. (juliadi/radar bali)

Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan akhirnya resmi menaikkan tarif dasar air minum bagi seluruh pelanggan di Kabupaten. Tarif air minum ini akan berlaku pada Oktober mendatang. Alasannya banyak : pipa rusak,peremajaan peranti, sarana prasarana, serta butuh dana segar Rp 15 miliar.

KENAIKAN tarif ini dirasa sudah mendesak, sifatnya. Hal itu disampaikan ketika berlangsung sosialisasi penyesuaian tarif air minum kepada 350 perwakilan pelanggan yang datang dari masing-masing kecamatan di Tabanan di Gedung Kesenian I Ketut Mario Tabanan, Minggu (17/9/2023).

Direktur Utama Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan I Gede Nyoman Wirah Adnyana mengatakan tarif air minum PDAM Tabanan yang naik dari 1.300 M/3 menjadi 3.500 M3 bakal mulai diterapkan Oktober 2023  dan pembayaran mulainya November.

Tarif air ini resmi naik setelah pihaknya melakukan audiensi pertemuan menerima perwakilan konsumen secara acak di seluruh Kabupaten Tabanan untuk diajak diskusi sekaligus sosialisasi menyampaikan tarif air minum PDAM yang naik sesuai aturan undang-undang.

“Dan tadi seluruh konsumen menyatakan menerima kenaikan tarif air minum. Tapi sebelum kami naikkan harus memohon penetapan dari Bupati Tabanan berupa SK (surat keputusan). Baru Oktober berlakunya,” ungkapnya, Minggu (17/9/2023).

Menurut Wirah, berbagai pertimbangan kenaikan tarif air minum PDAM di Tabanan. Selain karena selama enam bulan dilakukan kajian penyesuaian tarif bersama bekerjasama akademisi UNUD dan UNHI.

Dimana dalam kajian secara independen posisi tarif yang harus disesuaikan. Maka  diambil keputusan awalnya tarif air 1.300 M/3 naik menjadi 3.500 M/3.

Kenaikan tarif ini pihaknya tidak menghitung berapa besaran persentasenya. Melainkan kalau pelanggan rumah tangga yang pemakaiannya Rp 100 ribu setiap bulannya. Dengan lima orang anggota keluarga dalam sebulan diperkirakan ada kenaikan Rp 30 ribu.

Nah Rp 30 ribu ini, kalau dibagi 30 hari, itu sekitar 1.000 rupiah per hari. Kemudian kembali dibagi 5 orang per hari. Maka setiap harinya hanya sekitar 200 rupiah untuk per anggota keluarga membayar.

“Jadi sangat-sangat menyesuaikan kenaikan tarif ini dengan kondisi ekonomi dan sosiologi masyarakat,” bebernya.

Kemudian pertimbangan lainnya karena PDAM Tabanan yang selama 13 tahun belum memberlakukan kenaikan tarif. Dan kenapa baru sekarang, karena melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sudah pulih pasca pandemi Covid-19.

Adanya kenaikan tarif air minum pihaknya menjamin nantinya adanya kompensasi berupa pelayanan air kepada masyarakat.

Salah satunya kedepan pihaknya akan melakukan penambahan peremajaan jaringan perpipaan air minum di PDAM Tabanan. Karena saat banyak ini banyak sekali jaringan perpipaan yang dalam kondisi sudah berumur sudah tua.

Pihaknya sebenarnya sudah memperbaiki beberapa jaringan perpipaan tersebut. Namun semestinya harus diganti. Karena setelah diperbaiki beberapa hari lagi bocor lain.

Begitu pula di tempat lain ada yang bocor lagi. Tekanan pipa  yang semestinya hanya 10 Bar, baru tekanan pipa 4 Bar sudah bocor.

“Inilah yang menyebabkan gangguan kepada konsumen. Agar ini bisa terselesaikan maka itulah mengapa kami perlu melakukan penyesuaian tarif air minum,” jelasnya.

Begitu banyak jaringan pipa air yang dalam kondisi sudah tua sejatinya pihaknya sudah mengajukan kepada Pemerintah Tabanan untuk pembiayaan. Tetapi biaya cukup besar yakni sekitar Rp 15 miliar.

“Solusi untuk jaringan perpipaan sudah ini, tetap kami akan gunakan skala prioritas untuk perbaikan dan pergantian. Bahkan lokasi pipa jaringan tertua terbanyak di wilayah perkotaan Tabanan. inilah yang menjadi skala prioritas nantinya,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#kenaikan tarif #PDAM Tabanan