Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lapor Pak, Petani di Tabanan Bali Terancam Gagal Panen

Juliadi Radar Bali • Jumat, 10 November 2023 | 05:50 WIB
Kondisi lahan pertanian di Tabanan. Petani terancam gagal panen karena kesulitan dapat air.
Kondisi lahan pertanian di Tabanan. Petani terancam gagal panen karena kesulitan dapat air.

TABANAN–Ratusan hektar tanaman padi milik petani di Tabanan terancam gagal panen. Gagal panen ini diakibatkan petani kesulitan mendapat air, sehingga tak mampu lagi untuk bercocok tanam.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Tabanan, sekitar 10 subak dengan total luasan 595 hektar melaporkan mundur menanam padi.

Sedangkan luasan lahan pertanian yang gagal panen di antaranya Kecamatan Baturiti seluas 40 hektar, Kecamatan Penebel seluas 43 hektar, Kecamatan Tabanan seluas 10,10 hektar, dan Kecamatan Kerambitan 14,50 hektar. Ini akibat kekeringan sulitnya petani mendapat air.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan, Ni Nyoman Ria Wati mengatakan, subak-subak yang sudah melaporkan gagal panen sudah ditindaklanjuti oleh penyuluhan pertanian.

Khusus subak yang berada di Kecamatan Baturiti sudah didaftarkan untuk mendapat AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi).

"Subak yang lain masih dicek secara rinci oleh petugas untuk segera ditindaklanjuti masuk tidak persyaratan mengkuti program AUTP," ungkapnya, Kamis (9/11).

Saat ini kondisi subak dengan lahan pertanian dengan tanaman padi yang mengalami gagal panen secara keseluruhan 107 hektar di Tabanan. Itu berada di daerah Baturiti, Tabanan, Kerambitan dan daerah lainnya.

Kondisi tanaman padi yang melaporkan gagal panen sebagian besar masih usia muda atau saat kondisinya benar-benar tidak mendapatkan air. "Lahan tanah sampai pecah-pecah dengan kondisi tanaman padi yang kering," jelasnya.

Selain adanya melaporkan gagal panen, Ria Wati pula tak menampik banyak subak di Tabanan juga melaporkan kemunduran menanam padi. Subak yang mengalami mundur menanam padi itu tercatat di 10 subak tersebar di 10 kecamatan.

“Kemunduran menanam padi itu terluas itu Subak Lanyah Bajera mencapai 135 hektar dan Subak Lumbung mencapai 130 hektar," pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#petani gagal panen #tabanan #kesulitan air #kekeringan