Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Rekonstruksi 4 Jembatan Rusak Terdampak Bencana di Tabanan Rampung, Ada yang Menunggu Dana BKK Cair

Juliadi Radar Bali • Selasa, 12 Desember 2023 | 20:05 WIB
KELAR : Kondisi jembatan penghubung Marga dan Apuan, di Kecamatan Marga Tabanan yang tuntas dibangun. (juliadi/radar bali)
KELAR : Kondisi jembatan penghubung Marga dan Apuan, di Kecamatan Marga Tabanan yang tuntas dibangun. (juliadi/radar bali)

TABANANRadar Bali.id – Empat jembatan yang direkonstruksi ulang pasca rusak akibat bencana alam tahun 2022 lalu akhirnya tuntas dibangun akhir tahun ini.

Keempat jembatan tersebut diantaranya jembatan penghubung Marga dan Apuan, jembatan Pegebengan menuju Ganter, jembatan Suralaga-Ganter dan Jembatan Gluntung menuju Uma Bali di daerah kecamatan Marga kondisi saat ini sudah dapat dilalui warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan Made Dedy Darmasaputra mengatakan keempat jembatan tersebut sudah rampung dibangun. Bahkan sudah dilakukan pengaspalan dan kini sudah bisa dilalui warga.

Secara kondisi fisik pembangunan dari empat jembatan sudah tuntas 99 persen, tinggal proses pengecatan saja. Pihaknya pun sudah melakukan pengecekan pasca pembangunan selesai dikerjakan.

Dari empat jembatan yang dibangun tersebut terpanjang pembangunan Jembatan Marga dan Apuan di daerah Tua Marga yang menembus wilayah Baturiti. Dengan panjang jembatan dibangun sekitar 30 meter. Baru kemudian jembatan Gluntung menuju Uma Bali dibangun dengan panjang 12 meter.

“Tuntasnya pembangunan jembatan itu ada yang sudah seminggu yang lalu, ada pula dua hari lalu,” kata Dedy, Senin (12/11/2023)

Bahkan tiga jembatan yakni Pegebengan menuju Ganter, jembatan Suralaga-Ganter dan Jembatan Gluntung menuju Uma Bali di daerah kecamatan Marga kondisinya selain sudah dapat dilalui warga juga sudah dilakukan upacara melaspas.

Baca Juga: Mimih, Tiga Partai Berebut Tempat Pasang Bendera di Jembatan di Loloan, Jembrana

“Kalau jembatan penghubung Marga dan Apuan meski sudah selesai dibangun, itu kami belum ketahui sudah dilakukan upacara melaspas atau belum. Biasanya pihak desa yang melaksanakan upacara,” jelasnya.

Kendati telah selesai dibangun empat jembatan tersebut, hanya Jembatan Marga dan Apuan di daerah Tua Marga yang tertunda proses pembayarannya kepada pihak kontraktor. Karena pembiayaannya menggunakan dana BKK Provinsi sebesar Rp 11,1 miliar yang belum dicairkan.

“Jadi dibayarkan tahun 2024 mendatang. Dan kami sudah informasikan kepada pihak kontraktor yang bekerja,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tiga jembatan lainnya. Yakni jembatan pegebegan menuju Ganter menghabiskan anggaran sekitar Rp 5,7 miliar. Kemudian jembatan penghubung Suralaga-Ganter menelan anggaran sekitar Rp 8,4 miliar dan jembatan Gluntung menuju Uma Bali dibangun dengan panjang 12 meter anggarannya sekitar Rp 4,5 miliar.

“Tiga jembatan ini telah tuntas pembayarannya, karena dananya dari BKK Badung,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#jembatan rusak #tabanan