Di balik jeruji besi Lapas Kelas IIB Tabanan, sejumlah warga binaan berhasil memproduksi kuliner lezat: Pie Susu Sangkar Emas. Kue ini adalah hasil dari pelatihan keterampilan kemandirian dan pemberdayaan UMKM yang diadakan di dalam lapas.
PELATIHAN kreatif, inovatif, untuk warga binaan dinilai sangat perlu. Karena akan menjadi bekal eks narapidana (napi) untuk mandiri, kelak di kemudian hari.
Dalam keterangannya, Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan buah dari kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Tabanan.
Selama sebulan, para warga binaan dilatih mulai dari pemilihan bahan hingga proses pembuatan kue.
"Salah satu kuliner yang dihasilkan adalah pie susu," ungkap Prawira, Kamis (4/9/2025).
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga melatih ketelitian, kreativitas, dan semangat kewirausahaan. "Harapan kami, mereka bisa membawa ilmu ini sebagai bekal saat kembali ke masyarakat," ujarnya.
Prawira berharap pie susu Sangkar Emas bisa menjadi produk ikonik Lapas Tabanan dan menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian berjalan dengan baik.
Salah satu peserta pelatihan, Nyoman Astika, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Ia termotivasi karena memiliki minat di bidang tata boga.
"Pelatihan ini benar-benar bermanfaat. Saya berusaha menyerap ilmu sebanyak-banyaknya supaya nanti setelah bebas bisa membuka usaha sendiri," kata Nyoman.
Menurut Nyoman, pelatihan ini juga membantu menghilangkan rasa bosan di dalam lapas karena adanya kegiatan yang produktif. Ia berharap ke depannya akan ada pelatihan lain yang berkaitan erat dengan produk-produk UMKM.[*]
Editor : Hari Puspita