TABANAN, Radar Bali.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar.
Peringatan ini berlaku sejak Senin, 15 September, dan memprediksi adanya potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Bali hingga Sabtu, 20 September.
Menurut data BMKG, beberapa wilayah di Bali berada dalam level waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat, termasuk Kabupaten Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Tabanan, dan Jembrana. Sementara itu, Denpasar dan Badung berada di level siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar. "Potensi banjir dan longsor masih ada di Tabanan, terutama di daerah pegunungan dan dataran tinggi," ujarnya pada Selasa, 16 September.
Waspada Wilayah Rawan Bencana di Tabanan
BPBD Tabanan telah memetakan beberapa wilayah yang perlu diwaspadai, yaitu:
- Potensi Longsor: Kecamatan Pupuan, Selemadeg Barat, Selemadeg, Selemadeg Timur, dan Kerambitan. Wilayah-wilayah ini merupakan dataran tinggi yang sangat rentan terhadap pergerakan tanah saat hujan deras.
- Potensi Banjir: Kecamatan Tabanan dan Kediri, terutama di wilayah Desa Banjar Anyar, Desa Kediri, dan sekitarnya.
Srinada juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan. Ia meminta warga menghindari tempat-tempat rawan longsor atau bantaran sungai saat hujan deras. Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase tidak tersumbat.
"Pastikan saluran drainase tidak tersumbat hingga menyebabkan genangan air atau banjir," imbuhnya.
Khusus untuk masyarakat pesisir, khususnya nelayan, Srinada menyarankan untuk tidak melaut sementara waktu. "Sebaiknya, untuk sementara waktu tidak ke tengah laut. Kami minta masyarakat untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar rumah," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita