Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Muncul Peringatan Dini BMKG, BPBD Tabanan Minta Warga Selalu Siap Bencana Banjir dan Longsor saat Cuaca Mendadak Ekstrem

Juliadi Radar Bali • Rabu, 17 September 2025 | 15:10 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem- Jawa Pos.com
Ilustrasi cuaca ekstrem- Jawa Pos.com

 

TABANAN, Radar Bali.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar.

Peringatan ini berlaku sejak Senin, 15 September, dan memprediksi adanya potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Bali hingga Sabtu, 20 September.

Menurut data BMKG, beberapa wilayah di Bali berada dalam level waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat, termasuk Kabupaten Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Tabanan, dan Jembrana. Sementara itu, Denpasar dan Badung berada di level siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar. "Potensi banjir dan longsor masih ada di Tabanan, terutama di daerah pegunungan dan dataran tinggi," ujarnya pada Selasa, 16 September.

Waspada Wilayah Rawan Bencana di Tabanan

BPBD Tabanan telah memetakan beberapa wilayah yang perlu diwaspadai, yaitu:

Srinada juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan. Ia meminta warga menghindari tempat-tempat rawan longsor atau bantaran sungai saat hujan deras. Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase tidak tersumbat.

"Pastikan saluran drainase tidak tersumbat hingga menyebabkan genangan air atau banjir," imbuhnya.

Khusus untuk masyarakat pesisir, khususnya nelayan, Srinada menyarankan untuk tidak melaut sementara waktu. "Sebaiknya, untuk sementara waktu tidak ke tengah laut. Kami minta masyarakat untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar rumah," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#waspada bencana #siaga bencana #bmkg #cuaca ekstrem #peringatan dini