Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dikepung Air Bah, Empat Rumah di Kediri Terendam Banjir Setinggi Pinggang

Juliadi Radar Bali • Rabu, 25 Februari 2026 | 03:20 WIB

TERGENANG : Kondisi genangan air pada empat rumah yang terendam di Banjar Dinas Jagasatru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan.( foto/juliadi)
TERGENANG : Kondisi genangan air pada empat rumah yang terendam di Banjar Dinas Jagasatru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan.( foto/juliadi)

 

TABANAN, RadarBali.id – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tabanan mengakibatkan banjir genangan parah di Banjar Dinas Jagasatru, Desa Kediri.

Akibat curah hujan yang tinggi sejak dua hari terakhir, empat rumah warga yang berlokasi tepat di belakang kantor PDAM Tabanan terendam air hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Kondisi ini memaksa sejumlah warga mengungsi. Keluarga I Nyoman Riana, I Made Suena, dan I Wayan Madia terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di tempat kerabat, sementara keluarga I Ketut Rente dan puluhan warga lainnya ikut terdampak.

Perbekel Desa Kediri, I Ketut Edi Suastawan, menjelaskan bahwa lokasi tersebut memang merupakan titik rendah dengan kontur tanah di bawah badan jalan.

"Penyebabnya karena posisi geografis yang rendah dan ketiadaan gorong-gorong pembuangan. Ditambah lagi ada air bah dari arah Lapangan Kediri dan tembok warga yang jebol di sisi utara, sehingga volume air meluap cepat ke pemukiman," jelas Edi saat memantau lokasi, Selasa (24/2/2026).

Upaya Pengurasan dan Harapan Warga

Tim BPBD Tabanan bersama BPBD Provinsi Bali telah berjibaku melakukan pengurasan air sejak Senin (23/2/2026). Namun, hujan yang turun tanpa henti membuat debit air sulit surut. Total terdapat 4 KK yang terendam langsung, namun dampaknya meluas hingga ke 26 KK di lingkungan tersebut.

Salah satu korban, I Nyoman Riana, mengaku banjir kali ini adalah yang terparah. "Setiap musim hujan memang ada genangan, tapi kali ini sampai sepinggang. Kami sangat berharap pemerintah segera membangun saluran air atau gorong-gorong sebagai solusi jangka panjang," harapnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#bencana alam #tabanan #banjir #cuaca ekstrem