TERKAIT kondisi ini, Perbekel Desa Mundeh Kangin I Gede Yudha Antara, mengatakan bahwa kondisi musim kurang bersahabat tahun ini. Banyak pohon durian yang berbunga namun tidak berbuah. Padahal sebenarnya di bulan Maret sudah panen buah durian hingga April nantinya.
“Sampai sekarang di pohon durian dari petani desa belum ada yang berbuah sama sekali,” ungkapnya.
Kondisi tidak bisa berbuah pohon durian disebabkan karena faktor cuaca. Dengan hujan disertai angin mengakibatkan bunga durian menjadi rontok. Bunga itu nanti bakal jadi buah. Namun karena rontok itu yang menjadi pohon durian tidak berbuah.
Belum lagi adanya kondisi lainnya perlu ada perbaikan unsur hara dalam tanah, mengingat petani disini minim ketersedian pupuk subsidi yang didapat yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Sehingga petani tidak maksimal lakukan pemupukan akibat dampak pupuk bersubsidi yang diterima sedikit.
“Nah perbaikan unsur hara tanah sedang kita lakukan, dengan memanfaatkan kotoran ayam dan sapi sebagai pupuk,” ungkapnya.
Ditambahkan Gede Yudha, di desanya ada dua kelompok tani yang bergerak dalam budidaya tanaman durian. Yakni Kelompok Tani Merta Harum dan Kelompok Tani Tunas Merta.
Dua kelompok ini dominan dan getol budidaya durian. Saat ini ada sekitar 30 jenis durian lokal yang ditanam. Sedangkan khusus durian premium yakni jenis bawor, musang king dan durian hitam ditanam mulai sejak tiga tahun lalu.
Kelompok Tani Merta Harum misalnya ada sebanyak 476 pohon durian lokal ditanam dengan 2.325 pohon durian premium yang ditanam. Sedangkan kelompok tani Tunas Merta 1.362 pohon durian lokal ditanam dan 947 pohon durian premium.
“Ini baru dua kelompok, belum lagi petani yang tidak masuk dua kelompok juga ikut menanam durian. Maka tidak heran kami dijuluki kampung durian,” ungkapnya.
Hal yang sama pula juga diakui oleh Perbekel Desa Belimbing Kecamatan Pupuan I Nyoman Surianto. Dia menyebut bulan ini sejatinya sudah memasuki musim panen buah durian. Tapi hanya sedikit pohon durian yang berbuah.
“Kondisi nyaris sama dengan petani yang di Desa Mundeh Kangin, faktor cuaca mempengaruhi proses berbuahnya pohon durian,” ucap Surianto.
Petani sebenarnya berharap buah durian bisa dipanen di bulan Maret karena permintaan pasar yang tinggi dari luar daerah Bali. Apalagi memasuki bulan suci Ramadan. Sayangnya petani belum dapat menikmati hasil.
“Khusus di Desa Belimbing sedang melakukan pemangkasan daun untuk mempercepat proses terbentuk buah durian,” pungkasnya. [juliadi/radar bali]
Editor : Hari Puspita