27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

WOW! Jepang Ubah Salju jadi Energi Listrik

JEPANG memang dikenal sebagai negara yang inovatif, kaya ide dan gagasan terkait teknologi-teknologi maju. Baru-baru ini, Jepang dikabarkan telah memulai penelitian terkait ide mengubah salju menjadi energi listrik.

Dilansir dari KyodoNews, penelitian ini telah dimulai di Kota Timur Laut Jepang untuk menghasilkan listrik dari salju yang selama ini dianggap tidak berguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamankan sumber energi terbarukan dan mengurangi kemungkinan krisis listrik di Negeri Sakura itu.

Kota Aomori yang mengalami salju lebat setiap tahun, memulai uji coba di kolam renang di sebuah sekolah dasar yang ditinggalkan pada bulan Desember untuk mengeksplorasi kelayakan menghasilkan energi dengan memanfaatkan perbedaan suhu antara salju yang tersimpan dan udara di sekitarnya.

Proyek ini dikerjakan bersama dengan melibatkan startup IT lokal Forte Co dan University of Electro-Communications di Tokyo, Jepang. Keduanya juga sedang meneliti daya untuk turbin dengan energi yang dihasilkan ketika cairan didinginkan oleh salju yang tersimpan kemudian diuapkan oleh panas udara di sekitarnya.

Baca Juga:  Tanda Tangan Digital vs Elektronik, Apa Perbedaannya?

Pembangkit listrik menggunakan salju yang disimpan baru-baru ini menarik perhatian sebagai sumber daya yang ramah lingkungan, berbiaya rendah dan aman.

Di Aomori, sejumlah besar salju dibuang ke laut dan tempat lain setelah dikumpulkan oleh bajak salju dan truk. Pada tahun fiskal sebelumnya yang berakhir Maret lalu, biaya pemindahan salju membengkak hingga mencapai rekor JPY 5,9 miliar atau berkisar Rp 697 miliar lebih setelah hujan salju lebat. “Salju telah diperlakukan sebagai gangguan, tetapi kami dapat memanfaatkannya dengan baik,” kata seorang pejabat Kota terkait gagasan ini.

Pada 16 Desember lalu, sekitar 10 pekerja Forte menempatkan bahan isolasi di dalam kolam untuk menjaga tumpukan salju tetap dingin. Penelitian lebih lanjut untuk melestarikan salju serta jumlah listrik yang dapat dihasilkan akan dilakukan sebelum produksi listrik dimulai pada musim semi.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Teknologi Digital Tingkatkan Daya Saing

Menurut Forte, tantangannya termasuk menemukan fasilitas berskala besar untuk menyimpan salju serta mengamankan udara panas selama musim dingin. Untuk mendapatkan perbedaan suhu yang besar, perusahaan akan mempertimbangkan untuk menggunakan panas dari sumber air panas. “Ini adalah sumber energi terbarukan yang unik di wilayah dengan salju lebat. Ini juga akan mengarah pada penciptaan industri baru,” kata Jun Kasai, kepala Forte. (jpg)



JEPANG memang dikenal sebagai negara yang inovatif, kaya ide dan gagasan terkait teknologi-teknologi maju. Baru-baru ini, Jepang dikabarkan telah memulai penelitian terkait ide mengubah salju menjadi energi listrik.

Dilansir dari KyodoNews, penelitian ini telah dimulai di Kota Timur Laut Jepang untuk menghasilkan listrik dari salju yang selama ini dianggap tidak berguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamankan sumber energi terbarukan dan mengurangi kemungkinan krisis listrik di Negeri Sakura itu.

Kota Aomori yang mengalami salju lebat setiap tahun, memulai uji coba di kolam renang di sebuah sekolah dasar yang ditinggalkan pada bulan Desember untuk mengeksplorasi kelayakan menghasilkan energi dengan memanfaatkan perbedaan suhu antara salju yang tersimpan dan udara di sekitarnya.

Proyek ini dikerjakan bersama dengan melibatkan startup IT lokal Forte Co dan University of Electro-Communications di Tokyo, Jepang. Keduanya juga sedang meneliti daya untuk turbin dengan energi yang dihasilkan ketika cairan didinginkan oleh salju yang tersimpan kemudian diuapkan oleh panas udara di sekitarnya.

Baca Juga:  Bertemu Menteri Jepang, Menko Airlangga Sampaikan Komitmen Aktif Dalam Pilar IPEF

Pembangkit listrik menggunakan salju yang disimpan baru-baru ini menarik perhatian sebagai sumber daya yang ramah lingkungan, berbiaya rendah dan aman.

Di Aomori, sejumlah besar salju dibuang ke laut dan tempat lain setelah dikumpulkan oleh bajak salju dan truk. Pada tahun fiskal sebelumnya yang berakhir Maret lalu, biaya pemindahan salju membengkak hingga mencapai rekor JPY 5,9 miliar atau berkisar Rp 697 miliar lebih setelah hujan salju lebat. “Salju telah diperlakukan sebagai gangguan, tetapi kami dapat memanfaatkannya dengan baik,” kata seorang pejabat Kota terkait gagasan ini.

Pada 16 Desember lalu, sekitar 10 pekerja Forte menempatkan bahan isolasi di dalam kolam untuk menjaga tumpukan salju tetap dingin. Penelitian lebih lanjut untuk melestarikan salju serta jumlah listrik yang dapat dihasilkan akan dilakukan sebelum produksi listrik dimulai pada musim semi.

Baca Juga:  Epson Luncurkan Printer TM Series, Simak Keunggulannya!

Menurut Forte, tantangannya termasuk menemukan fasilitas berskala besar untuk menyimpan salju serta mengamankan udara panas selama musim dingin. Untuk mendapatkan perbedaan suhu yang besar, perusahaan akan mempertimbangkan untuk menggunakan panas dari sumber air panas. “Ini adalah sumber energi terbarukan yang unik di wilayah dengan salju lebat. Ini juga akan mengarah pada penciptaan industri baru,” kata Jun Kasai, kepala Forte. (jpg)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru