DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Isu pemberhentian layanan wifi gratis dari pemerintah Provinsi Bali dibantah oleh Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (DPMA) Provinsi Bali, I G.A.K Kartika Jaya Seputra.
Menurutnya, wifi untuk desa adat tidak pernah terputus. Sebab, sejak 2019 dibiayai oleh anggaran desa adat yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Disinggung soal pendanaan Kartika mengatakan, selama ini bukan dari Dinas Komunikasi, Informasti dan Statistik (Diskominfos) Bali?
Kartika meminta jangan ditanyakan ke Dinas PMA, karena selama ini anggaran wifi di wilayah desa adat dari hibah.
”Selanjutnya itu jangan ditanya saya. Yang di desa adat jadi, yang saya ingin sampaikan dari tahun 2019 desa adat sudah diberikan anggaran untuk salah satu membiayai wifi,” jelasnya (16/1/2025).
Tidak mungkin katanya wifi dihentikan karena sistem administrasian di desa adat membutuhkan wifi. Seperti aplikasi keuangan dan juga rapat biasanya dilakukan daring.
“Kan sekarang ada sistem aplikasi keuangan desa adat, kami sering zoom meeting itu saran kerja di desa adat. di pura dan banjar. Wewidangan desa adat. Semua,” bebernya.
Kartika menegaskan, masyarakat di desa adat tak perlu khawatir, wifi tidak ada masalah. Tidak ada pemutusan layanan di desa adat.
Baik itu di kantor desa adat, pura maupun bale banjar karena pembiayaan bersumber dari desa adat.
”Yang masuk ke desa adat tidak ada masalah. Desa adat sudah punya anggaran untuk membiayai itu. Dari dulu sebenarnya sudah ada itu. Sehingga tidak ada terkait soal yang lain. Aman itu tidak terjadi apa,” kata Kartika.
Seperti diketahui wifi gratis Bali Smart Island (BSI) yang dibiayai Pemerintah Provinsi Bali dihentikan layanannya mulai 1 Januari 2025.
Seperti daerah Kabupaten Gianyar, mendapat surat penghentian wifi gratis, karena tidak adanya bantuan dana penyelenggaraan free wifi di seluruh kabupaten/kota di Bali dari Pemprov Bali.
Sesuai dengan Surat Sekretariat Daerah Provinsi Bali Nomor : B.31.900/7883/PADFE.BPKAD perihal Pagu sementara belanja bantuan keuangan kepada kabupaten/kota se-Bali dalam APBD Tahun 2025.***
Editor : M.Ridwan