Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bantah Pemutusan Wifi, Dinas PMA Klaim Penganggaran Memang Berasal dari Desa Adat, Fasilitas Dibutuhkan karena ini

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 17 Januari 2025 | 14:25 WIB
Ilustrasi Wifi gratis yang diperlukan hingga tingkat desa
Ilustrasi Wifi gratis yang diperlukan hingga tingkat desa

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Isu pemberhentian layanan wifi gratis dari pemerintah Provinsi Bali dibantah oleh Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (DPMA) Provinsi Bali, I G.A.K Kartika Jaya Seputra.

Menurutnya, wifi untuk desa adat tidak pernah terputus. Sebab, sejak 2019 dibiayai oleh anggaran desa adat yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Bali. 

Disinggung soal pendanaan Kartika mengatakan, selama ini bukan dari Dinas Komunikasi, Informasti dan Statistik (Diskominfos) Bali?

 Kartika meminta jangan ditanyakan ke Dinas PMA, karena selama ini anggaran wifi di wilayah desa adat dari hibah.

”Selanjutnya itu jangan ditanya saya. Yang di desa adat jadi, yang saya ingin sampaikan dari tahun 2019 desa adat sudah diberikan anggaran untuk salah satu membiayai  wifi,” jelasnya (16/1/2025).  

Tidak mungkin katanya wifi dihentikan karena sistem administrasian di desa adat membutuhkan wifi. Seperti aplikasi keuangan dan juga rapat biasanya dilakukan daring. 

“Kan sekarang ada sistem aplikasi keuangan desa adat,  kami sering zoom meeting itu saran kerja di desa adat. di pura dan banjar. Wewidangan desa adat. Semua,” bebernya. 

Kartika menegaskan, masyarakat di desa adat  tak perlu khawatir,   wifi tidak ada masalah.  Tidak ada pemutusan layanan di desa adat.

Baik itu di kantor desa adat, pura maupun bale banjar karena pembiayaan bersumber dari desa adat.

”Yang masuk ke desa adat tidak ada masalah. Desa adat sudah punya anggaran  untuk membiayai itu. Dari dulu sebenarnya sudah ada itu. Sehingga tidak ada terkait soal yang lain. Aman itu tidak terjadi apa,” kata Kartika. 

Seperti diketahui wifi  gratis Bali Smart Island (BSI) yang dibiayai Pemerintah Provinsi Bali dihentikan layanannya mulai 1 Januari 2025.

Seperti daerah Kabupaten Gianyar, mendapat surat penghentian wifi gratis, karena  tidak adanya bantuan dana penyelenggaraan free wifi di seluruh kabupaten/kota di Bali dari Pemprov Bali. 

Sesuai dengan Surat Sekretariat Daerah Provinsi Bali Nomor : B.31.900/7883/PADFE.BPKAD perihal Pagu sementara belanja bantuan keuangan kepada kabupaten/kota se-Bali dalam APBD Tahun 2025.***

Editor : M.Ridwan
#wifi gratis #provinsi bali #layanan