alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

Ajak Warga Bali Tangkal Corona dengan Doa, Dispar Harap Tak Ada PHK

DENPASAR – Tidak hanya Karangasem yang menggelar upacara berdoa supaya Bali aman dari serangan virus corona.

Sebelumnya, Pemkab Karangasem menggelar upacara nangluk merana di Pura Penataran Agung, Banjar Melanting, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Rabu (29/1) lalu.

Nah, langkah serupa dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Bali dengan menggelar doa bersama untuk meminta berkah agar tidak ada virus asal Kota Wuhan, Tiongkok, masuk ke Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa mengatakan, nunas ica ini  digelar bersama dengan stakeholder atau pelaku pariwisata dengan melakukan persembahyangan di Pura Candi Narmada, Pemogan, kemarin.

Harapannya jangan sampai ada kasus virus korona,  jika sampai ada yang terjangkit satu orang saja, tidak hanya wisman Tiongkok yang hilang, turis dari negara lain bisa saja batal berlibur ke  Bali. 

Baca Juga:  Kembangkan Objek Wisata Baru, Gianyar Tambah Lima Desa Wisata

” Secara umat Hindu skala niskala. Nunas ica minta doa  supaya musibah cepat selesai jangan sampai yang Bali tertular.

Terus terang pendapatan ekonomi masyarakat Bali dari pariwisata. Karena itu, kami mengajak teman teman industri berdoa jangan sampai virus ke Bali,” kata Astawa.

Dikatakan upaya yang dilakukan pemprov Bali lebih pada pengawasan dan mempersiapkan  layanan kesehatan   jika ada yang terduga atau kena virus corona.

Astawan sendiri mengaku prihatin kepada perusahaan akomodasi pariwisata yang pasarnya warga Tiongkok.

Karena sudah banyak keluhan yang diterima seperti jumlah wisatawan Tiongkok menurun drastis. 

Ia berharap kasus ini  cepat selesai, karena kalau terus berlanjut akan berdampak terhadap tenaga kerja  alias terancam atau pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga:  Minat Berwisata Tinggi, Desa Wisata Bakas Akhirnya Dibuka Lagi

” Terus menerus gini yang terdampak tidak punya uang, kami maklum. Kami sebelum ke situ (PHK, red) betul proteksi jangan menimbulkan kegaduhan yang merusak citra.

Terus terang merasa prihatin bagi yang punya market Tiongkok destinasi yang disukai akan terdampak seperti Nusa Penida,” imbuhnya.

Sehingga pemprov Bali akan menggenjot kedatangan wisatawan lain seperti Australia, Eropa, dan India.

“Untuk mengimbangi wisatawan Tiongkok yang sedikit datang, kami perluas pasar ke Australia dan Eropa. Ini perlu digenjot, ya India terus Amerika Utara,” ucapnya.

Astawa mengimbau jangan ada ketakutan berlebihan. Namun, tetap waspada. 



DENPASAR – Tidak hanya Karangasem yang menggelar upacara berdoa supaya Bali aman dari serangan virus corona.

Sebelumnya, Pemkab Karangasem menggelar upacara nangluk merana di Pura Penataran Agung, Banjar Melanting, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Rabu (29/1) lalu.

Nah, langkah serupa dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Bali dengan menggelar doa bersama untuk meminta berkah agar tidak ada virus asal Kota Wuhan, Tiongkok, masuk ke Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa mengatakan, nunas ica ini  digelar bersama dengan stakeholder atau pelaku pariwisata dengan melakukan persembahyangan di Pura Candi Narmada, Pemogan, kemarin.

Harapannya jangan sampai ada kasus virus korona,  jika sampai ada yang terjangkit satu orang saja, tidak hanya wisman Tiongkok yang hilang, turis dari negara lain bisa saja batal berlibur ke  Bali. 

Baca Juga:  Objek Wisata di Klungkung Diawasi CCTV, Mayoritas di Nusa Penida

” Secara umat Hindu skala niskala. Nunas ica minta doa  supaya musibah cepat selesai jangan sampai yang Bali tertular.

Terus terang pendapatan ekonomi masyarakat Bali dari pariwisata. Karena itu, kami mengajak teman teman industri berdoa jangan sampai virus ke Bali,” kata Astawa.

Dikatakan upaya yang dilakukan pemprov Bali lebih pada pengawasan dan mempersiapkan  layanan kesehatan   jika ada yang terduga atau kena virus corona.

Astawan sendiri mengaku prihatin kepada perusahaan akomodasi pariwisata yang pasarnya warga Tiongkok.

Karena sudah banyak keluhan yang diterima seperti jumlah wisatawan Tiongkok menurun drastis. 

Ia berharap kasus ini  cepat selesai, karena kalau terus berlanjut akan berdampak terhadap tenaga kerja  alias terancam atau pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga:  Rawan Musibah, Desa Pakraman Pekerjakan Lifeguard di Pantai Klingking

” Terus menerus gini yang terdampak tidak punya uang, kami maklum. Kami sebelum ke situ (PHK, red) betul proteksi jangan menimbulkan kegaduhan yang merusak citra.

Terus terang merasa prihatin bagi yang punya market Tiongkok destinasi yang disukai akan terdampak seperti Nusa Penida,” imbuhnya.

Sehingga pemprov Bali akan menggenjot kedatangan wisatawan lain seperti Australia, Eropa, dan India.

“Untuk mengimbangi wisatawan Tiongkok yang sedikit datang, kami perluas pasar ke Australia dan Eropa. Ini perlu digenjot, ya India terus Amerika Utara,” ucapnya.

Astawa mengimbau jangan ada ketakutan berlebihan. Namun, tetap waspada. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/