alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Persaingan Makin Ketat, Kunjungan Wisata Hot Spring Buleleng Lesu

BULELENG – Jumlah kunjungan wisatawan di obyek wisata pemandian air panas (Hot Spring) di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng terus mengalami kelesuan.

 

Sepinya jumlah kunjungan, ditengarai karena makin ketatnya persaingan usaha wisata air yang makin menjamur di Singaraja.

 

Pasalnya selain pemandian air panas di Banjar, ada sejumlah obyek wisata air baru seperti Gran Surya Water Park Seririt, Krisna Water Park Banjar, dan lainya. 

 

“Kalau dulu hanya dua wisata air panas. Wisata air panas banjar dan air panas Banyuwedang, Pejarakan, Gerokgak. Sekarang sudah ada lagi yang baru wisata air panas Git-Git, Sukasada,” ungkap Manager operasional Yeh Panas Banjar I Made Tamu Jumat (31/5) kemarin. 

Baca Juga:  Pemudik Diminta Waspada Jalur Rawan Lakalantas

 

Diakui Made Tamu, kunjungan wisata ke air panas banjar jauh berbeda dengan tiga tahun lalu.

 

 Jika dulu rata-rata pengunjung tebus per harinya mencapai 500 orang, kini rata-rata kunjungan hanya tinggal 100 orang per hari.

 

“Sekarang ini, meski sudah memasuki musim liburan untuk wisatawan domestik, tetapi kunjungan wisata tidak begitu meningkat signifikan. Biasanya domestik di musim liburan yang ramai, tapi terbalik justru wisatawan internasional yang mendominasi datang ke air panas,” terangnya. 

 

Kunjungan wisata yang menurun membuat pihak pengelola berencana membuat wisata baru. Saat ini yang sedang digandungi anak muda wisata selfie.

 

“Rencana kami buat tempat selfie. Sering kali, di air panas wisatawan hanya mendokumentasi tempat atau kolam pemandian, sehingga perlu dibuat wisata selfie,” ungkapnya. 

Baca Juga:  Kunjungan ke Pemuteran Stabil, Keindahan Alam Bawah Laut Jadi Magnet

 

Dikatakan Made Tamu sembari membuat wisata selfie, pihaknya juga berencana menata kembali wisata air panas. Terutama lokasi peristirahat untuk para pengunjung usai mandi di air panas.

 

“Mereka (pengunjung) agar betah berlama kemudian nyaman. Karena pengunjung yang datang tidak dari warga lokal Buleleng juga dari Denpasar,” pungkasnya. 



BULELENG – Jumlah kunjungan wisatawan di obyek wisata pemandian air panas (Hot Spring) di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng terus mengalami kelesuan.

 

Sepinya jumlah kunjungan, ditengarai karena makin ketatnya persaingan usaha wisata air yang makin menjamur di Singaraja.

 

Pasalnya selain pemandian air panas di Banjar, ada sejumlah obyek wisata air baru seperti Gran Surya Water Park Seririt, Krisna Water Park Banjar, dan lainya. 

 

“Kalau dulu hanya dua wisata air panas. Wisata air panas banjar dan air panas Banyuwedang, Pejarakan, Gerokgak. Sekarang sudah ada lagi yang baru wisata air panas Git-Git, Sukasada,” ungkap Manager operasional Yeh Panas Banjar I Made Tamu Jumat (31/5) kemarin. 

Baca Juga:  Ratusan Ikan Hanyut Jadi Rebutan warga, Tirta Gangga Buat Sayembara

 

Diakui Made Tamu, kunjungan wisata ke air panas banjar jauh berbeda dengan tiga tahun lalu.

 

 Jika dulu rata-rata pengunjung tebus per harinya mencapai 500 orang, kini rata-rata kunjungan hanya tinggal 100 orang per hari.

 

“Sekarang ini, meski sudah memasuki musim liburan untuk wisatawan domestik, tetapi kunjungan wisata tidak begitu meningkat signifikan. Biasanya domestik di musim liburan yang ramai, tapi terbalik justru wisatawan internasional yang mendominasi datang ke air panas,” terangnya. 

 

Kunjungan wisata yang menurun membuat pihak pengelola berencana membuat wisata baru. Saat ini yang sedang digandungi anak muda wisata selfie.

 

“Rencana kami buat tempat selfie. Sering kali, di air panas wisatawan hanya mendokumentasi tempat atau kolam pemandian, sehingga perlu dibuat wisata selfie,” ungkapnya. 

Baca Juga:  Pemudik Diminta Waspada Jalur Rawan Lakalantas

 

Dikatakan Made Tamu sembari membuat wisata selfie, pihaknya juga berencana menata kembali wisata air panas. Terutama lokasi peristirahat untuk para pengunjung usai mandi di air panas.

 

“Mereka (pengunjung) agar betah berlama kemudian nyaman. Karena pengunjung yang datang tidak dari warga lokal Buleleng juga dari Denpasar,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/