alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Terkena Dampak Virus Corona, 1.000 Guide Mandarin di Bali Menganggur

DENPASAR – Ribuan pemandu wisata berbahasa Mandirin di Bali menganggur seminggu terakhir.

Kondisi ini terjadi sebagai dampak dari mewabahnya virus corona di China, sehingga tingkat kunjungan wisatawan asal Tiongkok menurun drastis.

Setidaknya ada 1.000 orang pemandu wisata bahasa Mandarin dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali yang mengalami hal ini

Ketua HPI Bali I Nyoman Nuarta menjelaskan, 80 persen anggotanya merupakan pemandu wisata khusus bahasa Mandirin. Sedangkan 20 persennya adalah pemadu wisata Taiwan dan Makau.

“Ini dirasakan sejak satu minggu lalu. Anggota kami yang biasa memandu turis China kini sudah tidak bekerja,” terang Nyoman Nuarta, Senin (3/2).

Karena sudah mulai sepi job, para pemandu wisata ini mulai mencari pekerjaan di ranah lain. Ada yang memilih menjadi sopir. Ada juga yang memilih untuk memilih pekerjaan lainnya.

Baca Juga:  Ini Rentetan Ritual Ngerebek yang Perlu Anda Ketahui

Dijelaskan, bahwa tidak hanya para pemandu wisata yang merasakan dampak ini. Sejumlah orang yang bekerja d bidang pariwisata lainnya juga merasakan hal serupa.

Seperti para penyedia jasa water sport di Benoa, hingga mereka yang bekerja di kapal penyeberangan ke Nusa Penida dan Lembongan.

“Semoga hal ini tidak berlangsung lama. Dan segera ada kepastian,” tandasnya. 

 



DENPASAR – Ribuan pemandu wisata berbahasa Mandirin di Bali menganggur seminggu terakhir.

Kondisi ini terjadi sebagai dampak dari mewabahnya virus corona di China, sehingga tingkat kunjungan wisatawan asal Tiongkok menurun drastis.

Setidaknya ada 1.000 orang pemandu wisata bahasa Mandarin dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali yang mengalami hal ini

Ketua HPI Bali I Nyoman Nuarta menjelaskan, 80 persen anggotanya merupakan pemandu wisata khusus bahasa Mandirin. Sedangkan 20 persennya adalah pemadu wisata Taiwan dan Makau.

“Ini dirasakan sejak satu minggu lalu. Anggota kami yang biasa memandu turis China kini sudah tidak bekerja,” terang Nyoman Nuarta, Senin (3/2).

Karena sudah mulai sepi job, para pemandu wisata ini mulai mencari pekerjaan di ranah lain. Ada yang memilih menjadi sopir. Ada juga yang memilih untuk memilih pekerjaan lainnya.

Baca Juga:  Redam Antrean, Lapangan Alit Saputra Tabanan Jadi Pasar Dadakan

Dijelaskan, bahwa tidak hanya para pemandu wisata yang merasakan dampak ini. Sejumlah orang yang bekerja d bidang pariwisata lainnya juga merasakan hal serupa.

Seperti para penyedia jasa water sport di Benoa, hingga mereka yang bekerja di kapal penyeberangan ke Nusa Penida dan Lembongan.

“Semoga hal ini tidak berlangsung lama. Dan segera ada kepastian,” tandasnya. 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/