alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Digandrungi Wisatawan, Duh, Objek Wisata Selfie Wanagiri Tutup

RadarBali.com – Objek wisata selfie yang berada di wilayah Desa Pakraman Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, sementara waktu tutup.

Surat penutupan resmi dirilis Rabu (27/9) lalu yang ditandatangani Kelian Desa Pakraman Wanagiri Wayan Sutarka.

Menariknya, para pengelola masih tetap buka dengan cara meminta donasi untuk Gunung Agung.

Surat penutupan sementara tersebut merujuk pada surat balasan dari BKSDA berkenaan dengan kebijakan pengelola selfie.

Desa Pakraman Wanagiri mengajukan 6 tempat selfie. Namun, dalam surat balasan tersebut hanya diberikan 4 tempat selfie yang nanti akan ditetapkan dalam surat perjanjian Mou.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh pengelola selfie agar melakukan koordinasi sesama tempat selfie bersama seluruh anggota selfie yang ada untuk menunjuk salah satu tempat selfie yang nantinya akan dikelola oleh masing-masing banjar pakraman.

Atau menentukan lokasi sesuai dengan jatah per banjar pakraman hanya satu tempat selfie. Nah, terhitung pada Rabu (27/9) lalu, sesuai dengan tanggal surat ini diterbitkan,

meminta kepada pengelola selfie untuk sementara waktu menonaktifkan segala kegiatan yang berlangsung ditempat selfie masing-masing sampai ada kesepakatan dan Mou dari Desa Pakraman dengan pihak BKSDA  Bali.

Bila ada tempat selfie yang melakukan aktivitas sebelum adanya kesepakatan tersebut, maka pihak Desa Pakraman mengaku tidak akan bertanggung jawab.

“Iya, betul. Surat tersebut memang saya sudah terima. Diminta tutup seminggu,” ujar Jro Mangku Miardi, 76 salah satu pengelola tempat selfie saat ditemui Jawa Pos Radar Bali.

Meski sudah minta untuk tutup sementara, Mangku Miardi ternyata masih membuka tempat pengelolaannya tersebut.

Uniknya, tempat selfienya tersebut memang tidak meminta karcis lagi, melainkan menyediakan tempat donasi untuk Gunung Agung.

“Saya punya inisiatif untuk membuka donasi. Daripada dibiarkan begini saja, dan nggak dijadikan apa-apa,” tuturnya.

Untuk warga yang mau berdonasi untuk para warga Gunung Agung pun dipersilahkan. Setelah itu dipersilahkan untuk berfoto selfie ditempat yang sudah disediakan.

“Saya tetap berharap agar tempat selfie ini dibuka lagi. Karena tempat ini, para pedagang disini juga lebih ramai,” harapnya.



RadarBali.com – Objek wisata selfie yang berada di wilayah Desa Pakraman Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, sementara waktu tutup.

Surat penutupan resmi dirilis Rabu (27/9) lalu yang ditandatangani Kelian Desa Pakraman Wanagiri Wayan Sutarka.

Menariknya, para pengelola masih tetap buka dengan cara meminta donasi untuk Gunung Agung.

Surat penutupan sementara tersebut merujuk pada surat balasan dari BKSDA berkenaan dengan kebijakan pengelola selfie.

Desa Pakraman Wanagiri mengajukan 6 tempat selfie. Namun, dalam surat balasan tersebut hanya diberikan 4 tempat selfie yang nanti akan ditetapkan dalam surat perjanjian Mou.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh pengelola selfie agar melakukan koordinasi sesama tempat selfie bersama seluruh anggota selfie yang ada untuk menunjuk salah satu tempat selfie yang nantinya akan dikelola oleh masing-masing banjar pakraman.

Atau menentukan lokasi sesuai dengan jatah per banjar pakraman hanya satu tempat selfie. Nah, terhitung pada Rabu (27/9) lalu, sesuai dengan tanggal surat ini diterbitkan,

meminta kepada pengelola selfie untuk sementara waktu menonaktifkan segala kegiatan yang berlangsung ditempat selfie masing-masing sampai ada kesepakatan dan Mou dari Desa Pakraman dengan pihak BKSDA  Bali.

Bila ada tempat selfie yang melakukan aktivitas sebelum adanya kesepakatan tersebut, maka pihak Desa Pakraman mengaku tidak akan bertanggung jawab.

“Iya, betul. Surat tersebut memang saya sudah terima. Diminta tutup seminggu,” ujar Jro Mangku Miardi, 76 salah satu pengelola tempat selfie saat ditemui Jawa Pos Radar Bali.

Meski sudah minta untuk tutup sementara, Mangku Miardi ternyata masih membuka tempat pengelolaannya tersebut.

Uniknya, tempat selfienya tersebut memang tidak meminta karcis lagi, melainkan menyediakan tempat donasi untuk Gunung Agung.

“Saya punya inisiatif untuk membuka donasi. Daripada dibiarkan begini saja, dan nggak dijadikan apa-apa,” tuturnya.

Untuk warga yang mau berdonasi untuk para warga Gunung Agung pun dipersilahkan. Setelah itu dipersilahkan untuk berfoto selfie ditempat yang sudah disediakan.

“Saya tetap berharap agar tempat selfie ini dibuka lagi. Karena tempat ini, para pedagang disini juga lebih ramai,” harapnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/