alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Tiap Manggung, Nanoe Biroe Komit Selipkan Bahaya HIV/AIDS

RadarBali.com – Kampanye positif terus dilakukan Nanoe Biroe saat tampil di panggung hiburan di Bali. Dia meminta kesadaran semua kalangan akan bahaya HIV/AIDS.

Nanoe mengajak ramai-ramai melakukan kampanye anti penyakit mematikan tersebut. Seperti yang dia kampanyekan saat tampil di DTIK Festival di Taman Kota, Lumintang Denpasar.

Nanoe mengimbau para penonton dan penggemar menghindari penyakit HIV/AIDS. Nanoe yang Jawa Pos Radar Bali temui setelah konser menyatakan, kampanye menjauhi penyakit HIV/AIDS sudah menjadi komitmennya setiap kali berada di atas panggung.

Dirinya berpendapat, sebagai seorang seniman, musik tidak hanya sebagai hiburan. Lebih dari itu, musik juga menjadi media informasi, inspirasi, edukasi, dan motivasi.

Baca Juga:  Pengelola Wisata Alas Kedaton Hadirkan Wahana Permainan Baru

“Jadi, itu komitmen saya, bahwa musik tidak hanya hiburan. Karena kalau musik itu sekadar hiburan sudah terlalu banyak sarana hiburan sekarang ini, tidak harus musik. Seperti youtube, televisi dan lainnya,” katanya.

Sebagai seorang seniman yang tentunya akan selalu menjadi perhatian banyak orang, dirinya mengaku merasa bertanggung jawab dan menjadi kewajiban dirinya untuk melakukan hal positif.

Hal ini dianggap sebagai kontribusi di luar perspektif musik sebagai seni hiburan. “Saya selalu menyelipkan kampanye itu tanpa dibayar atau disuruh pemerintah.

 Itu kewajiban pribadi saya sebagai seorang seniman untuk kampanye bahaya penyakit HIV/AIDS. Walaupun nanti hanya ada beberapa yang menerima, tapi itu tetap bagian dari kontribusi saya,” jelasnya. 

Baca Juga:  Masih Lesu, Pelaku Wisata Dirgantara dan Bahari Pilih Pangkas Tarif

Tidak hanya berkampanye HIV/AIDS, Nanoe Biroe juga kerap melakukan kampanye lingkungan dan sosial. Beberapa aksi nyata pun telah dilakukan.

Salah satu adalah bantuan dan suport kepada para pengungsi erupsi Gunung Agung di Karangasem. Dirinya berharap agar masyarakat Bali lainnya tidak menutup mata akan peristiwa ini.

“Saya berharap agar saudara-saudara kita di Karangasem tetap tenang. Yang penting nyama-nyama di sana tetap peduli dengan jiwanya.

Harta bisa dicari, yang penting selamat kan jiwa tetap tenang dan jangan lupa berdoa,” tandas pria bernama lengkap I Made Mudita ini.



RadarBali.com – Kampanye positif terus dilakukan Nanoe Biroe saat tampil di panggung hiburan di Bali. Dia meminta kesadaran semua kalangan akan bahaya HIV/AIDS.

Nanoe mengajak ramai-ramai melakukan kampanye anti penyakit mematikan tersebut. Seperti yang dia kampanyekan saat tampil di DTIK Festival di Taman Kota, Lumintang Denpasar.

Nanoe mengimbau para penonton dan penggemar menghindari penyakit HIV/AIDS. Nanoe yang Jawa Pos Radar Bali temui setelah konser menyatakan, kampanye menjauhi penyakit HIV/AIDS sudah menjadi komitmennya setiap kali berada di atas panggung.

Dirinya berpendapat, sebagai seorang seniman, musik tidak hanya sebagai hiburan. Lebih dari itu, musik juga menjadi media informasi, inspirasi, edukasi, dan motivasi.

Baca Juga:  Didukung Shortcut, Pariwisata Buleleng Siap Bersolek Sambut Wisatawan

“Jadi, itu komitmen saya, bahwa musik tidak hanya hiburan. Karena kalau musik itu sekadar hiburan sudah terlalu banyak sarana hiburan sekarang ini, tidak harus musik. Seperti youtube, televisi dan lainnya,” katanya.

Sebagai seorang seniman yang tentunya akan selalu menjadi perhatian banyak orang, dirinya mengaku merasa bertanggung jawab dan menjadi kewajiban dirinya untuk melakukan hal positif.

Hal ini dianggap sebagai kontribusi di luar perspektif musik sebagai seni hiburan. “Saya selalu menyelipkan kampanye itu tanpa dibayar atau disuruh pemerintah.

 Itu kewajiban pribadi saya sebagai seorang seniman untuk kampanye bahaya penyakit HIV/AIDS. Walaupun nanti hanya ada beberapa yang menerima, tapi itu tetap bagian dari kontribusi saya,” jelasnya. 

Baca Juga:  Pengelola Wisata Alas Kedaton Hadirkan Wahana Permainan Baru

Tidak hanya berkampanye HIV/AIDS, Nanoe Biroe juga kerap melakukan kampanye lingkungan dan sosial. Beberapa aksi nyata pun telah dilakukan.

Salah satu adalah bantuan dan suport kepada para pengungsi erupsi Gunung Agung di Karangasem. Dirinya berharap agar masyarakat Bali lainnya tidak menutup mata akan peristiwa ini.

“Saya berharap agar saudara-saudara kita di Karangasem tetap tenang. Yang penting nyama-nyama di sana tetap peduli dengan jiwanya.

Harta bisa dicari, yang penting selamat kan jiwa tetap tenang dan jangan lupa berdoa,” tandas pria bernama lengkap I Made Mudita ini.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/