alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Potensi Wisata Bahari Bali Besar, Ini Langkah Kemenpar…

DENPASAR–  Aktivitas wisata bahari diyakini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab kegiatan wisata ini biasanya melibatkan masyarakat yang berada di sekitar pantai.

Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata, Indroyono Soesilo mengungkapkan wisatawan yang melakukan wisata bahari,

salah satunya wisata pesisir tentunya memerlukan fasilitas yang disediakan langsung oleh masyarakat seperti penginapan atau home stay.

“Wisata bahari ini uangnya mengalir ke daerah, langsung ke masyarakat,” kata Indroyon Soesilo.

Mantan Menteri Pariwisata ini lantas mencontohkan, wisata pesisir pantai yang kerap dilakukan oleh wisatawan adalah selancar dan menyelam.

Wisatawan yang menyukai aktivitas wisata tersebut cenderung memilih menginap di penginapan dikelola oleh masyarakat.

Sehingga akan berdampak langsung pada masyarakat di sekitar wisatawan melakukan aktivitas wisata pesisir.

Baca Juga:  Pariwisata Bali Terpuruk, Objek Wisata Tanah Lot Andalkan Turis Lokal

Untuk itu, kata Indroyono, Kementerian Pariwisata menggenjot wisatawan pecinta wisata bahari datang ke Tanah Air.

“Wisata bahari ini bisa dibagi jadi empat kegiatan di antaranya wisata pantai, layar atau yacht and cruise, selam dan program mancing karena ini besar. Itu yang kita garap,” terangnya.

Tahun ini pihaknya menargetkan sebanyak 500 ribu wisatawan kapal pesiar yang turun melakukan aktivitas wisata di Tanah Air.

Sedangkan untuk wisatawan yang menggunakan kapal layar sebanyak tiga ribu yacht. Disamping itu juga akan menyasar kedatangan wisatawan yang melakukan aktivitas menyelam.

Selain itu, wisata surfing juga akan terus digenjot. Sebab, kata dia pecinta surfing di seluruh dunia sebanyak 50 juta orang.

Baca Juga:  Pasek Suardika Ingatkan Menpar Wisnutama Tak Bikin Stigma Negatif Bali

Bahkan dengan lama tinggal yang cukup panjang mencapai 2 minggu. “Para peselancar ini berpeluang datang ke Indonesia karena kita memiliki banyak pantai dengan ombak yang bagus,” terangnya.

Dia menambahkan khusus untuk wisata pesisir tahun ini ditargetkan sebanyak 1,4 juta kunjungan. Wisatawan yang surfing ini senang akan ombaknya.

Kalau ombaknya bagus, tentu akan menarik perhatian para peselancar untuk datang. Tidak terlalu memerlukan sarana prasarana. Kegiatan wisata ini perlu diangkat.

“Bagi mereka (wisatawan), akses bukan alasan. Namun mengutamakan ombak dan perlu toilet yang bersih,” tandasnya.



DENPASAR–  Aktivitas wisata bahari diyakini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab kegiatan wisata ini biasanya melibatkan masyarakat yang berada di sekitar pantai.

Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata, Indroyono Soesilo mengungkapkan wisatawan yang melakukan wisata bahari,

salah satunya wisata pesisir tentunya memerlukan fasilitas yang disediakan langsung oleh masyarakat seperti penginapan atau home stay.

“Wisata bahari ini uangnya mengalir ke daerah, langsung ke masyarakat,” kata Indroyon Soesilo.

Mantan Menteri Pariwisata ini lantas mencontohkan, wisata pesisir pantai yang kerap dilakukan oleh wisatawan adalah selancar dan menyelam.

Wisatawan yang menyukai aktivitas wisata tersebut cenderung memilih menginap di penginapan dikelola oleh masyarakat.

Sehingga akan berdampak langsung pada masyarakat di sekitar wisatawan melakukan aktivitas wisata pesisir.

Baca Juga:  KABAR BAIK! Objek Wisata untuk Krama Bali Diplot Buka 9 Juli 2020

Untuk itu, kata Indroyono, Kementerian Pariwisata menggenjot wisatawan pecinta wisata bahari datang ke Tanah Air.

“Wisata bahari ini bisa dibagi jadi empat kegiatan di antaranya wisata pantai, layar atau yacht and cruise, selam dan program mancing karena ini besar. Itu yang kita garap,” terangnya.

Tahun ini pihaknya menargetkan sebanyak 500 ribu wisatawan kapal pesiar yang turun melakukan aktivitas wisata di Tanah Air.

Sedangkan untuk wisatawan yang menggunakan kapal layar sebanyak tiga ribu yacht. Disamping itu juga akan menyasar kedatangan wisatawan yang melakukan aktivitas menyelam.

Selain itu, wisata surfing juga akan terus digenjot. Sebab, kata dia pecinta surfing di seluruh dunia sebanyak 50 juta orang.

Baca Juga:  Ngurah Rai Layani 2,1 Juta Penumpang, Rekor Tertinggi Semester I

Bahkan dengan lama tinggal yang cukup panjang mencapai 2 minggu. “Para peselancar ini berpeluang datang ke Indonesia karena kita memiliki banyak pantai dengan ombak yang bagus,” terangnya.

Dia menambahkan khusus untuk wisata pesisir tahun ini ditargetkan sebanyak 1,4 juta kunjungan. Wisatawan yang surfing ini senang akan ombaknya.

Kalau ombaknya bagus, tentu akan menarik perhatian para peselancar untuk datang. Tidak terlalu memerlukan sarana prasarana. Kegiatan wisata ini perlu diangkat.

“Bagi mereka (wisatawan), akses bukan alasan. Namun mengutamakan ombak dan perlu toilet yang bersih,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/