alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Duh, Festival Berawa Selesai, Badung Tunggak Anggaran Kegiatan

MANGUPURA – Berawa Beach Art Festival telah berlangsung 23 – 26 Mei 2019 lalu. Sayangnya, pembayaran anggaran untuk kegiatan festival tersebut belum dicairkan oleh Pemkab Badung.

Kondisi ini mengundang pertanyaan berbagai kalangan. Sumber Jawa Pos Radar Bali mengakui, anggaran untuk  Berawa Beach Art Festival sama sekali belum cair dari Pemkab Badung. 

Anggarannya sekitar Rp 1,2 miliar yang bersumber dari APBD Badung. “Sampai saat ini anggaran dari pemerintah zero (nol),” jelas sumber dari unsur kepanitiaan.

Dampaknya, sejumlah honor kegiatan untuk seniman ada yang belum dibayarkan. Padahal, festival sudah selesai. Sehingga para seniman pun mengejar-ngejar panitia.

“Katanya segera cair, tapi sampai saat ini (Senin, kemarin) belum juga cair,” ungkapnya. Salah satu seniman yang terlibat namun namanya enggan dimediakan juga mengakui belum menerima honor.

Baca Juga:  Usung Misi Perdamaian, Sepultura Punya Kenangan dengan Indonesia

Saat itu dia harus merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah. Namun, sampai saat ini anggaran belum cair dari Pemkab Badung.

“Iya, masih zero (belum cair) kami diminta untuk menunggu karena masih proses administrasi katanya,” terangnya.

Menurutnya total anggaran yang dijanjikan Pemkab Badung untuk menyukseskan acar tersebut mencapai Rp 1,2 miliar.

“Tidak hanya honor seniman, pembayaran untuk juara lomba dan produksi karya juga belum dibayar,” keluhnya.

Ketua Panitia BBAF Made Dwijantara juga mengakui bahwa anggaran yang dijanjikan Dinas Pariwisata belum cair.

Bahkan, menurutnya, dana yang digunakan untuk menalangi festival tersebut adalah Dana Bumdes Tibubeneng.

Menenai kendala dalam pencairan, pihaknya mengaku pencairan dana tersebut masih di proses di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Bagikan Masker Kepada Masyarakat

“Update terahir masih di proses di BPKAD. Saya terus berkoordinasi dengan pihak dinas,” ungkapnya, kemarin.

Secara terpisah, Sekretaris Disparda Badung A A Yuyun Hanura Enny tak menampik perihal tersebut. Mantan Camat Kuta Utara ini mengatakan pihaknya tengah memproses pencairan dana Berawa Festival.

“Ya, kan saat ini sedang proses SPJ, namun dana belum penuh cair,” terangnya. Disinggung apakah program Berawa Beach Festival akan terkena pemangkasan,  AA Yuyun mengatakan tidak terkena rasionalisasi anggaran. 

Karena seluruh Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sudah lengkap sehingga tinggal  menunggu pencairan dana saja.

“Tidak ada pengurangan, karena kegiatan sudah berlangsung akan sesuai dengan yang dianggarkan. Namun, yang belum jalan ini yang zero, dirasionalisasi penuhlah,” pungkasnya. 



MANGUPURA – Berawa Beach Art Festival telah berlangsung 23 – 26 Mei 2019 lalu. Sayangnya, pembayaran anggaran untuk kegiatan festival tersebut belum dicairkan oleh Pemkab Badung.

Kondisi ini mengundang pertanyaan berbagai kalangan. Sumber Jawa Pos Radar Bali mengakui, anggaran untuk  Berawa Beach Art Festival sama sekali belum cair dari Pemkab Badung. 

Anggarannya sekitar Rp 1,2 miliar yang bersumber dari APBD Badung. “Sampai saat ini anggaran dari pemerintah zero (nol),” jelas sumber dari unsur kepanitiaan.

Dampaknya, sejumlah honor kegiatan untuk seniman ada yang belum dibayarkan. Padahal, festival sudah selesai. Sehingga para seniman pun mengejar-ngejar panitia.

“Katanya segera cair, tapi sampai saat ini (Senin, kemarin) belum juga cair,” ungkapnya. Salah satu seniman yang terlibat namun namanya enggan dimediakan juga mengakui belum menerima honor.

Baca Juga:  Pesona Budaya Mertasari Diplot Jadi Ajang Parade Kesenian Paling Seru

Saat itu dia harus merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah. Namun, sampai saat ini anggaran belum cair dari Pemkab Badung.

“Iya, masih zero (belum cair) kami diminta untuk menunggu karena masih proses administrasi katanya,” terangnya.

Menurutnya total anggaran yang dijanjikan Pemkab Badung untuk menyukseskan acar tersebut mencapai Rp 1,2 miliar.

“Tidak hanya honor seniman, pembayaran untuk juara lomba dan produksi karya juga belum dibayar,” keluhnya.

Ketua Panitia BBAF Made Dwijantara juga mengakui bahwa anggaran yang dijanjikan Dinas Pariwisata belum cair.

Bahkan, menurutnya, dana yang digunakan untuk menalangi festival tersebut adalah Dana Bumdes Tibubeneng.

Menenai kendala dalam pencairan, pihaknya mengaku pencairan dana tersebut masih di proses di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung.

Baca Juga:  Utamakan Mufakat, Plh Bupati Adi Arnawa Apresiasi Langkah DPRD Badung

“Update terahir masih di proses di BPKAD. Saya terus berkoordinasi dengan pihak dinas,” ungkapnya, kemarin.

Secara terpisah, Sekretaris Disparda Badung A A Yuyun Hanura Enny tak menampik perihal tersebut. Mantan Camat Kuta Utara ini mengatakan pihaknya tengah memproses pencairan dana Berawa Festival.

“Ya, kan saat ini sedang proses SPJ, namun dana belum penuh cair,” terangnya. Disinggung apakah program Berawa Beach Festival akan terkena pemangkasan,  AA Yuyun mengatakan tidak terkena rasionalisasi anggaran. 

Karena seluruh Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sudah lengkap sehingga tinggal  menunggu pencairan dana saja.

“Tidak ada pengurangan, karena kegiatan sudah berlangsung akan sesuai dengan yang dianggarkan. Namun, yang belum jalan ini yang zero, dirasionalisasi penuhlah,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/