alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Heboh! Peserta Lomba Jukung Lawan Angin dan Arus

RadarBali.com – Lomba jukung serangkaian Sanur Village Festival di Pantai Segara Ayu, kemarin (9/8) berlangsung semarak.

Sebanyak 25 jukung dengan bendera warna-warni berlomba menjadi yang tercepat. Mereka menggeber layar untuk menempuh jarak tempuh 10 km, dari Pantai Segera Ayu dan finish di Pantai Sanur.

Ketua Panitia Jukung Competition Wayan Jelantik Yana mengatakan 25 peserta dipilih setelah panitia menyeleksi 75 calon peserta.

Sistem perlombaan, satu perahu satu orang. Jumlah peserta tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Kendala utamanya adalah masalah tempat. Selain itu ada perubahan pada jarak tempuh.

Awalnya 15 kilometer, kini jadi 10 kilometer. Perubahan terpaksa dilakukan karena kecepatan angin yang tidak mendukung.

Baca Juga:  Pariwisata Belum Pulih Total, Pelaku Pariwisata Genjot Paket Diskon

“Kami sebenarnya ingin jarak tempuh 15 km, tapi karena kendala cuaca dikurangi 5 km,” bebernya. Jelantik menyebutkan, tujuan lomba ini adalah untuk mempertahankan seni dan budaya yang dimiliki Desa Sanur.

Salah satu budaya itu adalah jukung tradisional. Apalagi Desa Sanur memiliki sekaa jukung tradisional. Selain itu, dengan lomba ini menjadi ajang promosi pariwisata melalui acara Sanur Village Festival.

Dalam perlombaan kemarin yang jadi pemenang adalah jukung nomer 96 atas nama Gusti Oka Sulaksana, jukung nomer 100 atas nama Wayan Suwena, dan jukung nomer 3 atas nama  Artika.

Salah seorang peserta yang kalah, Wayan Sudiana mengaku kendala di tengah laut adalah angin dan arus sehingga membuatnya harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendayung.

Baca Juga:  Erupsi Tak Pengaruhi Kunjungan DTW Ulun Danu Beratan

Selain itu, faktor usia tak bisa dinafikan. Di usia yang menginjak 54 tahun, dia mesti melawan peserta lain yang mayoritas masih remaja. Wajar, kalau dia ngos-ngosan, dan akhirnya kalah.

“Ini sudah biasa. Sudah biasa dari tahun 1985 ikut lomba jukung sebelum ada Sanur Village Festival. Ya, senang kalau setiap tahun ikut, kalau ada tenaga bisa dipakai,” ujarnya.

Sebelum hari H, dirinya sudah mempersiapkan perahu yang akan dipakai lomba dari memeriksa alat-alat dan perlengkapan untuk tempur.

Perahu yang dipakai lomba adalah perahu yang biasa disewakan untuk wisatawan.  Sayang, hasilnya kurang maksimal.



RadarBali.com – Lomba jukung serangkaian Sanur Village Festival di Pantai Segara Ayu, kemarin (9/8) berlangsung semarak.

Sebanyak 25 jukung dengan bendera warna-warni berlomba menjadi yang tercepat. Mereka menggeber layar untuk menempuh jarak tempuh 10 km, dari Pantai Segera Ayu dan finish di Pantai Sanur.

Ketua Panitia Jukung Competition Wayan Jelantik Yana mengatakan 25 peserta dipilih setelah panitia menyeleksi 75 calon peserta.

Sistem perlombaan, satu perahu satu orang. Jumlah peserta tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Kendala utamanya adalah masalah tempat. Selain itu ada perubahan pada jarak tempuh.

Awalnya 15 kilometer, kini jadi 10 kilometer. Perubahan terpaksa dilakukan karena kecepatan angin yang tidak mendukung.

Baca Juga:  Erupsi Tak Pengaruhi Kunjungan DTW Ulun Danu Beratan

“Kami sebenarnya ingin jarak tempuh 15 km, tapi karena kendala cuaca dikurangi 5 km,” bebernya. Jelantik menyebutkan, tujuan lomba ini adalah untuk mempertahankan seni dan budaya yang dimiliki Desa Sanur.

Salah satu budaya itu adalah jukung tradisional. Apalagi Desa Sanur memiliki sekaa jukung tradisional. Selain itu, dengan lomba ini menjadi ajang promosi pariwisata melalui acara Sanur Village Festival.

Dalam perlombaan kemarin yang jadi pemenang adalah jukung nomer 96 atas nama Gusti Oka Sulaksana, jukung nomer 100 atas nama Wayan Suwena, dan jukung nomer 3 atas nama  Artika.

Salah seorang peserta yang kalah, Wayan Sudiana mengaku kendala di tengah laut adalah angin dan arus sehingga membuatnya harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendayung.

Baca Juga:  Kuta Sea View Resort, Tawarkan Sunset dan Nuansa Asri di Ramainya Kuta

Selain itu, faktor usia tak bisa dinafikan. Di usia yang menginjak 54 tahun, dia mesti melawan peserta lain yang mayoritas masih remaja. Wajar, kalau dia ngos-ngosan, dan akhirnya kalah.

“Ini sudah biasa. Sudah biasa dari tahun 1985 ikut lomba jukung sebelum ada Sanur Village Festival. Ya, senang kalau setiap tahun ikut, kalau ada tenaga bisa dipakai,” ujarnya.

Sebelum hari H, dirinya sudah mempersiapkan perahu yang akan dipakai lomba dari memeriksa alat-alat dan perlengkapan untuk tempur.

Perahu yang dipakai lomba adalah perahu yang biasa disewakan untuk wisatawan.  Sayang, hasilnya kurang maksimal.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/