alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Sebulan Buka, Pantai Pandawa Kembali Menggeliat

KUTUH – Nama Pantai Pandawa tentu tidak asing lagi di Bali. Keberadaan pantai yang mengandalkan pemandangan tebing dan laut yang indah ini selama pandemi ternyata mengalami kerugian.

Wayan Kasim selaku Ketua Pengelola Objek Wisata Pandawa mengungkapkan sejak objek wisata di Bali ditutup pada 23 Maret 2020 lalu, pendapatan harian di Pandawa menurun drastis.

“Namun sejak ditutup, ada beberapa hal yang kami lakukan. Seperti di desa membentuk tim new normal dan sebagainya,” ujarnya. 

Untuk karyawan yang berjumlah 70 orang, karena kawasan otomatis sepi sejak ditutup, jam kerjanya pun diatur. Atau dibagi dengan dua shift.

“Nah, 11 Juli Pak Gub ke sini lalu membuka untuk kunjungan lokal. Tanggal 12 Juli atau besoknya, kunjungan ke pantai Pandawa  lumayan. Sehari sampai 3.400 orang,” ujarnya.

Baca Juga:  New Normal, Pol PP Denpasar Kontrol Ketat Pasar Tumpah

Esoknya lagi kunjungan menurun sekitar 1500 orang per hari. Kemudian di hari-hari biasa, kunjungan mencapai 400-500 orang per harinya.

Tahun lalu sebelum Covid 19 gimana? “Dulu itu hari biasa bisa sampai 2000-3000 orang per hari. Kalau puncak seperti tahun baru gitu bisa 24.000 orang per hari,” jawabnya.

Jumlah kunjungan yang 80 persen didominasi wisatawan lokal ke Pandawa ini pun berdampak pada jumlah pendapatan. Dalam bulan Juli – Agustus 2020 atau sejak dibuka, sebulan Pantai Pandawa hanya menghasilkan Rp 100 juta saja.

Dulu atau sebelum pandemi bisa, pantai Pandawa bisa menghasilkan Rp 600 juta dalam sebulan dari tiket parkir, pendapatan event dan lainnya. “Makanya sejak pandemi, pegawai cuma bisa dibayar gaji pokok saja,” pungkasnya.

Baca Juga:  Wahana Wisata Menjamur, Dispar Badung Data Izin dan Aspek Keamanan


KUTUH – Nama Pantai Pandawa tentu tidak asing lagi di Bali. Keberadaan pantai yang mengandalkan pemandangan tebing dan laut yang indah ini selama pandemi ternyata mengalami kerugian.

Wayan Kasim selaku Ketua Pengelola Objek Wisata Pandawa mengungkapkan sejak objek wisata di Bali ditutup pada 23 Maret 2020 lalu, pendapatan harian di Pandawa menurun drastis.

“Namun sejak ditutup, ada beberapa hal yang kami lakukan. Seperti di desa membentuk tim new normal dan sebagainya,” ujarnya. 

Untuk karyawan yang berjumlah 70 orang, karena kawasan otomatis sepi sejak ditutup, jam kerjanya pun diatur. Atau dibagi dengan dua shift.

“Nah, 11 Juli Pak Gub ke sini lalu membuka untuk kunjungan lokal. Tanggal 12 Juli atau besoknya, kunjungan ke pantai Pandawa  lumayan. Sehari sampai 3.400 orang,” ujarnya.

Baca Juga:  Wahana Wisata Menjamur, Dispar Badung Data Izin dan Aspek Keamanan

Esoknya lagi kunjungan menurun sekitar 1500 orang per hari. Kemudian di hari-hari biasa, kunjungan mencapai 400-500 orang per harinya.

Tahun lalu sebelum Covid 19 gimana? “Dulu itu hari biasa bisa sampai 2000-3000 orang per hari. Kalau puncak seperti tahun baru gitu bisa 24.000 orang per hari,” jawabnya.

Jumlah kunjungan yang 80 persen didominasi wisatawan lokal ke Pandawa ini pun berdampak pada jumlah pendapatan. Dalam bulan Juli – Agustus 2020 atau sejak dibuka, sebulan Pantai Pandawa hanya menghasilkan Rp 100 juta saja.

Dulu atau sebelum pandemi bisa, pantai Pandawa bisa menghasilkan Rp 600 juta dalam sebulan dari tiket parkir, pendapatan event dan lainnya. “Makanya sejak pandemi, pegawai cuma bisa dibayar gaji pokok saja,” pungkasnya.

Baca Juga:  Menikmati Suasana Hening Nyepi di favehotel Kuta Kartika Plaza

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/