alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Libur Lebaran, Okupansi Homestay di Ubud Stagnan

UBUD – Libur Lebaran pekan lalu, rupanya, tak berpengaruh besar terhadap penginapan di Ubud, Gianyar.

Seperti yang dialami homestay di kawasan Ubud. Saat libur Lebaran, okupansi homestay malah stagnan. Bahkan, tidak sampai menyentuh angka 80 persen.

Ketua Ubud Homestay Comunity (UHC) Ida Bagus Wiryawan menyatakan, jumlah okupansi tidak terlalu besar saat libur Lebaran lalu.

“Untuk kunjungan kalau sekarang masih normal. Tapi, tidak terlalu tinggi,” ujarnya. “Rata-rata okupansi 60-70 persen, tidak sampai 80 persen,” ujar Wiryawan, kemarin (12/6).

Diakui, padatnya wisatawan ke Ubud saat libur Lebaran ternyata hanya meramaikan saja. “Macet di Ubud waktu ini, kebanyakan tamu hanya berkunjung saja,” jelasnya.

Baca Juga:  Badung Larang Warga Lokal Masuk Pantai, Gus Adhi: Stop Diskriminasi

Wisatawan datang hanya melintas atau berkunjung sebentar. Kemudian balik lagi. Disamping itu, wisatawan domestik yang datang sedikit yang menginap di Ubud.

“Domestik lebih condong menginap di area Kuta (Kabupaten Badung, red),” terangnya. Jumlah hunian yang stagnan, kata Wiryawan, perlu ada terobosan.

“Seperti kita harus berbuat sesuatu yang inovatif,” jelasnya. Hanya saja, langkah yang hendak diwujudkan itu belum menemukan titik temu. “Belum ada pembahasan lebih lanjut ini,” jelasnya.

Tentunya, dengan adanya okupansi home stay yang stagnan, kata dia, menjadi tugas berbagai elemen. Tidak hanya pelaku wisata saja. “Ini menjadi PR (pekerjaan rumah, red) bersama,” tukasnya. 



UBUD – Libur Lebaran pekan lalu, rupanya, tak berpengaruh besar terhadap penginapan di Ubud, Gianyar.

Seperti yang dialami homestay di kawasan Ubud. Saat libur Lebaran, okupansi homestay malah stagnan. Bahkan, tidak sampai menyentuh angka 80 persen.

Ketua Ubud Homestay Comunity (UHC) Ida Bagus Wiryawan menyatakan, jumlah okupansi tidak terlalu besar saat libur Lebaran lalu.

“Untuk kunjungan kalau sekarang masih normal. Tapi, tidak terlalu tinggi,” ujarnya. “Rata-rata okupansi 60-70 persen, tidak sampai 80 persen,” ujar Wiryawan, kemarin (12/6).

Diakui, padatnya wisatawan ke Ubud saat libur Lebaran ternyata hanya meramaikan saja. “Macet di Ubud waktu ini, kebanyakan tamu hanya berkunjung saja,” jelasnya.

Baca Juga:  Badung Larang Warga Lokal Masuk Pantai, Gus Adhi: Stop Diskriminasi

Wisatawan datang hanya melintas atau berkunjung sebentar. Kemudian balik lagi. Disamping itu, wisatawan domestik yang datang sedikit yang menginap di Ubud.

“Domestik lebih condong menginap di area Kuta (Kabupaten Badung, red),” terangnya. Jumlah hunian yang stagnan, kata Wiryawan, perlu ada terobosan.

“Seperti kita harus berbuat sesuatu yang inovatif,” jelasnya. Hanya saja, langkah yang hendak diwujudkan itu belum menemukan titik temu. “Belum ada pembahasan lebih lanjut ini,” jelasnya.

Tentunya, dengan adanya okupansi home stay yang stagnan, kata dia, menjadi tugas berbagai elemen. Tidak hanya pelaku wisata saja. “Ini menjadi PR (pekerjaan rumah, red) bersama,” tukasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/