alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Waspada, Coronavirus Picu Rasa Cemas dan Panik, Ini Efek Sampingnya

JAKARTA – Merasa cemas, panik, dan takut akibat pemberitaan mengenai corona virus disease (Covid – 19)? Kamu tidak sendirian.

Pandemi akibat Covid-19 telah meningkatkan kecemasan di antara banyak penduduk dunia. Jajak pendapat American Psychiatric Association baru-baru ini menemukan, lebih dari sepertiga orang Amerika berpikir Covid-19 atau Coronavirus secara serius mempengaruhi kesehatan psikologis mereka.

Selain itu, panggilan dan SMS ke hotline kesehatan mental juga meningkat secara drastis. Kepanikan dan kecemasan yang terjadi ini memang bukan salahmu.

Namun, kamu bisa mengontrol rasa cemas dan takut ini. Pahami juga bahwa akan muncul efek samping jika kamu tidak bisa mengontrol rasa cemas ini, seperti:

 

1.            Kurang Tidur

Sebagian besar dari kamu sadar bahwa kecemasan menyebabkan insomnia dan masalah tidur lainnya. Semakin sedikit tidur yang didapatkan, maka semakin besar tingkat kecemasan.

Kabar baiknya, fokus pada cara-cara untuk meningkatan kualitas tidur dapat mengurangi kecemasan.

Pertahankanlah waktu tidur yang konsisten, batasi asupan kafein dan alkohol, matikan alarm, olahraga, dan dapatkan setidaknya beberapa waktu paparan sinar matahari setiap hari.

Penelitian juga menunjukkan bahwa menjaga kamar tidur tetap sejuk, gelap dan tenang, serta menjauhi gadget juga dapat mendorong untuk lebih cepat tidur.

Baca Juga:  Lacak 48 Orang Kontak 4 Pasien Positif Corona, Hasil Rapid Tes Negatif

 

2.            Kesulitan untuk Fokus

Melansir dari laman Washington Post, manusia telah berevolusi untuk memusatkan perhatian mereka pada ancaman.

Covid-19 telah mengancam kesehatan, mata pencaharian, dan cara hidup sehari-hari. Secara tidak sengaja, kamu juga terus mengonsumsi berbagai berita dan kemudian memikirkan cara-cara untuk melindungi diri dari virus.

Masalahnya adalah, selama di rumah kamu juga harus tetap fokus bekerja. Akibat pemberitaan Covid-19, pikiran kamu bisa menjadi tidak fokus dan sulit berkonsentrasi pada hal lain yang sedang kita coba lakukan saat ini.

Cara untuk meningkatkan konsentrasi, urutkan pekerjaan kamu dari yang paling penting. Jangan lupa juga untuk meluangkan waktu istirahat, ya!

 

3.            Sering Lupa

Banyak dari kita juga mengalami kesulitan mengingat dan mengelola informasi yang relevan selama pandemi ini.

Misalnya saja lupa akan poin-poin penting dari percakapan kerja baru-baru ini atau semacamnya. Alexandra Parpura, ahli gerontologi dan pendiri Aging Perspectives di Chevy Chase menjelaskan bahwa kecemasan memengaruhi memori.

Apa pun yang merilekskan tubuh pun akan membantu ingatan, karena relaksasi melibatkan sistem saraf parasimpatis.

Baca Juga:  Media AS Sudutkan Pariwisata Bali, Dispar Gencar Promo ke Luar Negeri

Nah, contoh-contoh kegiatan relaksasi yang baik termasuk yoga dan olahraga, jika memungkinkan. Kamu juga bisa melakukan permainan yang

mengasah kemampuan untuk fokus seperti teka-teki silang, Sudoku, membuat kerajinan tangan, bermain video games, atau bermain alat musik.

 

4.            Meningkatkan Iritabilitas dan Mudah Marah

Apakah kamu menyadari bahwa akhir-akhir ini jadi mudah frustasi dan mudah marah? Meskipun level kecemasan yang dialami tiap orang berbeda, tentu saja hal ini berkontribusi terhadap iritabilitas dan kemarahan.

Penelitian menunjukkan bahwa kecemasan juga dapat memicu emosi ini. Sayangnya, hubungan kamu dengan orang-orang di sekitar bisa jadi memburuk karena hal ini. 

Langkah pertama dalam mencegah kecemasan ini, akui bahwa kamu mengalami kecemasan yang bisa saja berubah menjadi kemarahan pada orang-orang di sekitarmu. Dengan begini, orang-orang mungkin bisa mengerti.

Kamu juga bisa bicara pada psikologi di Halodoc jika merasa gangguan kecemasan kamu sudah cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Psikolog di Halodoc dapat dihubungi setiap saat melalui fitur chat. Jangan biarkan kecemasan ini mengganggu produktivitas kamu. (rba)

 



JAKARTA – Merasa cemas, panik, dan takut akibat pemberitaan mengenai corona virus disease (Covid – 19)? Kamu tidak sendirian.

Pandemi akibat Covid-19 telah meningkatkan kecemasan di antara banyak penduduk dunia. Jajak pendapat American Psychiatric Association baru-baru ini menemukan, lebih dari sepertiga orang Amerika berpikir Covid-19 atau Coronavirus secara serius mempengaruhi kesehatan psikologis mereka.

Selain itu, panggilan dan SMS ke hotline kesehatan mental juga meningkat secara drastis. Kepanikan dan kecemasan yang terjadi ini memang bukan salahmu.

Namun, kamu bisa mengontrol rasa cemas dan takut ini. Pahami juga bahwa akan muncul efek samping jika kamu tidak bisa mengontrol rasa cemas ini, seperti:

 

1.            Kurang Tidur

Sebagian besar dari kamu sadar bahwa kecemasan menyebabkan insomnia dan masalah tidur lainnya. Semakin sedikit tidur yang didapatkan, maka semakin besar tingkat kecemasan.

Kabar baiknya, fokus pada cara-cara untuk meningkatan kualitas tidur dapat mengurangi kecemasan.

Pertahankanlah waktu tidur yang konsisten, batasi asupan kafein dan alkohol, matikan alarm, olahraga, dan dapatkan setidaknya beberapa waktu paparan sinar matahari setiap hari.

Penelitian juga menunjukkan bahwa menjaga kamar tidur tetap sejuk, gelap dan tenang, serta menjauhi gadget juga dapat mendorong untuk lebih cepat tidur.

Baca Juga:  Wisatawan Asing Mulai Dipungut Retribusi, Nusa Penida Terancam Krodit

 

2.            Kesulitan untuk Fokus

Melansir dari laman Washington Post, manusia telah berevolusi untuk memusatkan perhatian mereka pada ancaman.

Covid-19 telah mengancam kesehatan, mata pencaharian, dan cara hidup sehari-hari. Secara tidak sengaja, kamu juga terus mengonsumsi berbagai berita dan kemudian memikirkan cara-cara untuk melindungi diri dari virus.

Masalahnya adalah, selama di rumah kamu juga harus tetap fokus bekerja. Akibat pemberitaan Covid-19, pikiran kamu bisa menjadi tidak fokus dan sulit berkonsentrasi pada hal lain yang sedang kita coba lakukan saat ini.

Cara untuk meningkatkan konsentrasi, urutkan pekerjaan kamu dari yang paling penting. Jangan lupa juga untuk meluangkan waktu istirahat, ya!

 

3.            Sering Lupa

Banyak dari kita juga mengalami kesulitan mengingat dan mengelola informasi yang relevan selama pandemi ini.

Misalnya saja lupa akan poin-poin penting dari percakapan kerja baru-baru ini atau semacamnya. Alexandra Parpura, ahli gerontologi dan pendiri Aging Perspectives di Chevy Chase menjelaskan bahwa kecemasan memengaruhi memori.

Apa pun yang merilekskan tubuh pun akan membantu ingatan, karena relaksasi melibatkan sistem saraf parasimpatis.

Baca Juga:  Okupansi Nol Persen, Ribuan Pekerja Pariwisata di Buleleng Dirumahkan

Nah, contoh-contoh kegiatan relaksasi yang baik termasuk yoga dan olahraga, jika memungkinkan. Kamu juga bisa melakukan permainan yang

mengasah kemampuan untuk fokus seperti teka-teki silang, Sudoku, membuat kerajinan tangan, bermain video games, atau bermain alat musik.

 

4.            Meningkatkan Iritabilitas dan Mudah Marah

Apakah kamu menyadari bahwa akhir-akhir ini jadi mudah frustasi dan mudah marah? Meskipun level kecemasan yang dialami tiap orang berbeda, tentu saja hal ini berkontribusi terhadap iritabilitas dan kemarahan.

Penelitian menunjukkan bahwa kecemasan juga dapat memicu emosi ini. Sayangnya, hubungan kamu dengan orang-orang di sekitar bisa jadi memburuk karena hal ini. 

Langkah pertama dalam mencegah kecemasan ini, akui bahwa kamu mengalami kecemasan yang bisa saja berubah menjadi kemarahan pada orang-orang di sekitarmu. Dengan begini, orang-orang mungkin bisa mengerti.

Kamu juga bisa bicara pada psikologi di Halodoc jika merasa gangguan kecemasan kamu sudah cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Psikolog di Halodoc dapat dihubungi setiap saat melalui fitur chat. Jangan biarkan kecemasan ini mengganggu produktivitas kamu. (rba)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/