alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Rutin Digelar Tiap Tahun, Mendadak Pak Gub Minta Festival Dievaluasi

RadarBali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika, meminta agar festival di Kabupaten Buleleng dievaluasi kembali.

Evaluasi dianggap penting, sehingga Buleleng memiliki atraksi yang berbeda dengan Bali Selatan. Dampaknya, wisatawan pun bersedia datang ke Buleleng.

Penegasan itu disampaikan Mangku Pastika, saat berkunjung ke Lovina Festival 2017, di Pantai Binaria Lovina, sore kemarin.

Pastika didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Bali Dewa Putu Beratha, Kepala Dinas Pariwisata Bali A.A. Gede Yuniartha Putra, serta Karo Humas Pemprov Bali Dewa Mahendra.

Selama meninjau Lovina Festival, Pastika ditemani Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, serta Sekkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka.

Anggota Komisi X DPR RI Wayan Koster serta Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati juga turut hadir.

Dalam kesempatan itu, Pastika sempat melihat areal panggung yang dihias sedemikian rupa menyerupai perahu.

Baca Juga:  Nyoman Nuarta; Patung GWK Persembahan untuk Negeri

Dia juga menyaksikan puluhan kapal yacht yang sandar di Pantai Lovina. Selain itu Pastika juga bercengkrama dengan sejumlah anak yang tampil pada parade.

Pastika hanya menyaksikan festival hingga parade, dan meninggalkan areal festival pada pukul 18.00 sore.

Kepada wartawan, Pastika meminta agar Pemkab Buleleng menambah destinasi wisata dan membuat sesuatu yang beda dengan Bali Selatan.

“Apa yang lain itu? Feel the difference (rasakan yang berbeda, red),” kata Pastika. Dia juga meminta agar pelaksanaan festival dievaluasi.

Pastika menegaskan yang ia maksud evaluasi, bukan menghentikan penyelenggaraan festival yang selama ini marak di Buleleng.

“Evaluasi itu harus kita lihat atraksi apa yang harus kita tampilkan, siapa yang kita libatkan. Evaluasi, bukan stop! Ingat ini ya,” tegasnya.

“Evaluasi itu bunyinya, kita cek lagi. Maksud saya jangan sama juga dengan di selatan, kalau sama nggak ada gunanya. Mereka nggak mau kesini kalau sama. Harus tampil beda,” imbuhnya.

Baca Juga:  Berulangkali Jatuh Korban Tewas, Devil’s Tears Mulai Dipasangi Pagar

Sementara itu Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, Festival Lovina 2017 diselenggarakan setiap tahun. Tujuannya memberdayakan desa-desa penyangga Kawasan Wisata Lovina.

Diharapkan wisatawan semakin mengenal wilayah Lovina, yang menjadi destinasi wisata andalan di Kabupaten Buleleng.

“Harapan saya ke depan sinergitas pusat, provinsi, buleleng bisa bersama-sama membangun daerah kita buleleng ya. Kita perlu dukungan juga, nggak mungkin bisa bangun sendiri. Sehingga apa yang jadi kearifan lokal buleleng, bisa kita angkat untuk majukan buleleng,” tegasnya.

Asal tahu saja, Lovina Festival 2017 diselenggarakan sejak kemarin hingga Senin (18/9) pekan depan. Sejumlah agenda seni budaya dan hiburan digelar pada festival ini.

Selain itu ada puluhan kapal yacht yang juga ikut bersandar di Lovina dalam rangka melakukan aktifitas wisata layar.



RadarBali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika, meminta agar festival di Kabupaten Buleleng dievaluasi kembali.

Evaluasi dianggap penting, sehingga Buleleng memiliki atraksi yang berbeda dengan Bali Selatan. Dampaknya, wisatawan pun bersedia datang ke Buleleng.

Penegasan itu disampaikan Mangku Pastika, saat berkunjung ke Lovina Festival 2017, di Pantai Binaria Lovina, sore kemarin.

Pastika didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Bali Dewa Putu Beratha, Kepala Dinas Pariwisata Bali A.A. Gede Yuniartha Putra, serta Karo Humas Pemprov Bali Dewa Mahendra.

Selama meninjau Lovina Festival, Pastika ditemani Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, serta Sekkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka.

Anggota Komisi X DPR RI Wayan Koster serta Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati juga turut hadir.

Dalam kesempatan itu, Pastika sempat melihat areal panggung yang dihias sedemikian rupa menyerupai perahu.

Baca Juga:  Nyoman Nuarta; Patung GWK Persembahan untuk Negeri

Dia juga menyaksikan puluhan kapal yacht yang sandar di Pantai Lovina. Selain itu Pastika juga bercengkrama dengan sejumlah anak yang tampil pada parade.

Pastika hanya menyaksikan festival hingga parade, dan meninggalkan areal festival pada pukul 18.00 sore.

Kepada wartawan, Pastika meminta agar Pemkab Buleleng menambah destinasi wisata dan membuat sesuatu yang beda dengan Bali Selatan.

“Apa yang lain itu? Feel the difference (rasakan yang berbeda, red),” kata Pastika. Dia juga meminta agar pelaksanaan festival dievaluasi.

Pastika menegaskan yang ia maksud evaluasi, bukan menghentikan penyelenggaraan festival yang selama ini marak di Buleleng.

“Evaluasi itu harus kita lihat atraksi apa yang harus kita tampilkan, siapa yang kita libatkan. Evaluasi, bukan stop! Ingat ini ya,” tegasnya.

“Evaluasi itu bunyinya, kita cek lagi. Maksud saya jangan sama juga dengan di selatan, kalau sama nggak ada gunanya. Mereka nggak mau kesini kalau sama. Harus tampil beda,” imbuhnya.

Baca Juga:  Air Jadi Masalah di Buleleng, Bupati Agus Minta PLN Beri Energi Murah

Sementara itu Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, Festival Lovina 2017 diselenggarakan setiap tahun. Tujuannya memberdayakan desa-desa penyangga Kawasan Wisata Lovina.

Diharapkan wisatawan semakin mengenal wilayah Lovina, yang menjadi destinasi wisata andalan di Kabupaten Buleleng.

“Harapan saya ke depan sinergitas pusat, provinsi, buleleng bisa bersama-sama membangun daerah kita buleleng ya. Kita perlu dukungan juga, nggak mungkin bisa bangun sendiri. Sehingga apa yang jadi kearifan lokal buleleng, bisa kita angkat untuk majukan buleleng,” tegasnya.

Asal tahu saja, Lovina Festival 2017 diselenggarakan sejak kemarin hingga Senin (18/9) pekan depan. Sejumlah agenda seni budaya dan hiburan digelar pada festival ini.

Selain itu ada puluhan kapal yacht yang juga ikut bersandar di Lovina dalam rangka melakukan aktifitas wisata layar.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/