alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Fokus Tangani Covid-19, Buleleng Pangkas Seluruh Anggaran Festival

SINGARAJA – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memangkas seluruh anggaran yang tadinya dialokasikan untuk pelaksanaan festival di Kabupaten Buleleng.

Anggaran itu kini dialihkan untuk mendukung program penanganan dan pengendalian covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Total anggaran festival yang kini digeser untuk Belanja Tidak Terduga, konon mendekati angka Rp 4 miliar. Agenda festival di Kabupaten Buleleng sebenarnya cukup padat.

Catatan Jawa Pos Radar Bali, sepanjang 2019 lalu ada 16 agenda festival yang dilaksanakan. Yakni festival budaya di sembilan kecamatan, Buleleng Festival,

Lovina Festival, Twin Lake Festival, Pemuteran Bay Festival, Buleleng Bali Dive Festival, Mangosteen Fiesta, dan Festival Durian.

Itu belum termasuk agenda rutin seperti Pesta Rakyat HUT Kota Singaraja, Pameran Pembangunan, Pesta Kesenian Bali (PKB) tingkat kabupaten, dan Buleleng Expo.

Baca Juga:  Dua Pejabat Hasil Lelang Akhirnya Dilantik, Jabatan Lowong Diisi Plt

Ketua TAPD Buleleng Gede Suyasa yang dikonfirmasi kemarin, menyatakan dana penyelenggaraan festival termasuk salah satu yang di-refocusing.

Tak hanya dana festival, bahkan keikutsertaan Kabupaten Buleleng dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) juga ikut dialihkan. Mengingat tahun ini, Pemprov Bali tak menyelenggarakan PKB.

“Pembahasannya sudah selesai waktu ini. Semua festival tahun ini tidak ada. Jadi refocusing tahap pertama itu sudah masuk ke (belanja) BTT yang Rp 57 miliar,” kata Suyasa.

Lebih lanjut Suyasa mengatakan, dalam kondisi pandemi covid saat ini, pemerintah tak akan melaksanakan festival.

Mengingat pemerintah selama ini menekankan pada social distancing dan physical distancing. Namun, bila situasi sudah kembali normal, tak menutup kemungkinan beberapa festival akan dilaksanakan kembali.

Baca Juga:  Persawahan Disulap Jadi Taman Wisata Selfie, Hasilnya Benar-benar Woow

Beberapa agenda yang sudah dipastikan tidak terlaksana, yakni keikutsertaan di PKB, Twin Lake Festival, dan Buleleng Festival.

“Kalau situasinya normal, mungkin dilakukan pembahasan lagi di APBD Perubahan. Apakah akan diprogramkan kembali (dengan) melihat sumber anggaran, atau bagaimana,” tukasnya. 



SINGARAJA – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memangkas seluruh anggaran yang tadinya dialokasikan untuk pelaksanaan festival di Kabupaten Buleleng.

Anggaran itu kini dialihkan untuk mendukung program penanganan dan pengendalian covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Total anggaran festival yang kini digeser untuk Belanja Tidak Terduga, konon mendekati angka Rp 4 miliar. Agenda festival di Kabupaten Buleleng sebenarnya cukup padat.

Catatan Jawa Pos Radar Bali, sepanjang 2019 lalu ada 16 agenda festival yang dilaksanakan. Yakni festival budaya di sembilan kecamatan, Buleleng Festival,

Lovina Festival, Twin Lake Festival, Pemuteran Bay Festival, Buleleng Bali Dive Festival, Mangosteen Fiesta, dan Festival Durian.

Itu belum termasuk agenda rutin seperti Pesta Rakyat HUT Kota Singaraja, Pameran Pembangunan, Pesta Kesenian Bali (PKB) tingkat kabupaten, dan Buleleng Expo.

Baca Juga:  Sulap Lahan Adventure Jadi Kandang, Ajak Karyawan Beternak Kambing

Ketua TAPD Buleleng Gede Suyasa yang dikonfirmasi kemarin, menyatakan dana penyelenggaraan festival termasuk salah satu yang di-refocusing.

Tak hanya dana festival, bahkan keikutsertaan Kabupaten Buleleng dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) juga ikut dialihkan. Mengingat tahun ini, Pemprov Bali tak menyelenggarakan PKB.

“Pembahasannya sudah selesai waktu ini. Semua festival tahun ini tidak ada. Jadi refocusing tahap pertama itu sudah masuk ke (belanja) BTT yang Rp 57 miliar,” kata Suyasa.

Lebih lanjut Suyasa mengatakan, dalam kondisi pandemi covid saat ini, pemerintah tak akan melaksanakan festival.

Mengingat pemerintah selama ini menekankan pada social distancing dan physical distancing. Namun, bila situasi sudah kembali normal, tak menutup kemungkinan beberapa festival akan dilaksanakan kembali.

Baca Juga:  Okupansi Nol Persen, Ribuan Pekerja Pariwisata di Buleleng Dirumahkan

Beberapa agenda yang sudah dipastikan tidak terlaksana, yakni keikutsertaan di PKB, Twin Lake Festival, dan Buleleng Festival.

“Kalau situasinya normal, mungkin dilakukan pembahasan lagi di APBD Perubahan. Apakah akan diprogramkan kembali (dengan) melihat sumber anggaran, atau bagaimana,” tukasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/