alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Badung Harap 9 Negara Cabut Travel Advisory

RadarBali.com – Dampak status awas Gunung Agung sangat kuat mempengaruhi kondisi pariwisata Bali. Hal ini bisa dimaklumi mengingat pariwisata adalah jantung pendapatan terbesar Bali.

Sepanjang Gunung Agung menyandang status awas, total 10 negara mengeluarkan status travel advisory ke Bali. 10 negara itu adalah Australia, Singapura, USA, United Kingdom, New Zealand, Kanada, Jepang, Hongkong, Korea Selatan, dan India.

Kadispar Badung Made Badra mengatakan, dari 10 negara yang mengeluarkan travel advisory ke Bali 10 Oktober lalu, India mencabut status tersebut.

Pencabutan dilakukan India setelah ada penjelasan dari berbagai pihak yang menyatakan Bali sangat aman untuk di kunjungi.

“Semua pihak kami libatkan, termasuk Konjen negara kita yang ada di luar negeri, bahwa Bali sangat aman saat ini,” ujar Made Badra. Sebelumnya, gubernur melakukan pertemuan dengan 35 konjen di Bali.

Kata dia, antara Badung dan India memang tengah menjajaki kerjasama agar turis asal India lebih banyak datang ke Bali terutama Badung.

Terbukti dari beberapa langkah pertemuan yang dilakukan membawa hasil positif. Ada ribuan turis dari India yang akan berkunjung ke Bali.

Terlebih akan diadakan even Bollywood Awards yang akan berlangsung di ITDC Mei 2018 mendatang. “Ini akan menyedot 15 ribu turis. Tanggal 18 ini akan dibahas lagi oleh EO-nya di Jakarta,” katanya.

Sejak geliat aktivitas Gunung Agung meningkat, memang belum menunjukkan potensi penurunan yang signifikan.

Made Badra mengungkapkan, kedatangan wisatawan mancanegara ke Badung masih normal. “Yang terpenting saat ini, terus digaungkan bahwa Bali tetap aman. Dan, lokasi letusan sangat jauh dari Badung,” terang Badra.

Tahun ini Badung menargetkan kunjungan sebanyak 5,85 juta wisman. Dan hingga awal Oktober sudah mencapai 78 persen.



RadarBali.com – Dampak status awas Gunung Agung sangat kuat mempengaruhi kondisi pariwisata Bali. Hal ini bisa dimaklumi mengingat pariwisata adalah jantung pendapatan terbesar Bali.

Sepanjang Gunung Agung menyandang status awas, total 10 negara mengeluarkan status travel advisory ke Bali. 10 negara itu adalah Australia, Singapura, USA, United Kingdom, New Zealand, Kanada, Jepang, Hongkong, Korea Selatan, dan India.

Kadispar Badung Made Badra mengatakan, dari 10 negara yang mengeluarkan travel advisory ke Bali 10 Oktober lalu, India mencabut status tersebut.

Pencabutan dilakukan India setelah ada penjelasan dari berbagai pihak yang menyatakan Bali sangat aman untuk di kunjungi.

“Semua pihak kami libatkan, termasuk Konjen negara kita yang ada di luar negeri, bahwa Bali sangat aman saat ini,” ujar Made Badra. Sebelumnya, gubernur melakukan pertemuan dengan 35 konjen di Bali.

Kata dia, antara Badung dan India memang tengah menjajaki kerjasama agar turis asal India lebih banyak datang ke Bali terutama Badung.

Terbukti dari beberapa langkah pertemuan yang dilakukan membawa hasil positif. Ada ribuan turis dari India yang akan berkunjung ke Bali.

Terlebih akan diadakan even Bollywood Awards yang akan berlangsung di ITDC Mei 2018 mendatang. “Ini akan menyedot 15 ribu turis. Tanggal 18 ini akan dibahas lagi oleh EO-nya di Jakarta,” katanya.

Sejak geliat aktivitas Gunung Agung meningkat, memang belum menunjukkan potensi penurunan yang signifikan.

Made Badra mengungkapkan, kedatangan wisatawan mancanegara ke Badung masih normal. “Yang terpenting saat ini, terus digaungkan bahwa Bali tetap aman. Dan, lokasi letusan sangat jauh dari Badung,” terang Badra.

Tahun ini Badung menargetkan kunjungan sebanyak 5,85 juta wisman. Dan hingga awal Oktober sudah mencapai 78 persen.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/