alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Kunjungan Tamu ke Rafting Tegala Waja Sepi, Pengusaha Keluhkan Promosi

AMLAPURA – Aliran air di Sungai Telaga Waja di Desa Tangkup, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, terlihat jernih.

Sungai yang memiliki pemandangan eksotis itu sama sekali tidak terdampak dengan Gunung Agung yang kembali erupsi kecil-kecilan.

Sayang, hingga saat ini kunjungan ke sungai dengan jalur rafting terpanjang di Bali itu masih sepi.

“Banyak yang belum tahu kalau selama ini Sungai Telaga Waja tidak terpengaruh cuaca. Banyak yang takut juga kalau erupsi, padahal tidak terpengaruh jika erupsi.

Erupsi sampai membakar hutan di puncak gunung juga tidak berpengaruh pada Telaga Waja,” kata Komang Nuriata, pemilik Bali Tubing Rafting di Sungai Telaga Waja, kemarin.

Nuriata dan pemilik usaha rafting lainnya pantas cemas. Sebab, biasanya Juni hingga Agustus terjadi high season kunjungan. Namun, jumlah kunjungan tamu masih landai.

Baca Juga:  Dentuman Keras Menggelegar dari Kawah Terdengar Hingga Radius 12 Km

Bahkan, lanjut Nuriata, banyak pihak yang belum tahu jika rafting di Sungai Telaga Waja sudah kembali aktif.

Hal itu terlihat dari pengakuan sejumlah sopir taksi, travel, dan hotel di kawasan BTDC Nusa Dua. “Saya juga kaget, banyak yang belum tahu kalau Telaga Waja sudah buka.

Kami harapkan bantuan pemerintah membantu menginformasikan jika Telaga Waja tidak ada masalah. Airnya bening, jernih, dan aman,” tandasnya.

Dampaknya, saat ini kunjungan tamu ke Telaga Waja masih sedikit. Pemilik rafting sehari hanya menerima sepuluh tamu.

Tamu segelintir itu kebanyakan turis asing berasal dari Eropa seperti Denmark, Belanda, dan Belgia. Ada juga beberapa dari Australia.

Nuriata menyebut usaha rafting di Karangasem sangat prospek untuk perkembangan perekonomian warga. Apalagi, rafting di Karangasem terutama di daerah Telaga Waja disebut-sebut salah satu yang terbaik di Bali.

Baca Juga:  Gunung Agung Erupsi Setinggi 2.800 Meter, Pengungsi Butuh Obat-obatan

Jalur rafting yang dilalui mencapai 20 kilometer dengan pemandangan alam menawan serta udara sejuk menjadi daya tarik tersendiri.

Pemilik usaha rafting yang sebagian besar putra daerah Karangasem berharap bantuan dari pemerintah.

Mereka membutuhkan bantuan berupa promosi pariwisata bahwa Telaga Waja di Karangasem aman dikunjungi.(



AMLAPURA – Aliran air di Sungai Telaga Waja di Desa Tangkup, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, terlihat jernih.

Sungai yang memiliki pemandangan eksotis itu sama sekali tidak terdampak dengan Gunung Agung yang kembali erupsi kecil-kecilan.

Sayang, hingga saat ini kunjungan ke sungai dengan jalur rafting terpanjang di Bali itu masih sepi.

“Banyak yang belum tahu kalau selama ini Sungai Telaga Waja tidak terpengaruh cuaca. Banyak yang takut juga kalau erupsi, padahal tidak terpengaruh jika erupsi.

Erupsi sampai membakar hutan di puncak gunung juga tidak berpengaruh pada Telaga Waja,” kata Komang Nuriata, pemilik Bali Tubing Rafting di Sungai Telaga Waja, kemarin.

Nuriata dan pemilik usaha rafting lainnya pantas cemas. Sebab, biasanya Juni hingga Agustus terjadi high season kunjungan. Namun, jumlah kunjungan tamu masih landai.

Baca Juga:  Ditemukan Selamat, Begini Kronologis Pemedek Tersesat di Gunung Agung

Bahkan, lanjut Nuriata, banyak pihak yang belum tahu jika rafting di Sungai Telaga Waja sudah kembali aktif.

Hal itu terlihat dari pengakuan sejumlah sopir taksi, travel, dan hotel di kawasan BTDC Nusa Dua. “Saya juga kaget, banyak yang belum tahu kalau Telaga Waja sudah buka.

Kami harapkan bantuan pemerintah membantu menginformasikan jika Telaga Waja tidak ada masalah. Airnya bening, jernih, dan aman,” tandasnya.

Dampaknya, saat ini kunjungan tamu ke Telaga Waja masih sedikit. Pemilik rafting sehari hanya menerima sepuluh tamu.

Tamu segelintir itu kebanyakan turis asing berasal dari Eropa seperti Denmark, Belanda, dan Belgia. Ada juga beberapa dari Australia.

Nuriata menyebut usaha rafting di Karangasem sangat prospek untuk perkembangan perekonomian warga. Apalagi, rafting di Karangasem terutama di daerah Telaga Waja disebut-sebut salah satu yang terbaik di Bali.

Baca Juga:  Pulau Menjangan, Favorit Diving dan Snorkeling Wisatawan Asing

Jalur rafting yang dilalui mencapai 20 kilometer dengan pemandangan alam menawan serta udara sejuk menjadi daya tarik tersendiri.

Pemilik usaha rafting yang sebagian besar putra daerah Karangasem berharap bantuan dari pemerintah.

Mereka membutuhkan bantuan berupa promosi pariwisata bahwa Telaga Waja di Karangasem aman dikunjungi.(


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/