alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Baru Tembus Rp 3,6 T, Bapenda Badung Optimis Target Rp 4,6 T Tercapai

MANGUPURA – Badan Pendapatan (Bapenda)/Pasedahan Agung harus kerja keras untuk mencapai target pendapatan di sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR).

Namun, Bapenda tetap memiliki keyakinan bahwa target Rp 4,6 triliun PHR tercapai di tahun 2019 ini. Karena saat ini pendapatan PHR sudah  tercapai Rp 3,6 triliun.

“Kami tetap optimistis target Rp 4,6 triliun lebih tercapai hingga akhir tahun ini, karena untuk saat ini sudah tercapai Rp 3,6 triliun lebih,” terang Kepala Bapenda Badung I Made Sutama.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk memenuhi terget pajak tersebut. Yakni telah melakukan gerakan

memasang spanduk pada penunggak pajak bandel yang telah dilakukan sejak Februari 2019 memberikan dampak positif terhadap pendapatan Badung.

Baca Juga:  Ini Rekomendasi DPRD untuk Menutup Bisnis Mafia Pariwisata di Bali

“Dari 18 pemasangan spanduk yang kami lakukan sejak Februari lalu telah berhasil mendapatkan dana baru Rp 13.239.082.742.30.

Ini menunjukan pemberian sanksi moral bagi WP nakal cukup ampuh,” ungkap birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini.

Lebih lanjut, timnya juga terus bergerak ke lapangan mencari WP membandel, yang benar-benar tidak mau melakukan pembayaran pajak. 

Dia mengakui, jumlah tunggakan pajak masih cukup banyak hingga ratusan miliar, bukan saja pajak hotel tapi termasuk pajak restaurant, hiburan, reklame maupun PBB.

“Dengan pemasangan spanduk WP yang tadinya tidak menyetorkan pajak yang dipungut menjadi

ketakutan dan mulai melaksanakan kewajibannya. Paling tidak memiliki etikad baik untuk mencicil,” tandasnya.

Sementara  pemblokiran rekening adalah langkah terakhir yang dilakukan bila upaya-upaya peringatan seperti pemasangan stiker tidak digubris oleh WP penunggak pajak.

Baca Juga:  ABPD Badung Anjlok, Dewan Minta Bapenda Rampungkan Piutang Pajak

Terlebih juga didukung adanya 1.640 sistem perekam transaksi yang telah dipasang. Seperti, tapping box, web service, dan cas register.

Rinciannya tapping box sebanyak 400, web service sebanyak 530, dan cash register sebanyak 710. Alat monitoring ini terpasang di 1.523 wajib pajak. 

“Dengan cara-cara yang kami terapkan kami optimistis pendapatan bisa mencapai target,” pungkasnya. 



MANGUPURA – Badan Pendapatan (Bapenda)/Pasedahan Agung harus kerja keras untuk mencapai target pendapatan di sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR).

Namun, Bapenda tetap memiliki keyakinan bahwa target Rp 4,6 triliun PHR tercapai di tahun 2019 ini. Karena saat ini pendapatan PHR sudah  tercapai Rp 3,6 triliun.

“Kami tetap optimistis target Rp 4,6 triliun lebih tercapai hingga akhir tahun ini, karena untuk saat ini sudah tercapai Rp 3,6 triliun lebih,” terang Kepala Bapenda Badung I Made Sutama.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk memenuhi terget pajak tersebut. Yakni telah melakukan gerakan

memasang spanduk pada penunggak pajak bandel yang telah dilakukan sejak Februari 2019 memberikan dampak positif terhadap pendapatan Badung.

Baca Juga:  Ini Rekomendasi DPRD untuk Menutup Bisnis Mafia Pariwisata di Bali

“Dari 18 pemasangan spanduk yang kami lakukan sejak Februari lalu telah berhasil mendapatkan dana baru Rp 13.239.082.742.30.

Ini menunjukan pemberian sanksi moral bagi WP nakal cukup ampuh,” ungkap birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini.

Lebih lanjut, timnya juga terus bergerak ke lapangan mencari WP membandel, yang benar-benar tidak mau melakukan pembayaran pajak. 

Dia mengakui, jumlah tunggakan pajak masih cukup banyak hingga ratusan miliar, bukan saja pajak hotel tapi termasuk pajak restaurant, hiburan, reklame maupun PBB.

“Dengan pemasangan spanduk WP yang tadinya tidak menyetorkan pajak yang dipungut menjadi

ketakutan dan mulai melaksanakan kewajibannya. Paling tidak memiliki etikad baik untuk mencicil,” tandasnya.

Sementara  pemblokiran rekening adalah langkah terakhir yang dilakukan bila upaya-upaya peringatan seperti pemasangan stiker tidak digubris oleh WP penunggak pajak.

Baca Juga:  Tunggak Pajak Puluhan Miliar, Buru Sakala Hotel dan Restoran Joni

Terlebih juga didukung adanya 1.640 sistem perekam transaksi yang telah dipasang. Seperti, tapping box, web service, dan cas register.

Rinciannya tapping box sebanyak 400, web service sebanyak 530, dan cash register sebanyak 710. Alat monitoring ini terpasang di 1.523 wajib pajak. 

“Dengan cara-cara yang kami terapkan kami optimistis pendapatan bisa mencapai target,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/