alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

UNIK! Wanaralaba, Ritual Berbagi Buah untuk Kera Penjaga Pura Pulaki

SINGARAJA – Pengempon Pura Agung Pulaki, berencana menggelar upacara Wanaralaba. 

Upacara ini merupakan rangkaian dari upacara Pujawali yang diselenggarakan di pura setempat.

Wanaralaba sendiri merupakan sebuah ritual yang biasa digelar masyarakat adat setempat.

Uniknya, usai persembahyangan, buah-buahan atau makanan yang dibawa pemedek saat melakukan persembahyangan, akan diserahkan pada kera penghuni sekitar kawasan Pura Agung Pulaki.

Penglingsir Pura Agung Pulaki, Ida Bagus Mangku Temaja mengatakan, upacara itu merupakan persembahan bagi kera-kera yang selama ini menjaga pura-pura di sekitar Pura Pulaki.

Harapannya, kera menjadi tenang sehingga proses pujawali bisa berjalan lancar.

“Memang dilakukan di Pura Pulaki. 

Tapi secara umum, ini juga dilambangkan bagi kera-kera di seluruh Bali. 

Baca Juga:  Pura Ulun Suwi Hancur Tertimpa Pohon, Pengempon Gelar Matur Piuning

Sehingga seluruh kera yang ada di pulau ini bisa turut menjaga Bali tetap ajeg dan rahayu,” kata Mangku Temaja.

Rencananya upacara wanaralaba akan dilangsungkan pada Senin (24/9) mendatang. 

Upacara dilangsungkan selama tiga hari berturut-turut, dan akan berakhir pada Rabu (26/9) mendatang. 



SINGARAJA – Pengempon Pura Agung Pulaki, berencana menggelar upacara Wanaralaba. 

Upacara ini merupakan rangkaian dari upacara Pujawali yang diselenggarakan di pura setempat.

Wanaralaba sendiri merupakan sebuah ritual yang biasa digelar masyarakat adat setempat.

Uniknya, usai persembahyangan, buah-buahan atau makanan yang dibawa pemedek saat melakukan persembahyangan, akan diserahkan pada kera penghuni sekitar kawasan Pura Agung Pulaki.

Penglingsir Pura Agung Pulaki, Ida Bagus Mangku Temaja mengatakan, upacara itu merupakan persembahan bagi kera-kera yang selama ini menjaga pura-pura di sekitar Pura Pulaki.

Harapannya, kera menjadi tenang sehingga proses pujawali bisa berjalan lancar.

“Memang dilakukan di Pura Pulaki. 

Tapi secara umum, ini juga dilambangkan bagi kera-kera di seluruh Bali. 

Baca Juga:  Pengusaha Hotel di Karangasem Pengeng Okupansi Kamar Rendah

Sehingga seluruh kera yang ada di pulau ini bisa turut menjaga Bali tetap ajeg dan rahayu,” kata Mangku Temaja.

Rencananya upacara wanaralaba akan dilangsungkan pada Senin (24/9) mendatang. 

Upacara dilangsungkan selama tiga hari berturut-turut, dan akan berakhir pada Rabu (26/9) mendatang. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/