alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Sedih…Pascagempa, Lombok Kehilangan 100 Ribu Wisman

DENPASAR – Gempa Lombok tidak hanya menyisakan duka bagi para korban, tapi juga redupnya perekonomian propinsi yang dikenal dengan pulau seribu masjid ini.

Kementerian Pariwisata mencatat, karena gempa, Lombok potensi kehilangan 100 ribu kunjungan wisatawan mancanegara.

Melihat kondisi ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan akan melakukan pemulihan, yang diperkirakan akan membutuhkan waktu sampai enam bulan ke depan.

“Dampak Gunung Agung tahun lalu (2017, red) kita kehilangan 1 juta wisatawan selama enam bulan. Skala perbandingan Lombok dan Bali seperti 1 banding 5,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menurut Menpar Arief, tercatat kunjungan wisman kunjungan wisman ke Lombok per hari mencapai 4.500 orang.

Dalam kondisi normal ada kurang lebih sebanyak 5.000 orang per hari. “Normalnya 5.000 kunjungan per hari, berarti sudah 90 persen. Dan semuanya kebanyakan lewat kapal ferry,” ujar Menpar Arief.

Saat ini, pihaknya belum bisa memastikan jumlah pasti kunjungan wisman ke Lombok. Berpatokan pada jumlah normal, menurut Menpar Arief, sekitar 150 ribu kunjungan wisman per bulan.

“Yang harus dihitung adalah jalur kapal ferry, tapi belum saya bisa pastikan jumlahnya,” tegas Menpar Arief.



DENPASAR – Gempa Lombok tidak hanya menyisakan duka bagi para korban, tapi juga redupnya perekonomian propinsi yang dikenal dengan pulau seribu masjid ini.

Kementerian Pariwisata mencatat, karena gempa, Lombok potensi kehilangan 100 ribu kunjungan wisatawan mancanegara.

Melihat kondisi ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan akan melakukan pemulihan, yang diperkirakan akan membutuhkan waktu sampai enam bulan ke depan.

“Dampak Gunung Agung tahun lalu (2017, red) kita kehilangan 1 juta wisatawan selama enam bulan. Skala perbandingan Lombok dan Bali seperti 1 banding 5,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menurut Menpar Arief, tercatat kunjungan wisman kunjungan wisman ke Lombok per hari mencapai 4.500 orang.

Dalam kondisi normal ada kurang lebih sebanyak 5.000 orang per hari. “Normalnya 5.000 kunjungan per hari, berarti sudah 90 persen. Dan semuanya kebanyakan lewat kapal ferry,” ujar Menpar Arief.

Saat ini, pihaknya belum bisa memastikan jumlah pasti kunjungan wisman ke Lombok. Berpatokan pada jumlah normal, menurut Menpar Arief, sekitar 150 ribu kunjungan wisman per bulan.

“Yang harus dihitung adalah jalur kapal ferry, tapi belum saya bisa pastikan jumlahnya,” tegas Menpar Arief.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/