alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Turis India Kian Bergairah, Kunjungan Naik Tiap Tahun

RadarBali.com – Kunjungan wisatawan Tiongkok  terbilang paling agresif melakukan wisata di Bali. Tercermin dari peningkatan kunjungannya yang sangat pesat.

Namun akhir-akhir ini, turis asal India juga trennya mengalami kenaikan. Tren ini bahkan disambut oleh maskapai Batik Air  dengan membuka rute dari Chennai, India menuju Denpasar, Bali meski masih harus transit di Kuala Lumpur Malaysia.

Kondisi in, dinyatakan memberikan dampak positif bagi pariwisata Bali. Ketua Asosiasi Travel Agen Indonesia (ASITA) Bali, I Ketut Ardana, mengungkapkan, selain Tiongkok, wisatawan India merupakan salah satu market potensial.

Mereka dari sisi kunjungan lebih mudah untuk ditingkatkan. Ini dipengaruhi pula populasi penduduk India yang tinggi ditunjang ketertarikannya di bidang traveling mulai dari muda, menengah dan orang tua kian bergairah.

“Makanya, India menginginkan untuk adanya direct flight (penerbangan langsung) dari India ke Bali. tapi susahnya bukan main,” katanya kemarin.

Baca Juga:  OTOKRITIK!! DPRD: Paket Wisata Murah Diobral karena Pengawasan Lemah

Ardana memprediksi, kendala hingga kini yang dialami maskapai penerbangan yang enggan melakukan direct flight lantaran hitungan dari segi profit masih belum masuk.

Karena untuk melakukan penerbangan langsung ini dibutuhkan biaya investasi yang tidak sedikit, sehingga untuk menerapkan itu masih belum ada.

“Kalau dari segi penumpang sebenarnya sudah memungkinkan untuk melakukan penerbangan langsung,” bebernya.

Saat ini jumlah biro travel yang menangani wisatawan asal India mencapai 50 agen. Dan angka ini meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 45 agen travel.

Meski begitu, dari jumlah 400 agen travel ini tidak mau hanya terpaku pada satu pasar saja, melainkan pasar manapun saat ini tetap menjadi sasarannya.

Baca Juga:  Pameran Penuh Cinta untuk Kenang Mendiang Afi

“Karena pengalaman dulu, waktu itu banyak yang konsen di satu pasar saja yakni Jepang. Tapi ketika Jepang turun drastis karena permasalahan krisis bingung travelnya,” jelas Ardana.

Rata- rata turis India menghabiskan waktu liburan di Bali selama 5 hari 4 malam, namun banyak juga yang lebih dari itu.

Untuk wisata sendiri, wisman India hampir menyeluruh meliputi bahari, alam, seni dan budaya. “Universal tujuan wisatanya,” pungkasnya.

Data yang didapat koran ini dari situs Dinas Pariwisata Provinsi Bali menunjukkan , kunjungan wisatawan India di tahun 2016 dari bulan Januari hingga Juni mencapai 92.731 orang.

Sementara dibandingkan tahun ini dengan periode yang sama mencapai 129.429 orang meningkat 4,6 persen. sementara untuk total kunjungan di tahun 2016 mencapai 187.351 orang. 



RadarBali.com – Kunjungan wisatawan Tiongkok  terbilang paling agresif melakukan wisata di Bali. Tercermin dari peningkatan kunjungannya yang sangat pesat.

Namun akhir-akhir ini, turis asal India juga trennya mengalami kenaikan. Tren ini bahkan disambut oleh maskapai Batik Air  dengan membuka rute dari Chennai, India menuju Denpasar, Bali meski masih harus transit di Kuala Lumpur Malaysia.

Kondisi in, dinyatakan memberikan dampak positif bagi pariwisata Bali. Ketua Asosiasi Travel Agen Indonesia (ASITA) Bali, I Ketut Ardana, mengungkapkan, selain Tiongkok, wisatawan India merupakan salah satu market potensial.

Mereka dari sisi kunjungan lebih mudah untuk ditingkatkan. Ini dipengaruhi pula populasi penduduk India yang tinggi ditunjang ketertarikannya di bidang traveling mulai dari muda, menengah dan orang tua kian bergairah.

“Makanya, India menginginkan untuk adanya direct flight (penerbangan langsung) dari India ke Bali. tapi susahnya bukan main,” katanya kemarin.

Baca Juga:  Turis Tiongkok Turun Drastis, Turis India Mulai Mendominasi

Ardana memprediksi, kendala hingga kini yang dialami maskapai penerbangan yang enggan melakukan direct flight lantaran hitungan dari segi profit masih belum masuk.

Karena untuk melakukan penerbangan langsung ini dibutuhkan biaya investasi yang tidak sedikit, sehingga untuk menerapkan itu masih belum ada.

“Kalau dari segi penumpang sebenarnya sudah memungkinkan untuk melakukan penerbangan langsung,” bebernya.

Saat ini jumlah biro travel yang menangani wisatawan asal India mencapai 50 agen. Dan angka ini meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 45 agen travel.

Meski begitu, dari jumlah 400 agen travel ini tidak mau hanya terpaku pada satu pasar saja, melainkan pasar manapun saat ini tetap menjadi sasarannya.

Baca Juga:  Galungan saat Pandemi, Kuta Seperti Kota Mati

“Karena pengalaman dulu, waktu itu banyak yang konsen di satu pasar saja yakni Jepang. Tapi ketika Jepang turun drastis karena permasalahan krisis bingung travelnya,” jelas Ardana.

Rata- rata turis India menghabiskan waktu liburan di Bali selama 5 hari 4 malam, namun banyak juga yang lebih dari itu.

Untuk wisata sendiri, wisman India hampir menyeluruh meliputi bahari, alam, seni dan budaya. “Universal tujuan wisatanya,” pungkasnya.

Data yang didapat koran ini dari situs Dinas Pariwisata Provinsi Bali menunjukkan , kunjungan wisatawan India di tahun 2016 dari bulan Januari hingga Juni mencapai 92.731 orang.

Sementara dibandingkan tahun ini dengan periode yang sama mencapai 129.429 orang meningkat 4,6 persen. sementara untuk total kunjungan di tahun 2016 mencapai 187.351 orang. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/