alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Objek Wisata Jatiluwih Jadi Idola saat Manis Kuningan

TABANAN – Objek wisata di Bali tak mati-mati amat. Seperti objek wisata Jatiluwih, Tabanan. Mungkin berkah liburan hari raya Galungan dan Kuningan, objek wisata dengan tawaran persawahan ini begitu ramai dikunjungi wisatawan.

Awalnya, jalan memang agak sedikit macet di pintu masuk Jatiluwih. Itu karena pengambilan tiket masuk yang berada di jalur sempit dan tikungan.

Wajar saja, mobil yang hendak masuk menjadi tersendat. Namun setelah itu, mata kita akan dimanjakan oleh hijaunnya persawahan dengan bentuk terasering yang terkenal di dunia ini.

Kendaraan cukup padat terpantau parkir di sepanjang jalan raya ini. “Selama Covid 19, ini yang paling ramai. Saya perkirakan sampai

Baca Juga:  Buka Pariwisata Bali, 661 Usaha Wisata di Badung Kantongi Sertifikat

dua ribu orang lebih,” ujar Prama, petugas kepolisian yang menjaga alur kendaraan yang melintas di jalanan sempit, Minggu (27/9).

Ramainya kunjungan tidak hanya di hari manis Kuningan atau sehari setelah hari raya Kuningan. Kemarin, tepatnya saat Kuningan juga ramai dikunjungi.

Salah satu sebab, selain hari raya, juga karena saat ini sedang musim hijaunya persawahan. Meski ramai, objek wisata Jatiluwih juga menerapkan Protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah.

Seperti penyedian tempat cuci tangan dan handsanitizer di beberapa titik persawahan dan juga beberapa rumah makan.

Meski dibeberapa titik, handsanitizer juga tampak habis atau belum diganti oleh pengelola. Sementara pengunjung yang datang juga menggunakan masker namun sulit untuk menerapak sosial distancing. 

Baca Juga:  Grand Bali Beach Bakal Dijadikan Hotel Negara, Biaya Permak Rp 2,8 T


TABANAN – Objek wisata di Bali tak mati-mati amat. Seperti objek wisata Jatiluwih, Tabanan. Mungkin berkah liburan hari raya Galungan dan Kuningan, objek wisata dengan tawaran persawahan ini begitu ramai dikunjungi wisatawan.

Awalnya, jalan memang agak sedikit macet di pintu masuk Jatiluwih. Itu karena pengambilan tiket masuk yang berada di jalur sempit dan tikungan.

Wajar saja, mobil yang hendak masuk menjadi tersendat. Namun setelah itu, mata kita akan dimanjakan oleh hijaunnya persawahan dengan bentuk terasering yang terkenal di dunia ini.

Kendaraan cukup padat terpantau parkir di sepanjang jalan raya ini. “Selama Covid 19, ini yang paling ramai. Saya perkirakan sampai

Baca Juga:  Buka Pariwisata Bali, 661 Usaha Wisata di Badung Kantongi Sertifikat

dua ribu orang lebih,” ujar Prama, petugas kepolisian yang menjaga alur kendaraan yang melintas di jalanan sempit, Minggu (27/9).

Ramainya kunjungan tidak hanya di hari manis Kuningan atau sehari setelah hari raya Kuningan. Kemarin, tepatnya saat Kuningan juga ramai dikunjungi.

Salah satu sebab, selain hari raya, juga karena saat ini sedang musim hijaunya persawahan. Meski ramai, objek wisata Jatiluwih juga menerapkan Protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah.

Seperti penyedian tempat cuci tangan dan handsanitizer di beberapa titik persawahan dan juga beberapa rumah makan.

Meski dibeberapa titik, handsanitizer juga tampak habis atau belum diganti oleh pengelola. Sementara pengunjung yang datang juga menggunakan masker namun sulit untuk menerapak sosial distancing. 

Baca Juga:  Terkena Dampak Virus Corona, 1.000 Guide Mandarin di Bali Menganggur

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/