alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Kuwum Tawarkan Desan Wisata Alam Dedari Jadi Destinasi Wisata Baru

RadarBali.com – Pemerintah Kabupaten Badung kini kian gencar-gencarnya untuk mengembangkan desa wisata.

Tahun ini sedikitnya ada enam desa wisata baru yang muncul. Salah satunya Desa Wisata Alam Dedari di Desa Kuwum, Mengwi, Badung. 

Desa wisata ini menawarkan aneka wisata alam hingga spiritual. Wayan Sudarma selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kuwum didampingi  Perbekel Desa Kuwum I Nyoman Sumber   menjelaskan, secara geografi alam wisata Dedari sangat strategis.

Karena berada di tengah-tengah jalur utama Denpasar-Bedugul. Kalau Bedugul macet, maka salah satu pilihan yang paling tepat adalah obyek wisata ini.

Peluang dan kondisi inilah yang menyemangati masyarakatnya bertekad membangun desa wisata ini.

“Kami yakin kalau ini jadi, alam wisata Dedari akan menjadi wisata alternatif di Badung. Kalau Sabtu Minggu Bedugul macet, otomatis pilihannya adalah Kuwum,” ujar Sudarma.

Kata dia, untuk menarik wisatawan datang ke obyek wisata ini pihaknya dibantu pemerintah dan masyarakat telah  menggeber penataan dan pembuatan infrastruktur.

“Untuk pembebasan lahan sudah beres. Badan jalan lingkar juga sudah terbentuk. Jadi sekarang tinggal penataan dan pembuatan wahana saja,” katanya.

Menurut prediksi total investasi yang akan tertanam untuk pembuatan obyek ini mencapai ratusan miliar.

Untuk jalan lingkar saja diprediksi menelan dana Rp 20 miliar lebih, belum lagi biaya untuk sarana prasarana dan pembuatan wahana wisata.

“Beragam pilihan atraksi akan ada disini. Jadi pengunjung nanti tinggal memilih,” jelasnya. Ada pun wisata yang ditawarkan yakni  wisata permainan air, wisata agro, spiritual dan wisata alam.

Saat ini sedikitnya sudah ada 100 hektare lahan yang nota bena milik masyarakat telah disiapkan untuk disulap menjadi obyek wisata.

Lahan ratusan hektar ini  akan dilengkapi berbagai atraksi dan wahana dengan dibatasi jalan lingkar sepanjang 7 kilometer.

Beberapa wahana permainan yang akan disajikan diantaranya, ayunan tradisional, tracking, wisata sepeda, selfi berkuda, prosot-prosotan, dan outbond.

Atraksi itu juga akan ditunjang wahana permainan air dalam terowongan sepanjang 4 km, rafting di Tukad Yeh Sunggi, serta wisata spiritual dengan tempat melukat di pancoran (air terjun) dedarinya.

“Pokoknya kita rancang obyek wisata ini menjadi kawasan tanpa asap. Di areal 100 hektar itu tidak akan ada atraksi dengan mesin dan knalpot,” terang Sudarma.

Bendesa Adat Kuwum I Wayan Regep menambahkan, alam wisata Dedari ini sudah menjadi skala prioritas Pemkab Badung.

Pembangunan desa wisata baru ini juga telah mengacu  PPNSB Kabupaten Badung. Dimana salah satu tujuannya adalah untuk menjadikan Desa Kuwum sebagai desa yang mandiri.

Yakni, dengan menjadi masyarakatnya sebagai pelaku dan pemilik langsung desa wisata ini. Regep yang anggota DPRD Badung ini juga menyatakan, sumber dana pembangunan wisata baru ini berasal dari APBD Badung dan APBDes Kuwum.

“Masyarakat kami yang siapkan lahan, sedangkan biayanya pembangunan dari pemerintah. Kalau lancar, tahun 2018 penataan lahan, 2019 pembuatan atraksi dan 2020 sudah  beroperasi,”tukas politisi PDIP ini. 



RadarBali.com – Pemerintah Kabupaten Badung kini kian gencar-gencarnya untuk mengembangkan desa wisata.

Tahun ini sedikitnya ada enam desa wisata baru yang muncul. Salah satunya Desa Wisata Alam Dedari di Desa Kuwum, Mengwi, Badung. 

Desa wisata ini menawarkan aneka wisata alam hingga spiritual. Wayan Sudarma selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kuwum didampingi  Perbekel Desa Kuwum I Nyoman Sumber   menjelaskan, secara geografi alam wisata Dedari sangat strategis.

Karena berada di tengah-tengah jalur utama Denpasar-Bedugul. Kalau Bedugul macet, maka salah satu pilihan yang paling tepat adalah obyek wisata ini.

Peluang dan kondisi inilah yang menyemangati masyarakatnya bertekad membangun desa wisata ini.

“Kami yakin kalau ini jadi, alam wisata Dedari akan menjadi wisata alternatif di Badung. Kalau Sabtu Minggu Bedugul macet, otomatis pilihannya adalah Kuwum,” ujar Sudarma.

Kata dia, untuk menarik wisatawan datang ke obyek wisata ini pihaknya dibantu pemerintah dan masyarakat telah  menggeber penataan dan pembuatan infrastruktur.

“Untuk pembebasan lahan sudah beres. Badan jalan lingkar juga sudah terbentuk. Jadi sekarang tinggal penataan dan pembuatan wahana saja,” katanya.

Menurut prediksi total investasi yang akan tertanam untuk pembuatan obyek ini mencapai ratusan miliar.

Untuk jalan lingkar saja diprediksi menelan dana Rp 20 miliar lebih, belum lagi biaya untuk sarana prasarana dan pembuatan wahana wisata.

“Beragam pilihan atraksi akan ada disini. Jadi pengunjung nanti tinggal memilih,” jelasnya. Ada pun wisata yang ditawarkan yakni  wisata permainan air, wisata agro, spiritual dan wisata alam.

Saat ini sedikitnya sudah ada 100 hektare lahan yang nota bena milik masyarakat telah disiapkan untuk disulap menjadi obyek wisata.

Lahan ratusan hektar ini  akan dilengkapi berbagai atraksi dan wahana dengan dibatasi jalan lingkar sepanjang 7 kilometer.

Beberapa wahana permainan yang akan disajikan diantaranya, ayunan tradisional, tracking, wisata sepeda, selfi berkuda, prosot-prosotan, dan outbond.

Atraksi itu juga akan ditunjang wahana permainan air dalam terowongan sepanjang 4 km, rafting di Tukad Yeh Sunggi, serta wisata spiritual dengan tempat melukat di pancoran (air terjun) dedarinya.

“Pokoknya kita rancang obyek wisata ini menjadi kawasan tanpa asap. Di areal 100 hektar itu tidak akan ada atraksi dengan mesin dan knalpot,” terang Sudarma.

Bendesa Adat Kuwum I Wayan Regep menambahkan, alam wisata Dedari ini sudah menjadi skala prioritas Pemkab Badung.

Pembangunan desa wisata baru ini juga telah mengacu  PPNSB Kabupaten Badung. Dimana salah satu tujuannya adalah untuk menjadikan Desa Kuwum sebagai desa yang mandiri.

Yakni, dengan menjadi masyarakatnya sebagai pelaku dan pemilik langsung desa wisata ini. Regep yang anggota DPRD Badung ini juga menyatakan, sumber dana pembangunan wisata baru ini berasal dari APBD Badung dan APBDes Kuwum.

“Masyarakat kami yang siapkan lahan, sedangkan biayanya pembangunan dari pemerintah. Kalau lancar, tahun 2018 penataan lahan, 2019 pembuatan atraksi dan 2020 sudah  beroperasi,”tukas politisi PDIP ini. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/