alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Genjot Koridor Bebas Covid, Praktisi Pariwisata di Lovina Divaksin

SINGARAJA – Pembentukan koridor bebas covid-19 di kawasan pariwisata terus digenjot. Setelah para praktisi pariwisata di kawasan wisata Batu Ampar-Pemuteran,

kemarin giliran praktisi pariwisata di Kawasan Wisata Lovina yang menerima vaksin. Proses vaksinasi itu dipusatkan di Hotel Banyualit Lovina, kemarin.

Ketua BPC PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengungkapkan, pekerja pariwisata di seluruh Buleleng diperkirakan  tak kurang dari 8.000 orang.

Namun, belum semuanya dapat divaksin. Khusus di kawasan wisata Lovina, ada sekitar 4.000 orang pekerja pariwisata. Hanya saya yang mendapatkan vaksin baru berjumlah 1.400 orang.

“Kalau di Lovina saja, itu masih kurang lagi 2.600 orang. Harapan kami kan minimal 75 persen pelaku pariwisata dan masyarakat di zona pariwisata itu sudah dapat vaksin. Kalau bisa 100 persen tentu lebih baik lagi,” kata Suardipa.

Baca Juga:  Masuk Low Season, Occupancy Tinggal 40 Persen, Diskon Jadi Solusi

Jatah program vaksinasi di kawasan wisata Lovina, sengaja diberikan lebih banyak. Mengingat ada banyak pekerja harian yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

Sebut saja pemandu wisata, sopir angkutan jasa pariwisata, hingga penyedia jasa wisata lumba-lumba di pesisir Pantai Lovina.

Dengan pelaksanaan program vaksinasi, Suardipa optimistis roda perekonomian dari sektor pariwisata bergerak kembali.

“Sertifikat protokol kesehatan kami sudah kantongi. Selanjutnya harapan kami ya vaksin ini. Kalau vaksin ini sudah terlaksana, wisatawan akan lebih yakin menginap atau makan di tempat itu,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengatakan, pemerintah sengaja mempercepat proses vaksinasi di kalangan pekerja pariwisata.

Sebab sesuai dengan rencana pemerintah pusat, pariwisata di Bali akan dibuka pada bulan Juli mendatang. Itu artinya program vaksinasi bagi para pekerja pariwisata harus sudah tuntas saat pintu pariwisata dibuka.

Baca Juga:  Pasca Tutup 10 Tahun, Lawar Antos Ubud Kian Laris Manis saat Pandemi

“Karena kita sudah terpuruk sekali. Vaksinasi bagi pekerja pariwisata di daerah-daerah yang menjadi pintu gerbang masuk ke Bali adalah

salah satu sasaran yang harus diselesaikan, sehingga wisatawan merasa aman untuk berkunjung ke Bali,” tegas Sutjidra


SINGARAJA – Pembentukan koridor bebas covid-19 di kawasan pariwisata terus digenjot. Setelah para praktisi pariwisata di kawasan wisata Batu Ampar-Pemuteran,

kemarin giliran praktisi pariwisata di Kawasan Wisata Lovina yang menerima vaksin. Proses vaksinasi itu dipusatkan di Hotel Banyualit Lovina, kemarin.

Ketua BPC PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengungkapkan, pekerja pariwisata di seluruh Buleleng diperkirakan  tak kurang dari 8.000 orang.

Namun, belum semuanya dapat divaksin. Khusus di kawasan wisata Lovina, ada sekitar 4.000 orang pekerja pariwisata. Hanya saya yang mendapatkan vaksin baru berjumlah 1.400 orang.

“Kalau di Lovina saja, itu masih kurang lagi 2.600 orang. Harapan kami kan minimal 75 persen pelaku pariwisata dan masyarakat di zona pariwisata itu sudah dapat vaksin. Kalau bisa 100 persen tentu lebih baik lagi,” kata Suardipa.

Baca Juga:  Signature Bali Sanur Siap Menyambut Malam Tahun Baru

Jatah program vaksinasi di kawasan wisata Lovina, sengaja diberikan lebih banyak. Mengingat ada banyak pekerja harian yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

Sebut saja pemandu wisata, sopir angkutan jasa pariwisata, hingga penyedia jasa wisata lumba-lumba di pesisir Pantai Lovina.

Dengan pelaksanaan program vaksinasi, Suardipa optimistis roda perekonomian dari sektor pariwisata bergerak kembali.

“Sertifikat protokol kesehatan kami sudah kantongi. Selanjutnya harapan kami ya vaksin ini. Kalau vaksin ini sudah terlaksana, wisatawan akan lebih yakin menginap atau makan di tempat itu,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengatakan, pemerintah sengaja mempercepat proses vaksinasi di kalangan pekerja pariwisata.

Sebab sesuai dengan rencana pemerintah pusat, pariwisata di Bali akan dibuka pada bulan Juli mendatang. Itu artinya program vaksinasi bagi para pekerja pariwisata harus sudah tuntas saat pintu pariwisata dibuka.

Baca Juga:  Kurang Pengawasan, Retribusi Kertha Gosa Turun Hingga 50 Persen

“Karena kita sudah terpuruk sekali. Vaksinasi bagi pekerja pariwisata di daerah-daerah yang menjadi pintu gerbang masuk ke Bali adalah

salah satu sasaran yang harus diselesaikan, sehingga wisatawan merasa aman untuk berkunjung ke Bali,” tegas Sutjidra


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/